<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069</id><updated>2012-02-19T15:00:40.422+07:00</updated><title type='text'>NEOCOLONIALISM</title><subtitle type='html'>Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan karenanya penjajahan dalam bentuk apapun harus dihapus dari muka bumi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>262</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-3433155365182678253</id><published>2012-02-18T23:52:00.006+07:00</published><updated>2012-02-19T15:00:40.438+07:00</updated><title type='text'>Alat perang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QVbylcaP6XA/Tz_XJec5MpI/AAAAAAAACOc/yUgeC4nfzDw/s1600/recent_us_weapons.jpe" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="http://2.bp.blogspot.com/-QVbylcaP6XA/Tz_XJec5MpI/AAAAAAAACOc/yUgeC4nfzDw/s200/recent_us_weapons.jpe" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;AAI Corporation, BAE Systems Inc., Boeing, Carlyle Group,Colt's Manufacturing Company, General Atomics, General Electric ( GEAE),General Dynamics, Honeywell, Lockheed-Martin, Northrop Grumman Corporation, Raytheon Corporation, United Technologies , Pratt and Whitney, Sikorsky Aircraft Corporation. Itu adalah deretan nama perusahaan yang mungkin sebagian anda hanya mengenal nama Boeing yang berhubungan dengan pesawat terbang atau GE yang berhubungan boklam. Tapi sebetulnya kedua perusahaan itu tidak hanya menghasilkan produk generic tapi juga senjata perang, sama dengan deretan nama lainnya.&amp;nbsp; Data research membutkikan perusahaan perusahaan tersebut mencatatkan penjualan pertahunnya diatas USD 1 trilun atau sama dengan delapan kali APBN kita atau dua kali dari GNP kita.&amp;nbsp; Anda bisa bayangkan betapa raksasanya mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bagaimana laba yang mereka peroleh ? dalam satu kesempatan saya pernah bersinggungan dengan pembiayaan project yang pemasok &amp;nbsp;komponen kebutuhan industry tersebut diatas. Pemasok itu berasal dari China yang bermarkas di Zuhai. Dari data aspek financial yang saya pelajari betapa terkejutnya saya bahwa laba per unit komponen itu bisa mencapai 100%. Ini business menggiurkan. Namun menurut pemasok itu bahwa untuk mendapatkan pesanan tidaklah mudah. Membutuhkan loby yang sulit dan tidak murah. Yang berkuasa dalam business ini adalah para broker ( perantara ) yang punya koneksi kepusat kekuasaan di AS.&amp;nbsp; Lantas siapa perantara itu ? kebanyakan adalah pe business Arab yang berkantor di London dan NY. Mereka dikenal sebagai peloby ulung karena kehebatan mereka mendatangkan pesanan miliaran dollar AS dari negara Negara Arab kaya minyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bila pemasok komponen menjual mendapatkan keuntungan sebesar 100% lantas bagaimana dengan pabrikan itu sendiri menjual hasil produksinya kepada Negara yang membutuhkan peralatan system pertahanan? Dari penjelasan pemasok , saya dapat ketahui bahwa laba yang didapat oleh pabrikan itu bisa mencapai 10 kali lipat dari harga pokoknya. Jadi bila satu buah pesawat jet tempur seharga USD 250 juta maka harga pokoknya hanyalah USD 25 juta. Ini belum termasuk spare part dan training. Sekali pembeli memesan alat perang maka selamanya pembeli tergantung spare part dari pabarikan. &amp;nbsp;Soal harga spare part , kekuasaan ada pada pabrikan. Pihak pembeli tidak bisa bernegosiasi. Mereka harus membeli atau alat perangnya useless.&amp;nbsp; Jadi benar benar business memeras. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bagaimana jangka panjang business ini ? tanya saya. Pemasok itu menjelaskan bahwa selama ada kerakusan entah itu pengusaha atau penguasa maka selama itupula business ini akan selalu mendapatkan pesanan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Setelah perang dingin usai memang strategi pemasaran produk ini kehilangan momentum namun mereka tidak kehabisan akal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Para perancang pemasaran produk ini adalah politisi yang mendapatkan masukkan dari ahli strategi global yang umumnya adalah orang yahudi. Lewat analisa strategi global inilah rasa cemas dibangun, rasa takut ditebar, rasa tidak aman di kampanyekan. Ada tiga strategy yang diterapkan yaitu 1. Terorisme. 2. Komplik kawasan antara china dengan tetangganya. Antara Rusia dengan tetangganya. Antara Arab dengan israel , Antara Indonesia dengan tetangganya. 3. Iran. Ketiga hal ini saling kait mengkait yang membuat dunia tidak aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Arab dengan kekayaan petro dollarnya terus belanja alat senjata demi memperkokoh rezim monarkynya. Taiwan yang bekerja keras siang malam untuk menumpuk devisanya harus mengurai anggaran nationalnya untuk belanja alat perang guna perlindungan dari serangan China. Korea Selatan juga tak ada bedanya dengan Taiwan yang terus mengeluarkan anggaran nasionalnya untuk belanja alat perang guna perlindungan dari serangan Korea Utara.&amp;nbsp; Singapore dan Malaysia juga melakukan hal yang sama dengan Korea dan Taipeh, Terus setiap tahun belanja alat perang guna perlindungan diri dari Indonesia. Rasa takut dan cemas berpadu jadi satu sebagai ujud rasa tidak aman. Maka para pabrikan senjata akan mendulang laba tak terbilang. Industri senjata memang mengasyikan, karena tidak membutuhkan tenaga kerja berlebih, dan tidak perlu transfarance. Soal promosi , tugas negara dan politisi untuk menciptakan market requirement. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Begitupula business turunan dari senjata yang dekat dengan politik berkaitan dengan konsesi business dinegara negara yang butuh senjata. Jumlahnya tak terbilang. Bahkan hampir sebagian besar potensi negara tersebut praktis dikuasai oleh mereka. Dari semua inilah elite AS menikmati kemakmuran dan menguasai dunia dan mereka tidak peduli lagi soal industry dalam negeri mereka yang menyerap angkatan kerja massal tergusur oleh China. Tak peduli. Karena para pemegang saham pabarikan senjata itu bukanlah Negara tapi sebuah lembaga swasta yang memang buta nasionalisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tekad TNI untuk meremajakan Alutsista harus dievaluasi secara menyeluruh. Kita kawatir bila program ini tak lain seni provokasi business persenjataan agar Malaysia dan Singapore semakin memperbesar anggarannya dan disatu sisi kita juga terpancing untuk menguras anggaran kita untuk itu. Sementara perang sesungguhnya seperti yang ditakutkan itu sebetulnya tidak pernah ada. Itu hanya ada dalam &amp;nbsp;pikiran karena rasa takut dan tidak aman. Keamanan sejati adalah hidup rukun damai diatas rasa hormat untuk saling menjaga dan menolong. Selagi pertikaian tetap ada maka yang diuntungkan adalah pabarikan senjata. Semoga ini disadari oleh semua elite politik,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-3433155365182678253?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/3433155365182678253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=3433155365182678253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3433155365182678253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3433155365182678253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/02/alat-perang.html' title='Alat perang'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QVbylcaP6XA/Tz_XJec5MpI/AAAAAAAACOc/yUgeC4nfzDw/s72-c/recent_us_weapons.jpe' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-464066173896486694</id><published>2012-02-12T06:20:00.011+07:00</published><updated>2012-02-12T08:33:12.293+07:00</updated><title type='text'>Israel dan Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2RbI3Q6nNd8/Tzb3pejPBJI/AAAAAAAACNo/BlnMXJe53Qk/s1600/israel.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;img border="0" height="113" src="http://1.bp.blogspot.com/-2RbI3Q6nNd8/Tzb3pejPBJI/AAAAAAAACNo/BlnMXJe53Qk/s200/israel.jpg" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ada hal yang menarik waktu bertemu&amp;nbsp; dengan Mark sebelum saya pulang ke Jakarta. Dia sengaja mengundang saya untuk bertemu denganya di Financial Club. Menurutnya ada business bagus yang harus dibicarakannnya. Saya tidak mengerti mengapa dia bicara business. Dia hanyalah fund manager yang setiap hari berkutat dengan data financial dan analisis. Ketika bertamu , dia memperkenalkan clients nya dari China. Clients nya pengusaha dibidang high tech. Dia cerita bahwa clients mendapatkan order dari Israel untuk mensuplai kebutuhan peralatan elektonica canggih system pertahanan AS. Saya sempat terkejut karena dia bicara tentang business persenjataan dan sekaligus menyinggung tentang keberadaan Israel dibalik suplai kebutuhan industry persenjataan srategis di AS. Dia menginginkan saya membantu memberikan solusi sumber pendanaan karena di china kredit export sudah semakin sulit. Kalau mungkin dia menawarkan kerjasama agar saya terlibat dalam business ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Today, Israeli contributions to U.S. national interests cover a broad spectrum. Through joint training, exercises and exchanges on military doctrine, the United States has benefited in the areas of counter-terrorism, intelligence and experience in urban warfare. Increasingly, U.S. homeland security and military agencies are turning to Israeli technology to solve some of their most vexing technical and strategic problems&lt;/i&gt;. Demikian dia mengawali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Sebagaimana biasanya , saya lebih suka menjadi pendengar yang baik sebelum saya bersikap. Dia mengatakan bahwa Israel tak ubahnya sebagai second home bagi AS. Hampir semua blue print system pertahanan AS dirancang dan dikembangkan oleh Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau Israel Negara kecil namun keberadaan mereka dibidang system pertahanan strategis mencakup jet tempur canggih, system radar, system alteleri (rudal) , system serbu darat , dll adalah sangat maju. Lantas bagaimana dengan pemerintah AS sendiri. Tanya saya.l Menurutnya pemerintah AS hanyalah pengambil kebijakan. Kebijakan itu berdasarkan analisa geopolitik dan geostrategic yang dibuat oleh team ahli international Israel sendiri. Mereka adalah lembaga Study yang umumnya dikomandani oleh mantan mantan pejabat tinggi AS &amp;nbsp;, yang masih sangat kuat pengaruhnya di lingkaran satu kekuasaan AS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pertanyaan besar saya adalah bagaimana AS begitu percayanya dengan Israel? Teman itu tersenyum sambil menjelaskan bahwa Israel memang sejak berdirinya dirancang untuk berperang. Umumnya Negara dalam keadaan berperang sangat piawai mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa bertahan, termasuk riset persenjataan. Disamping itu , sudah menjadi platform AS juga Barat bahwa islam sebagai idiologi adalah musuh bersama yang harus diperangi. Selagi keberadaan Israel tetap dipermasalahkan bagi umat islam itu tandanya platform kebijakan global tetap eksis. Mengapa ? tanya saya bingung. Menurutnya lagi bahwa satu satunya agama yang berhasil membangun imperium dunia dan bertahan lebih dari 600 tahun adalah Islam. System islam inilah yang menjadi momok menakutkan sehingga kadang disebut sebagai islam phobia. Bila Israel tumbang maka tumbanglah sekularisme. Islam akan menjadi kekuataan baru yang tak mungkin ada satupun idiologi yang bisa membendungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bukankah sekarang islam sudah diterima luas oleh masyarakat Eropa dan AS. Islam bukan ancaman serius. Itu saya katakan dengan tegas. Namun dia mengatakan , benar pemeluk agama islam bukanlah ancaman. Yang menjadi ancaman adalah islam sebagai idiologi bernegara. Karena prinsip islam tidak mengenal local tapi globalisasi. Sekali idiologi islam mendapatkan peluang untuk tumbuh dan berkembang maka tidak akan membutuhkan waktu lama&amp;nbsp; bagi mereka untuk menjadi kekuatan besar dunia dan menggusur semua idiologi. Dia juga menyitir firman Allah tentang keharusan umat islam untuk berdakwah menegakkan hokum Allah secara konprehensive. Ini bukan mitos. Ini serius. Makanya islam ditakuti oleh semua system yang ada didunia. Demokrasi, kapitalisme, sosialisme, komunisme , bergandengan tangan untuk menjadi kekuatan melawan pengaruh idiologi islam masuk kedalam system bernegara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jadi itu sebabnya Iran menjadi musuh bersama Barat/ AS juga Negara didunia lewat PBB. Kata saya. Dia menganguk . Segala jenis propaganda digunakan untuk mengecilkan peran Iran sebagai sponsor gerakan bangkitnya kekuatan islam. Termasuk isyu syiah – sunni dipakai agar umat islam terpecah dan terkecilkan dalam pertarungan global merebut hegemony system. Hanya soal waktu Iran akan dihabisi. Katanya. Juga sebagaimana dketahui bahwa ada &lt;i&gt;G20 compliance&lt;/i&gt; yang memastikan setiap anggota harus digaris depan membendung hegemoni islam dalam system demokrasi, termasuk membatasi pengaruh islam dalam UU dan Peraturan dinegara yang menjadi mitranya. G20 lebih besar pengaruhnya dan lebih berwibawa dibandingkan WTO dan IMF. G20 sebagai icon kekuatan new world order dalam platform baru dan &lt;i&gt;Indonesia&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;anggota dari G20,katanya tesenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha meredam ekspresi wajah saya dihadapan teman ini. Betapa saya sangat tersinggung. Tapi apa hendak dikata, sebagian besar elite politik &amp;nbsp;yang beragama islam tidak menyadari soal inil. &amp;nbsp;Mereka larut dan mabuk dunia untuk menerima system yang bukan ditentukan oleh Allah dan Rasul. Pada waktu bersamaan kehadiran mereka tak ubahnya sebagai boneka dari kekuatan musuh musuh orang beriman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dengan sesuatu alasan, saya memilih untuk mengakiri pertemuan ini. Itulah yang bisa saya lakukan dalam ketidak berdayaan sambil pulang untuk berdoa. Semoga Umat islam tetap istiqamah dalam perjuangan menegakkan kalamullah…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-464066173896486694?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/464066173896486694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=464066173896486694' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/464066173896486694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/464066173896486694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/02/israel-dan-islam.html' title='Israel dan Islam'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2RbI3Q6nNd8/Tzb3pejPBJI/AAAAAAAACNo/BlnMXJe53Qk/s72-c/israel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5125253227250066898</id><published>2012-02-05T23:55:00.001+07:00</published><updated>2012-02-06T00:03:01.662+07:00</updated><title type='text'>Buruh.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--NuxiwO9Rfc/Ty6z5w2wk0I/AAAAAAAACM0/Eut1qdsE3rw/s1600/labor.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/--NuxiwO9Rfc/Ty6z5w2wk0I/AAAAAAAACM0/Eut1qdsE3rw/s200/labor.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Jumat malam datang SMS “&lt;i&gt;When the world is ready to fall on your little shoulders, And when you're feeling lonely and small, You need somebody there&lt;/i&gt; ..” saya tersenyum. Wenni selalu begitu bila dia ingin bertemu dengan saya. Petikan lagu&amp;nbsp; you are only lonely adalah ciri khasnya untuk mengingatkan kepada saya bahwa saya tidak sendirian. Dia sahabat saya. Awal saya kenal dia sebagai periset bidang social di Shanghai. Kemudian , dia hijrah ke Hong Kong sebagai periset di sebuah lembaga investasi.&amp;nbsp; Kami bertemu di sebuah café dan tak pernah merasa sungkan bila harus berada di café yang tak berkelas. Seperti biasanya bila bertemu kami suka sekali membahas masalah social dalam pembicaraan relax. Saya mendapatkan pencerahan secara tidak langsung dari professional peneliti masalah social , apalagi dikaitkan dengan business.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Wenni , memang piawai melihat persoalan secara holistic dan kemudian menyimpulkan dari sudut praktis dan logis. Mungkin karena kebiasaanya menganalisa data dan terlatih sebagai pengamat maka membuat analisanya tajam walau terkesan sederhana. Seperti biasanya pula saya selalu mahir memancing dia untuk berbicara banyak. Ketika saya mengungkapkan ke prihatinan soal nasip&amp;nbsp; buruh di China , terutama dengan tersiarnya kabar derita&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; Chengdu. Dia tahu berita itu&amp;nbsp; soal pekerja Foxconn ( outsourcing dari produsen APPLE Ipad ) yang telah memaksa buruh bekerja lebih dari standar rata rata. Lingkungan kerja yang tidak manusiawi dan jam kerja yang panjang. Dia juga tahu berita ini telah beredar diseluruh dunia dan seakan kompanye untuk memboikot produk APPLE Ipad yang dibuat oleh pabrikan di China.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dia tersenyum. Itu tak lain seni propaganda dalam perang ekonomi. Jangan terlalu percaya dengan berita yang terkesan peduli akan HAM dan nasip buruh.Kalau memang pihak Barat/AS peduli kenapa tidak dari dulu ketika awal China masuk kepasar bebas ? tanyanya. Saya merasa dia sudah mulai terpancing. Ketahuilah, katanya bahwa ada 3 juta pekerjaan outsourcing dari pemilik merek di AS /Barat,Jepang&amp;nbsp; yang melibatkan berbagai pabrikan di China. Ini menampung angkatan kerja raksasa. Semua industry itu tumbuh karena permintaan pasar export. Sumber dana investasi pabrik itu sebagian besar dari Negara AS/ Barat. Hampir 70% rak rak toko di AS/Barat merupakan keluaran pabrik di china. Semua itu diproduksi dengan memeras buruh yang bekerja keras siang dan malam dengan standar gaji hanya 10% dari gaji pekerjaan yang sama di AS/barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Benarkah para pabrikan memeras buruh ? tanya saya. Menurutnya ini bukan soal memeras. Memang sudah budaya orang china gemar bekerja keras. Selagi pekerjaan itu mendatangkan uang maka mereka tidak peduli dengan segala resiko, kelelahan, kadang membuat kesehatan mereka memburuk. Bagi mereka lebih baik bekerja keras hari ini daripada besok bekerja keras mencari pekerjaan untuk makan.&amp;nbsp; Mereka tidak pernah dipaksa untuk lembur, justru mereka memaksa untuk dapat lembur. Tahun 1990 an upah buruh di&amp;nbsp; China hanya USD 0,45 per jam tapi sekarang sudah mencapai USD 2,40&amp;nbsp; ( Rp. 20,000) per jam. Rata rata mereka menuntut jam kerja diatas 10 jam. Kalau rata rata mereka bekerja sehari 16 jam (dua shift ) maka penghasilan mereka sehari adalah USD 38,40 atau sama dengan Rp. 345,000 perhari atau sebulan Rp. 9,000,000.0.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Bandngkan dengan upah buruh di Vietnam , Thailand, Indonesia. Nasip buruh China jauh lebh baik.&amp;nbsp; Katanya. Tapi mengapa media international selalu memberitakan hal negative. Tanya saya. Menurutnya ada agenda strategis dari Barat/AS agar pemerintah china terus melakukan peningkatan upah buruh.&amp;nbsp; Menurut riset bila upah buruh tembus diatas USD 3 per jam maka dipastikan 3,000,000 industri outsourcing akan pulang kampong kenegaranya masing masing. Sebagian besar industry itu berasal dari AS/Barat/Jepang. Karena sudah tidak efisien. Dan ini akan menguntungkan Negara tersebut karena akan menampung angkatan kerja yang kini terjebak dalam pengangguran massal akibat krisis global. Lantas bagaimana dengan buruh China. Akankan terjadi pengangguran massal akibat industry yang hengkang ? tanya saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Teman ini tersenyum lagi. Dia mengatakan bahwa sebetulnya agenda pertumbuhan ekonomi berdasarkan export sudah menjelang closed file. Hanya soal waktu akan closed file. Kini arah kebijakan Pemerintah china keliatannya adalah pasar domestic. Itu sebabnya China menaikan upah buruh tiga kali lipat selama lima tahun belakangan ini. Ini tak lain agar memicu daya beli masyarakat untuk berkonsumsi produksi dalam negeri dan sekaligus memicu tumbuhnya industri dalam negeri Disisi lain, pemerintah mulai menetapkan pajak eksport agar mata uang RMB tidak semakin menguat dan daya saing industry dalam negeri tetap tiggi terhadap barang import. Yang jadi masalah kini bukanlah rakyat China, tapi AS/Barat , kalau semua industry outsourcing kembali kenegaranya apakah buruhnya mau digaji sama dengan buruh di China, ? karena upah mereka sudah diatas rasional. Kalau mengikuti upah yang ada , apakah konsumen mampu membeli dengan harga tinggi ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Menurutnya akan membutuhkan waktu lama bagi industri outsourcing untuk pulang ke negaranya masing masing. Dan pada waktu bersamaan CHina terus memperkuat industri dalam negerinya untuk persiapan menyerap buruh yang kehilangan pekerjaan akibat pabrik yang henngkang. Sekarang saya tersenyum. Demikian teman ini membuat analisa sederhana. Walau masih banyak pertanyaan dikepala saya. Tapi sudalah, setidaknya dia sudah menemani kebersamaan dimalam jumat ini. Hari telah menjelang malam. Saatnya pulang, dan pikiran saya kepada nasib buruh di negeri saya yang tetap menyedihkan ditengah harga yang terus melambung memenggal penghasilan mereka. Anehnya , para pejabat berbangga hati karena Indonesia sudah masuk G20 tapi upah buruh lebih buruk ketimbang Thailand dan Philipina yang bukan anggota G20.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5125253227250066898?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5125253227250066898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5125253227250066898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5125253227250066898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5125253227250066898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/02/buruh.html' title='Buruh.'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--NuxiwO9Rfc/Ty6z5w2wk0I/AAAAAAAACM0/Eut1qdsE3rw/s72-c/labor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5273418196387111513</id><published>2012-01-26T04:22:00.003+07:00</published><updated>2012-01-26T09:37:54.518+07:00</updated><title type='text'>Create society</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-riduBSlNt2Q/TyC8Zz5QBKI/AAAAAAAACMM/N0CNIenIusQ/s1600/jelly.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-riduBSlNt2Q/TyC8Zz5QBKI/AAAAAAAACMM/N0CNIenIusQ/s200/jelly.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam perjalanan ke Shenzhen, terlihat antrian panjang orang di gate immigration Hong Kong. Begitupula di station Louhu . Antrian didepan loket kereta panjang sekali.. Maklum ini menjelang tahun baru china &amp;nbsp;( China New year ).Sebagian besar penduduk kota pulang mudik. Sama dengan di Indonesia ketika hari raya Idul Fitri. &amp;nbsp;Ada rasa kagum melihat antrian yang begitu panjang dan terkesan sangat tertip, padahal Polisi nampak hanya 4 orang berdiri diam depan gate. &amp;nbsp;Saya membayangkan dinegeri saya, masalah tertip antri itu sulit sekali. Saya sampaikan kepada teman tentang kekaguman saya itu. Teman saya hanya tersenyum. Menurutnya mereka semua tertip karena di create oleh pemerintah. Bukan karena dorongan hati untuk tertip. &amp;nbsp;Pemerintah china sangat ahli tentang tiga hal. Apa itu , tanya saya penasaran ? &amp;nbsp;Pertama, menciptakan rasa kawatir akan masa depan. Kedua , menciptakan ambisi &amp;nbsp;akan hari ini. Ketiga ,menciptakan rasa takut akan masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Rasa kawatir akan masa depan ? bagaimana mungkin? Dalam system demokrasi semua pemimpin memberikan harapan masa depan lewat retorika. Teman ini melanjutkan bahwa orang akan mendengar apa yang terbaik yang harus dia lakukan hari &amp;nbsp;ini bila dia dikecam rasa kawatir tentang besok.. Ini sudah hukum alam. Anda akan menunda pekerjaan hari ini karena anda yakin akan ada hari esok. Padahal tomorrow never come. &amp;nbsp;Kehidupan itu hanyalah hari ini. Besok belum menjadi milik kita. Ok, lah. Bagaimana dengan menciptakan ambisi hari ini ? Tanya saya lagi. Justru dengan adanya rasa takut akan masa depan, membuat orang bersemangat tanpa lelah untuk berbuat apa saja untuk hari ini. Dan bagaimana dengan rasa takut akan masa lalu ? tanya saya. Pemerintah china punya sederet bukti sejarah yang gelap tentang masa lalu , seperti penjajahan jepang, revolusi kebudayaan. Itu semua dibenamkan dalam ingatan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kelihatannya sederhana ungkapan itu. Tapi bagaimana caranya sehingga menjadi sebuah system yang membuat rakyat terjebak dengan rasa kawatir akan masa depan, berambisi akan hari ini dan rasa takut akan masa lalu ? How ? tanya saya. Pemerintah sangat smart. Jawabnya. Bahwa ibarat air , rakyat china itu hanya butuh saluran untuk mereka mengalir deras. Tinggal bagaimana pemerintah menyiapkan kanal &amp;nbsp;sebaik mungkin agar air itu mengalir sampai &amp;nbsp;ketujuan. &amp;nbsp;Ada tiga hal yang &amp;nbsp;dilakukan pemerintah, yaitu pertama, membuat jalan atau transfortasi &amp;nbsp;darat , laut , udara sebaik mungkin. Jalan darat &amp;nbsp;seperti toll way, high way, rel kereta dibangun secara luas di China, &amp;nbsp;Bandara dan pelabuhan laut dibuat secara meluas disemua provinsi. Industri otomative ( mobil dan kereta ), Industri pesawat, indusri kapal angkut, di bangun oleh pemerintah lewat BUMN china. Riset system tranfortasi dilakukan disemua pusat riset china dan diimplemtasikan dalam setiap periode pembangunan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dengan tersedianya &amp;nbsp;infrastruktur , memungkinkan arus barang dan orang dapat &amp;nbsp;mobil secara efisien maka ibarat air, rakyat akan bergerak ( mobil ) secara efektif untuk berinteraksi dalam setiap kegiatan business. BIla rakyat sudah disediakan kanal untuk mengalir deras kemana saja maka selanjutnya , kedua, pemerintah china menyediakan zona ekonomi yang bersaing. Pada zona ini semua orang dihadapkan pada satu kondisi, bekerja atau mati. &amp;nbsp;Kemana saja orang memalingkan wajahnya dan melangkah &amp;nbsp;mereka dijebak dengan kondisi kerja atau mati. Pekerjaan tersedia luas dimanapun namun ancaman malas adalah kematian ( =tersingkir tanpa dipedulikan ). &amp;nbsp;Pada kondisi ini, bila terjadi kerjasama antar rakyat , saling mendukung, itu memang tuntutan situasional. Dengan demikian ambisi rakyat pada hari ini adalah ambisi untuk bertahan hidup, bukan mimpi akan masa depan gilang gemilang. Retorika seperti jurkam Pemilu dan Pilkada, tidak ada di china.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketiga, pemerintah china menarik investor asing masuk. Setiap keberhasilan asing membangun suatu project ,akan disebar luaskan lewat media massa. Namun pada waktu bersamaan pemerintah mem propagandakan bahwa asing adalah musuh utama dan ancaman masa depan mereka. Dihadapan rakyat ada asing yang bebas berinvestasi dan mereka disadarkan bahwa asing akan memenggal kesempatan mereka untuk hidup pada hari ini.Filem seri tentang kekejaman Jepang ketika menjajah China sampai kini masih terus ditayangkan oleh TV nasional china. Itulah sebabnya , jangan kaget bila rakyat tidak peduli dengan paten atau copy right. Apa saja yang bisa dibuat oleh asing dan laku dijual , mereka akan copy. Lambat namun pasti perusahaan raksasa asing yang ada di China sudah berpindah tangan ke pengusaha local. Ini akan terus berlanjut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Di Negara kita, orang di buai dengan janji masa depan yang gilang gemilang, sementara hari ini pemerintah mengobral SDA kepada asing, mempersulit &amp;nbsp;daya saing usaha kecil , menimbun hutang untuk dibayar dimasa depan dan masa lalu yang bau amis darah berusaha dilupakan. Maka dimasa lalu kita tidak mendapat pelajaran untuk hari ini dan pada hari ini tanpa disadari &amp;nbsp;kita mengubur masa depan itu sendiri…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5273418196387111513?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5273418196387111513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5273418196387111513' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5273418196387111513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5273418196387111513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/01/create-society.html' title='Create society'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-riduBSlNt2Q/TyC8Zz5QBKI/AAAAAAAACMM/N0CNIenIusQ/s72-c/jelly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-4478911743004465023</id><published>2012-01-20T09:18:00.002+07:00</published><updated>2012-01-20T09:22:10.327+07:00</updated><title type='text'>Orba In memoriam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nksA-jZOEMQ/TxjO4G--85I/AAAAAAAACLQ/O07f6UNYu4Q/s1600/Orba.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-nksA-jZOEMQ/TxjO4G--85I/AAAAAAAACLQ/O07f6UNYu4Q/s1600/Orba.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketika itu tahun 89 saya sebagai buying agent dari Daesung ( Korea ). Sebagai pengusaha muda saya sempat kecewa dengan keputusan pemerintah membatasi Import &amp;nbsp;“Fit On”. Fit On adalah alat receiver yang ditempatkan pada antenna parabola untuk menerima sinyal televise dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah tidak melarang import Fit On hanya membuat spec yang sesuai kehendak pemerintah. Maksudnya agar jangkauan receiver terbatas yang bisa dijangkau oleh public. Maklum ketika itu kebijakan Orba sangat restriction dengan arus informasi global. Untuk itu pemerintah menunjuk satu importer untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Memang sudah tradisi Orba yang selalu menggunakan cara sederhana mengendalikan peredarang barang, yaitu menunjuk monopoli. Dan monopoli itu diberikan kepada Pt. Panca Niaga ( BUMN).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Saya berusaha menghubungi Pejabat Departement Perdagangan. Saya jelaskan kebijakan itu merugikan saya sebagai agent Fit On. Dengan tenang pejabat itu mendengar keluhan saya. Ada satu pernyataan dari Pejabat itu yang sampai kini saya tidak pernah lupa bahwa dia akan melakukan apa saja untuk membantu saya asalkan saya mampu memproduksi sendiri Fit on itu. Dia juga memotivasi saya untuk jangan lagi tergantung dengan import. Sebagai pengusaha muda saya harus creative untuk mandiri, demi kepentingan nasional. &amp;nbsp;Negara membutuhkan kemandirian dari pengusaha dan Negara akan berada dibelakang untuk membantu. &amp;nbsp;Saya tahu bahwa business saya hancur karena keputusan pemerintah itu namun didepan saya ada peluang, menjadi produsen. Masalahnya kini bagaimana membuat Fit On itu. Itu yang saya sampaikan dan berharap pejabat itu memahami kesulitan saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tak berapa lama setelah pertemuan itu, pejabat itu mengundang saya datang kekantornya. Ketika bertemu kembali diruang kerjanya, dia memperkenalkan saya dengan tiga orang. Mereka dari Departement Perindustrian, ITB dan Lembaga Eelektronika Nasional. &amp;nbsp;Dalam pertemuan itu , pejabat itu meminta agar mereka membantu niat saya membuat fit on dan memproduksinya didalam negeri. Setelah pertemuan itu, proses mengarah kepada realisasi produksi Fit on itu memang berlangsung efektif. Sampai akhirnya bisa dibuat prototype untuk di uji coba. Hasilnya luar biasa. Lebih bagus daripada buatan import. Untuk membuatnya dalam produksi massal tentu membutuhkan modal tidak sedikit. Disini , lagi lagi pejabat itu memberikan solusi dengan mengundang bank terlibat membantu mimpi saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pihak bank meminta jaminan pemasaran, sebagai pra syarat pengucuran kredit investasi. Tentu bankpun minta saya menyediakan jaminan. Jaminan pemasaran saya dapatkan dari hak monopoli yang diterima oleh Panca Niaga. Maklum dulu hampir semua Departement berkuasa penuh terhadap BUMN dibawahnya. Jadi cukup satu surat dari Pejabat Departement Perdagangan, Panca Niaga bersedia menjadi mitra saya. Tapi bagaimana dengan collateral.? Saya tidak punya. Lagi lagi pejabat itu memberikan solusi. Dia menyarankan saya menggandeng Yayasan dibawah President sebagai mitra. Diapun memperkenalkan saya dengan yayasan itu. Namun karena bisnis saya tidak &amp;nbsp;berskala besar, mereka tidak bersedia menjadi mitra. Namun bersedia membantu memberikan rekomendasi kepada bank yang akan memberikan pinjaman.Tak lebih satu bulan setelah business plan disampaikan ke bank, kreditpun sudah cair. Selanjutnya saya focus bagaimana membangun Indusri tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Apa yang saya alami ini juga dialami oleh pengusaha lain. Ada sahabat saya berhasil membangun industry electronica berupa komponen mesin pemintalan &amp;nbsp;( Spinning machine ) untuk kebutuhan pabrik tekstil. Sebelumnya komponen itu diimport namun setelah diproduksi dalam negeri , pemerintah membuat kebijakan pelarangan import. Dulu hampir semua lahan perkebunan besar dikelola oleh Negara lewat BUMN ( PN Perkebunan ) dan belakangan PBS ( Perkebunan Besar Swasta ) &amp;nbsp;di izinkan namun harus diterapkan dengan pola PIR. Artinya harus melibat rakyat sebagai mitra. Jadi bukan buruh seperti sekarang ini. Waktu itu pemerintah memang sangat powerfull. Hampir semua Departement membina langsung BUMN yang sesuai dengan fungsi dan tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Banyak kisah sukses pengusaha ketika itu dan sebagian besar peran serta aktif pejabat pemerintah membantu memberikan solusi. Ketika itu,ada istilah yang hidup ditengah pengusaha, bahwa kalau ingin sukses dalam bisnis caranya cukup ikuti GBHN ( Garis Besar Haluan Negara ). Artinya selagi business kita bersinggungan langsung dengan program jangka panjang pemerintah maka seluruh pejabat akan mendukung. Derap langkah mereka seirama. Koordinasi diantara mereka berlangsung dengan efektif. Para pejabat di Departement sangat efektif menerapkan kebijakan nasional karena mereka punya BUMN dan setiap BUMN juga membina Koperasi /UKM. &amp;nbsp;Ada pula program Indonesia Incorporate dimana swasta maupun pemerintah bergandengan tangan untuk mensukseskan GBHN. Bila ada kendala dari pejabat Daerah atau LSM maka Tentara melalui PANGDAM, KOREM, KODIM, KORAMIL akan bertindak cepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ya demikian Orde Baru in Memoriam. Tentu tidak semua hal baik tentang orba. Tentu banyak juga kesalahan namun yang harus dicatat bahwa design Orba jelas bahwa kemandirian dan kepentingan nasional diatas segala galanya. Benar bahwa pejabat Orba kolusi dan nepotisme tapi itu bukan kepada asing, hanya kepada pengusaha local. Mungkin yang local itu keluarga pejabat atau teman, tapi &amp;nbsp;mereka tetap warga Negara RI yang memang berhak mendapatkan fasilitas dari negera. Tapi saat kini, hampir semua industry dan mega project , tak halal dihadapan pemerintah bila tidak ada orang asing. Promosi investasi bagi asing, seperti terkesan mengemis sementara banyak kekuatan local yang mampu memberikan terobosan kemandirian dikerdilkan , seperti kisah anak SMK yang bisa buat mobil dll. &amp;nbsp;Keberadaan BUMN semakin lemah dan dilemahkan. Sampai kini kita tidak punya lagi project &amp;nbsp;visioner seperti IPTN, lahan sejuta hektar diwilayah gambut, dll. Negeri ini memang mengarah kepada open source / open platform bagi semua bangsa, di pasarkan dan digadaikan. Tak ada lagi nasionalisme. Tak ada!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-4478911743004465023?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/4478911743004465023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=4478911743004465023' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/4478911743004465023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/4478911743004465023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/01/orda-in-memoriam.html' title='Orba In memoriam'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nksA-jZOEMQ/TxjO4G--85I/AAAAAAAACLQ/O07f6UNYu4Q/s72-c/Orba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-1171524265157413777</id><published>2012-01-10T20:54:00.003+07:00</published><updated>2012-01-10T22:29:03.193+07:00</updated><title type='text'>Negara gagal...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ofufSEIVIaM/TwxDCLqOeCI/AAAAAAAACJE/FGh0YIranx8/s1600/failed-state-map1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="96" src="http://1.bp.blogspot.com/-ofufSEIVIaM/TwxDCLqOeCI/AAAAAAAACJE/FGh0YIranx8/s200/failed-state-map1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Acap kita mendengar bahwa Indonesia adalah Negara &amp;nbsp;yang paling berhasil melaksanakan system demokrasi. Para politisi &amp;nbsp;juga ikut mengomentari betapa Indonesia Negara yang paling cepat menyesuaikan diri dengan system demokrasi. &amp;nbsp;Benarkah ? mungkin ada baiknya kita melihat data riset dari pihak luar. &lt;a href="http://pages.eiu.com/rs/eiu2/images/EIU_Democracy_Index_Dec2011.pdf"&gt;Economist intelligent Unit&lt;/a&gt; dalam laporan tentang &amp;nbsp;Global Democracy Index 2011 menempatkan Indonesia pada rangking 60 dari 167 negara didunia. Indonesia masih dibawah Thailand (rangking 58) &amp;nbsp;, India &amp;nbsp;(39) , bahkan jauh dibawah Timor Leste (42) &amp;nbsp;yang merdeka ketika rezim reformasi berhasil menjatuhkan &amp;nbsp;Soeharto. Dalam survey tersebut dengan mengacu berbagai indikasi maka Indonesia dinyatakan sebagai Negara yang cacat demokrasi &amp;nbsp;( Flawed Democracy ). Mengapa disebut cacat demokrasi ? ya karena pemilu yang penuh dengan kecurangan. Mengapa terjadi kecurangan ? karena memang tujuan orang berkuasa untuk menjadi koruptor dengan mempermainkan janji janji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Akibat demokrasi yang cacat itu maka dapat pula dikatakan bahwa Indonesia belum masuk Negara modern. Bahkan menurut Failed State Index yang dirilis oleh &lt;a href="http://www.fundforpeace.org/global/?q=fsi-grid2011"&gt;The Fund for Peace&lt;/a&gt; dan Foreign Policy Magazine selama periode 2005-2010 &amp;nbsp;Indonesia masuk dalam katagori Negara diambang gagal. Study ini memberikan posisi peringatan ( warning ), yang apabila tidak diperhatikan dengan serius maka akan segera masuk dalam posisi “waspada”, selangkah lagi menjadi Negara gagal. Yang menyedihkan dari tahun ketahun posisi Indonesia terus menurun dan mendekati Negara gagal. Saya tidak tahu bagiamana para elite menyikapi hasi riset ini. Yang pasti , tidak perlu diperdebatkan karena semua rakyat dapat merasakan dan melihat fakta keseharian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Indikasi diambang Negara gagal ini seperti pemerintah pusat yang tidak efektif. Banyak kebijakan pusat tidak diperhatikan oleh Daerah. Banyak menteri yang mengabaikan perintah president. &amp;nbsp;Infrastruktur ekonomi yang payah dan mengakibat ongkos pelayanan public menjadi mahal. Korupsi semakin meluas, dari korupsi receh sampai ke pada korupsi sistematis bergaya mafia. Kriminalitas dan amuk massa mudah terjadi. Terjadi eksodus buruh keluar negeri. Indek ekonomi membaik tapi kehidupan perekonomian semakin memburuk. Gap antara kelompok kaya dengan kelompok miskin semakin melebar. Lantas mengapa ini bisa terjadi ? &amp;nbsp;Ketika ngobrol diruang tunggu keberangkatan pesawat tadi pagi saya sempat berkenalan dengan seorang Guru besar , dia mengatakan yang menjadi masalah &amp;nbsp;kita saat ini adalah kekacauan system ketata negaraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Menurutnya kesalahan ini berawal ketika di amandement nya UUD 45 tanpa dilakukan study menyeluruh. Seakan amandement itu dibuat dengan terburu buru. Entah mengapa harus terburu buru? Mungkin ada agenda tersembunyi dari kelompok tersembunyi yang ingin membonsai kekuatan Negara kesatuan ini , katanya. &amp;nbsp;Bayangkan, lanjutnya, &amp;nbsp;bagaimana program pemerintah akan efektif bila otoritas politik saja tidak jelas. Ketidak jelasan ini berakibat kepada kacau balaunya system pengawasan dan pengendalian administrasi. Dalam situasi kacau balau ini maka hukum menjadi permainan dan kompromi menjadi syah saja terjadi. Karena platform yang goyah akibat system yang kacau, membuat celah korupsi disemua lini terjadi secara legitimate. Sehingga susah diurai. Cobalah perhatikan, semua partai terjebak dalam kasus yang memalukan dan anehnya masih saja mereka bicara tentang demokrasi dan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Benarkah system &amp;nbsp;yang salah ? tanya saya. Dia menjawab dengan tegas bahwa secara akademis belum bisa dijawab dengan pasti. Karena perlu study dan kejujuran bersikap. Bukankah dalam setiap Pemilu jumlah pemilih diatas 50%, tanya saya. Kalau jumlah pemilih dalam Pemilu sebagai indikator kesetujuan rakyat terhadap system demokrasi sekarang, itu tidak benar, jawabnya. Karena rakyat hanya sebagai konsumen dan mereka membeli karena sytem promosi dari para elite dengan janji setinggi gunung dan seluas lautan. Namun nyatanya gunung tak terdaki, lautan tak terseberangi. Rakyat tetap ditempatnya tanpa beranjak, bahkan semakin terpuruk kedalam bumi. Kemakmuran hanya ada pada data statistik. Semuanya hanya permainan culas untuk menipu rakyat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dalam sejarah , tidak pernah system politik itu dibicarakan langsung kepada rakyat. System politik itu dibicarakan dan dimusyawarakan oleh para elite yang terdidik dengan baik dan teruji akhlaknya untuk tegaknya kebaikan, kebenaran dan keadilan. &amp;nbsp;Nah kalau system demokrasi sekarang ini membuat Negara diambang gagal maka dapat disimpulkan sementara bahwa para perancang amandement UUD 45 dan juga mereka yang ada di Senayan, dibalik createor UU itu memang tidak qualified lahir batin sebagai negarawan. Dan akibat ulah mereka, rakyat banyak yang korban dan para elite kekuasaan hidup senang dengan segala kemewahan fasilitas negara. Benar benar culas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Tapi semua itu biangnya karena negara telah menghalau adat sebagai perekat budaya dan mengasingkan agama sebagai fondasi negara dan akhirnya jadilah negeri tak bertuan. Hanya soal waktu, akan hancur dengan sendirinya. Semoga ini disadari oleh kita semua untuk berubah sebelum terlambat...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-1171524265157413777?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/1171524265157413777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=1171524265157413777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/1171524265157413777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/1171524265157413777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/01/negara-gagal.html' title='Negara gagal...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ofufSEIVIaM/TwxDCLqOeCI/AAAAAAAACJE/FGh0YIranx8/s72-c/failed-state-map1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6475888154991785922</id><published>2012-01-09T00:50:00.008+07:00</published><updated>2012-01-09T20:05:59.256+07:00</updated><title type='text'>Harga ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Jl5WeOE35Vw/TwnXJJq_DCI/AAAAAAAACI8/05dDb7Ko52Q/s1600/inflasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jl5WeOE35Vw/TwnXJJq_DCI/AAAAAAAACI8/05dDb7Ko52Q/s200/inflasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tadi pagi ketika sarapan, istri saya sempat nyeletuk bahwa harga beras sekarang setengah juta rupiah &amp;nbsp;per karung ( ukuran 50 Kg ). Seperti &amp;nbsp;biasa saya tidak mau mengomentari keluhannya soal harga kebutuhan pokok yang &amp;nbsp;terus melambung. Namun yang membuat saya termenung dan akhirnya menoleh kearah istri saya adalah ketika dia mengingatkan kepada saya bahwa awal kami berumah tangga tahun 1985 harga baras hanya Rp. 22.000 per karung ( ukuran 50Kg). &amp;nbsp;Belum usai saya terkejut, dia juga nyeletuk harga emas ketika itu hanya Rp. 20,000 per gram dan sekarang harga mas dipasaran sudah mencapai hampir Rp. 500,000 per gram. “Apanya yang maju negeri ini”?. Nah, ujung &amp;nbsp;kata yang bernada bertanya inilah yang membuat saya benar benar tertawa. Seorang ibu rumah tangga yang tak paham ekonomi makro namun dapat mengajukan pertanyaan yang menyudutkan tentang public policy theory untuk kemakmuran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Saya masih ingat ketika tahun 1985, &amp;nbsp;saya bekerja sebagai Penata Buku ( junior accountant ) free lance dan juga sebagai salesman kimia Industri free lance. Dari dua pekerjaan ini saya mendapatkan penghasilan rata rata sebesar Rp. 300,000 per bulan, Ketika itu usia saya barulah 22 tahun. Kalau di kurs kan dengan emas maka penghasilan saya ketika itu setara dengan 15 gram emas. &amp;nbsp;Kalau dihitung dengan harga emas sekarang maka penghasilan &amp;nbsp;saya perbulan &amp;nbsp;Rp. 7.500.000,00s ( 15 gram emas x Rp 500,000) Besarkan ! Makanya gaji sebesar itu membuat saya financial freedom. Apalagi ongkos bus kota ketika itu hanya Rp. 100. Uang muka BTN ukuran 45/124 hanya sebesar Rp. 400,000 dengan ansuran sebesar Rp. 27,000 perbulan atau hanya memenggal 9 % dari penghasilan bulanan saya. &amp;nbsp;Walau saya masih berstatus mahasiswa yang harus mencari nafkah untuk keluaga, &amp;nbsp;saya tidak merasa sulit memenuhi semua kebutuhan hidup. Benar benar hidup sangat bahagia dan lapang ketika itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Untuk pekerjaan saya dulu , saat sekarang masuk katagori pekerja lepas yang berhak mendapatkan gaji untuk tamatan SMU dengan UMR sebesar Rp. 1.200.000,0. Coba kurs kan dengan harga emas, maka hanya 2,5 gram emas atau hanya 15 % dari gaji saya dulu. Kalau di kurs kan dengan harga beras maka setara dengan 2,5 karung beras &amp;nbsp;( ukuran 50 Kg /karung). &amp;nbsp;Bandingkan dengan penghasilan saya dulu yang bisa membeli beras sebanyak 15 karung. &amp;nbsp;Apakah mungkin UMR sebesar Rp 1200,000 dapat mengambil rumah BTN ukuran rumah seperti saya dulu?. Saya rasa di era sekarang itu hanya mimpi bagi pekerja dengan UMR tamatan SMU. Ini realitas. Kebayang engga di era sekarang pekerjaan sama seperti saya dulu &amp;nbsp;punya penghasilan Rp. 7.500,000.0 /bulan ? Sementara harga beras Rp. 10,000 per kg. Ongkos bus Rp, 3.500.,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Istri saya bertanya “ apanya yang maju negeri ini ? &amp;nbsp;dengan mengambil parameter beras dan emas. Beras berhubungan dengan perut dan emas berhubungan dengan keadilan alat tukar. Dua hal sangat esensi dalam mengukur tingkat kemakmuran suatu bangsa. Apa artinya data tersebut diatas ? bahwa memang negeri ini dari tahun ketahun tidak ada kemajuan , bahkan mundur kebelakang bukan hanya selangkah tapi beberapa langkah. Apa penyebabnya ? Saya tidak perlu menjelaskan dalam teori yang rumit. Cukup satu kata, yaitu INFLASI. &amp;nbsp;Inilah biang kemunduran negeri ini. Kebijakan moneter dan fiscal yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi ( GNP ) tentu perlu inflasi sebagai pemicu pertumbuhan, telah memenggal income rakyat. Walau pemerintah bicara tentang inflasi hanya dibawah 2 digit, itu hanyalah boong belaka diatas angka statistik, &lt;i&gt;there are three kinds of lies: Lies, Damn Lies, and Statistics&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kadang kenaikan harga disalahkan pedagang. Ini menipu rakyat. Kenaikan harga bukanlah ulah pedagang tapi ulah kebijakan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dari masa ke masa pemerintah itu beroperasi seperti business ponzy. Mereka membuat kebijakan untuk kepentingan mereka sendiri. Tidak ada kepentingan rakyat. Setiap rezim jatuh meninggalkan luka dan derita bagi rakyat banyak dan selanjutnya digantikan oleh rezim berikutnya dengan janji perbaikan namun tak ada perubahan. Mereka justru melanjutkan permainan ponzy itu dengan bentuk dan rupa berbeda namun esensinya tetap sama, merampok rakyat. Apa permainan ponzy itu ? mencetak uang melalui penarikan hutang ( dalam dan luar negeri) sebagai mesin pendorong pertumbuhan atas dasar asumsi (pasti tidak tepat) dan kita hanya bisa merasakan harga terus naik mengalahkan kenaikan penghasilan tetap. Sementara ekses design pertumbuhan seperti itu melahirkan segelintir orang kaya dan super kaya, entah itu pejabat, politisi ataupun pengusaha yang dekat dengan penguasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6475888154991785922?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6475888154991785922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6475888154991785922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6475888154991785922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6475888154991785922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/01/harga.html' title='Harga ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Jl5WeOE35Vw/TwnXJJq_DCI/AAAAAAAACI8/05dDb7Ko52Q/s72-c/inflasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-1138768107346117021</id><published>2012-01-02T08:10:00.005+07:00</published><updated>2012-01-04T09:08:11.761+07:00</updated><title type='text'>China ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pada tahun 2001 orang memprediksi China akan bankrupt bila China bergabung &amp;nbsp;dengan WTO dan mengikuti kepatuhan yang ditetapkan oleh WTO. Maklum saja Negara sosialis harus masuk dalam globalisasi perdagangan dunia, tentu akan menjadikan China sebagai sasaran korban terbesar dari kerakusan kapitalisme. Tapi benarkah ? Nyatanya dibawah kepemimpinan Partai Komunis , China tetap exist sampai kini dan bahkan mencatat rekor sebagai kekuatan ekonomi &amp;nbsp;nomor dua di dunia. &amp;nbsp; Mengapa China bisa bertahan ? Pertama tama disebabkan oleh pemerintah pusat China mampu mengelola keterlibatannya dengan WTO dan bermain cantik mengabaikan ketentuan WTO. Pada waktu bersamaan masyarakat Intenational mencoba tolerant terhadap China yang tetap melindungi pasar dalam negerinya dari serbuan produsen asing&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hIsbW2VJIyI/TwED11I5czI/AAAAAAAACIQ/uPajwyXHE6c/s1600/china.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://2.bp.blogspot.com/-hIsbW2VJIyI/TwED11I5czI/AAAAAAAACIQ/uPajwyXHE6c/s200/china.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Dengan ukuran apapun, faktanya, China memang berhasil membangun negaranya dengan sangat penomental setelah bergabung dalam WTO. Pertumbuhan ekonomi dua digit sejak tahun 1990. Dengan kenyataan ini World bank berani memprediksi bahwa China akan terus tumbuh &amp;nbsp;8 persen dalam dua decade berikutnya dan IMF memperkirakan lebih hebat lagi bahwa pada tahun 2016 China akan mengalahkan AS dari segi Ekonomi. Benarkah begitu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Teman saya analis keuangan di Hong Kong menjawab dengan singkat “Don't believe any of this” Karena menurutnya kemajuan China sebelumnya lebih didukung oleh situasi dan kondisi yang memang tepat untuk tumbuh. Lucky time !Ya, kebijakan reformasi Deng bertepatan dengan usainya perang dingin , yang memang pasar dunia terbuka luas. Rakyat &amp;nbsp;bersemangat tinggi untuk keluar dari cengkraman rasa takut akibat kelaparan Revolusi Kebudayaan ,tidak memperdulikan berapa mereka dibayar atas barang yang dihasilkannya. Bagi mereka ynag penting dapat makan. Itu saja. Ini dimanfaatkan dengan cerdas oleh elite penguasa China untuk menjadikan rakyat banyak sebagai mesin pertumbuhan industri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Namun ketika crisis terjadi, pasar menyusut. China mulai kehilangan momentum pertumbuhan. Sejak tahun 2008 krisis global terjadi , Pemerintah china telah berusaha dengan segala daya untuk mengantisipasi akibat dari krisis itu termasuk menggelontorkan dana USD 1 triliun untuk stimulus ekonomi. Mungkin ini jumlah dana stimulus terbesar didunia. Tapi apa hasilnya ? Indikator ekonomi menunjukan tak ada hasil apapun dari program stimulus itu. Bahkan memicu terjadinya inflasi ,yang selama ini merupakan hal yang sangat dibenci oleh pejabat di Beijing. Namun inflasi yang dimaksud tetap terkendali lewat kebijakan sector pedesaan yang &amp;nbsp;solid terhadap rakyat kebanyakan. &amp;nbsp;Mungkin inflasi terasa berat bagi pebisnis dan pekerja di perkotaan karena hampir semua kebutuhan hidup meningkat mahal tapi tidak bagi rakyat di pedesaan karena pemerintah mengentrol harga dengan ketat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Yang menjadi isu utama sekarang adalah banyaknya pihak &amp;nbsp;asing mencela kebijakan Beijing yang tidak pro active untuk memberikan solusi kepada dunia usaha. Demikian yang saya dengar keluhan dari beberapa perusahaan asing. Tapi tidak bagi pengusaha local. Maklum saja, ketika krisis global , pasar export jatuh sampai 40% . Banyak perusahaan asing yang berinvestasi di China ingin mengalihkan pasarnya ke pasar domestic yang sangat potensial . Tapi &amp;nbsp;UU di china tidak membenarkan perusahaan asing yang berinvestasi di China masuk &amp;nbsp;kepasar domestic. Belum usai itu lagi, Pemerintah China mulai menaikkan tariff pajak bagi perusahaan asing dan pada waktu bersamaan menurunkan pajak bagi perusahaan local. &amp;nbsp;Maka jangan kaget bila hampir setiap har ada saja industry asing &amp;nbsp;di China yang mengandalkan export bertumbangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Banyak gedung &amp;nbsp;apartement yang selama ini dihuni oleh orang asing ,kini ditinggalkan oleh penghuninya karena industry mereka gulung tikar. Pada waktu bersamaan akibat permintaan apartement sebelumnya begitu tinggi telah mengakibatkan bubble assert. Kini ketika krisis , harga apartement jatuh sampai 40 % . Sebagian besar property di China mendapat pinjaman dari Bank dan kini bank di China terancam NPL dalam jumlah besar. Hanya masalah waktu NPL ini akan meledak yang mungkin akan menjadi bencana mortgage melebihi AS. &amp;nbsp;Usulan untuk memberikan kebijakan bail out bagi usaha property untuk keluar dari jebakan mematikan ini, ditolak keras oleh Pemerintah pusat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Satu &amp;nbsp;hal yang mungkin orang lupa bahwa walaupun selama ini China terkesan kapitalis dan tumbuh berkembang lewat pasar bebas namun sebetulnya tidak ada kebebasan ala WTO atau globalisasi. Kepentingan dalam negeri China adalah harga mati yang harus dibela oleh seluruh elite Partai. China tetaplah komunis yang menempatkan mayoritas rakyat sebagai raja diatas segala galanya. Kemajuan china yang spektakuler selama ini akibat&amp;nbsp;foreign&amp;nbsp;investment &amp;nbsp;hanya dinikmati oleh 20% rakyat yang &amp;nbsp;menjadi kelompok menengah. Sementara ada 80 % rakyat hidup di pedesaan. Mereka hidup dalam suasana komunis, yang mengutamakan kerjasama, gotong royong menyelesaikan masalah keseharian. &amp;nbsp;Jutaan buruh migrant yang kehilangan pekerjaan di kota akibat industry yang bangkrut, tetap punya tempat untuk kembali kedesa. Ya kembali ketempat asal mereka untuk bersama sama dengan komunitasnya hidup damai dalam suasana kekeluargaan ala komunis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-1138768107346117021?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/1138768107346117021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=1138768107346117021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/1138768107346117021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/1138768107346117021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2012/01/china.html' title='China ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hIsbW2VJIyI/TwED11I5czI/AAAAAAAACIQ/uPajwyXHE6c/s72-c/china.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6825289691747609828</id><published>2011-12-29T21:02:00.008+07:00</published><updated>2011-12-30T22:22:54.459+07:00</updated><title type='text'>Revolusi sosial ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kemarin malam kedatangan tamu di apartement. Saya acap melihat dia di kuridor apartement dan ketika perpapasan saya hanya mengangguk sambil tersenyum. Karena sering ketemu kamipun bersapa dan tentu berkenalan. Ternyata dia orang yang ramah. Usianya sudah diatas 60 namun penampilan dan gayanya masih seperti anak muda. Dia becerita bahwa dia lahir di Hong Kong berayah dari Inggeris dan Ibu dari Hong Kong. Usia remaja dihabiskannya di London. Setelah menamatkan kuliah , dia tinggal di Hong Kong dan kemudian pindah ke Beijing. Dan terakhir menetap di Hong Kong. Pekerjaannya sekarang adalah pengusaha yang bergerak dibidang export dan import. Ciri khas bisnisnya memang sesuai dengan gaya orang Hong Kong kebanyakan. Memanfaatkan informasi yang luas untuk mendapatkan peluang bisnis. Dia membeli hasil tambang dan komoditas pertanian &amp;nbsp;dari Indonesia dan menjualnya ke China.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Walau terkesan dia pengusaha eksport import berkelas dunia dengan omzet triliunan namun dia melakukannya dari apartement. Tanpa karyawan dan juga tanpa kantor. Caranya, dia membeli Purchase Order dari pengusaha China yang terikat kontrak pembeli akhir. Maklum pembeli akhir &amp;nbsp;tidak bisa membayar tunai dan biasanya membayar tiga bulan.maka disinilah peluang dia dapat. Melalui koneksinya yang kebanyakan bangsawan kaya raya Arab yang tinggal di London, dia mendapatkan kepercayaan mengelola dana titipan ratusan juta dollar. Uang inilah yang menjadi kekuataannya mengambil alih pembiayaan kontrak. Margin keuntungan yang diberikan kepada bangsawan Arab jauh diatas bunga bank.Bagi orang Arab, bisnis ini lebih menguntungkan dan halal ketimbang mereka menempatkan dananya di Bank berbunga riba. Diapun kaya raya karena itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Karena dia banyak pengalaman bisnis di Indonesia dan juga di China, dia mengungkapkan kesannya terhadap China dan Indonesia. Menurutnya &amp;nbsp;kalau ada rakyat seperti kerbau &amp;nbsp;yang hanya boleh melihat kesatu arah dengan hidung ditusuk untuk dikendalikan maka itu adalah rakyat China. Walau kerbau terkesan perkasa namun tetap saja dia bodoh. Namun ada yang lebih bodoh lagi yaitu rakyat Indonesia. Mereka diberi kebebasan dalam suasana demokrasi. Mata dan pandangan mereka bebas kemana mereka mau hadapkan. Tapi mereka tetap lebih bodoh dari Rakyat China. Mengapa ? tanya saya dengan agak geram. Rakyat indonesia &amp;nbsp;hidup dalam sistem demokrasi yang bebas namun secara bebas pula pemerintah menipu anda semua. Pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi rendah, nyatanya kenaikan harga lebih cepat daripada pendapatan anda. dan tanah rakyat semakin menyusut kepemilikannya digantikan oleh pemodal besar. Hukum membuat anda menjadi orang bebas yang kalah. Rakyat China, jelas mereka kalah dihadapan penguasa tapi mereka dilindungi haknya &amp;nbsp;secara kekuasaan pula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-H8oa8yDYbLk/Tvxy2NEHYtI/AAAAAAAACHE/EHwoh-ToWdA/s1600/revolution.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-H8oa8yDYbLk/Tvxy2NEHYtI/AAAAAAAACHE/EHwoh-ToWdA/s200/revolution.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Saya hanya dapat memaklumi apa kata teman itu. &amp;nbsp;Memang benar bahwa peringkat kedua tertinggi kasus pelanggaran HAM sejak Lembaga HAM dibentuk adalah soal tanah. Dari tahun ketahun selalu kasus perampasan tanah rakyat terus meningkat. Karena tanah sudah menjadi mesin kapitalis untuk meningkatkan nilai modal. &amp;nbsp;Ketika krisis global , dunia kapitalis tidak lagi melihat high tech sebagai bisnis masa depan. &amp;nbsp;Dimasa depan hanya dua bisnis yang pasti berjaya yaitu pangan dan energy. Kedua hal ini membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Apalagi ditemukannya tekhnologi bio energy yang menggunakan bahan pangan seperti jagung , singkong, CPO sebagai bahan baku. Indonesia yang dikenal sebagai Negara agraris yang berada di lintasan khatulistiwa yang menikmati musim semi sepanjang tahun adalah wilayah potensi untuk mengembangkan modal menguasai bisnis pangan dan energy&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Benarlah , ketika krisis global, harga pangan dan energy terus meroket. Bahkan sudah sampai pada tahap mengkawatirkan dunia. Jatuhnya rezim di Mesir karena harga pangan yang melambung hingga tak terjangkau rakyat. Sementara jumlah penduduk tertus bertambah dan kebutuhan pangan tentu semakin meningkat. Untuk beras saja diperkirakan tahun 2030 permintaan akan mencapai 50 juta ton pertahun. Kelihatannya ini era kesejahteraan bagi petani karena permintaan meningkat? oh tidak. Ini justru era pengganyangan petani. Para petani tidak berhak mendapatkan limpahan peluang bisnis itu. Yang berhak adalah pemodal dengan menguasai lahan ratusan ribu hektar dan tentu berakibat tersingkirnya petani dari lahannya, terutama petani gurem yang menguasai lahan hanya 0,5 hektar akan sangat mudah tersingkir. Mereka menjadi kumpulan pekerja berupah murah. Menjadi second class dinegeri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Kekuatan pemodal tidak akan terhenti untuk terus menguasai lahan sepanjang yang bisa mereka kuasai. Ini sudah hukum bisnis , dimana ada peluang , uang dilempar walau harus mengorbankan orang lain. Hanya soal waktu revolusi sosial akan terjadi. &amp;nbsp;Mengapa ? Peluang besar yang diberikan pemerintah kepada system kapitalisme telah melahirkan segelintir pemodal menguasai lahan rakyat dalam jumlah besar. Mungkin soal harga kebutuhan pokok yang melambung akibat pemerintah yang culas mempermainkan mata uang lewat kebijakan inflasi dan pajak sana sini, tidak begitu dipedulikan oleh rakyat. Mereka sabar. Tapi soal tanah? Ini soal lain. Ini bersinggungan langsung dengan hak dasar rakyat jelata. Sejarah sudah membuktikan bahwa revolusi terjadi hanya berkisar soal hak akan tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Bila hak rakyat mayoritas yang paling hakiki disinggung maka rra kondisi terjadinya revolusi sosial langsung terbangun dengan cepat dan merambat kemana mana. Pada tahap ini tidak dibutuhkan pemimpin hebat untuk meledak. Siapapun yang nekat bisa memimpin revolusi karena revolusi itu seperti kata Tan Malaka “Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan.” Berbagai keadaan itu telah terjadi dengan sendirinya akibat rezim yang culas dan buta hati. Namun satu satunya yang paling mendasar adalah keadaan dimana hak keadilan akan tanah tidak ada lagi. Bila revolusi terjadi maka a&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;marah dan dendam rakyat jelata akan menyatu. Ketika itu para elite entah itu pengusaha maupun penguasa akan menjadi korban....&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Semoga ini disadari oleh pemerintah. Semoga…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6825289691747609828?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6825289691747609828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6825289691747609828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6825289691747609828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6825289691747609828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/12/revolusi-sosial.html' title='Revolusi sosial ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-H8oa8yDYbLk/Tvxy2NEHYtI/AAAAAAAACHE/EHwoh-ToWdA/s72-c/revolution.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5749235888375746335</id><published>2011-12-19T16:03:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T12:34:45.364+07:00</updated><title type='text'>Rating...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Jlfjhh_1wIw/Tu792Q9_AFI/AAAAAAAACEo/KdIFs4kaTIE/s1600/gap.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://4.bp.blogspot.com/-Jlfjhh_1wIw/Tu792Q9_AFI/AAAAAAAACEo/KdIFs4kaTIE/s200/gap.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Peringkat ( rating ) surat hutang Indonesia naik dari BB menjadi BBB. Ini luar biasa.! Karena pada waktu bersamaan Negara maju mengalami penurunan rating &amp;nbsp;(downgrade ) surat hutangnya. Menteri Perekonomian menyambut kenaikan rating itu dengan rasa percaya diri bahwa dalam jangka waktu dekat Indonesia akan dibanjiri investor asing. Kemudian, tidak bagi Amin Rais yang mengatakan bahwa nasionalisme Indonesia sudah lumpuh karena arus investasi asing merupakan exploitasi sumber daya alam dan tak ubahnya dengan VOC. Sejarah berulang. &amp;nbsp;Pak Amin telah berkata dalam kapasitasnya sebagai politikus, sebagai cendekiawan, juga agamawan. Akankah didengar ? Walau Menko Perekonomian juga adalah petinggi partai yang didirikannya. Mungkin Pak Amin sampai berkata seperti itu karena sekedar penyambung pesan dari rakyat yang telah &amp;nbsp;kehabisan airmata dan kata kata. Ya, ada yang senang dan bangga dengan meningkatnya rating Indonesia tapi juga ada yang mulai kawatir nasionalisme akan larut dimakan arus globalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Pada jamuan makan malam dengan relasi di Republik Plaza, Guangzhou, teman dari Canada &amp;nbsp;sempat mengomentari kehebatan Indonesia mengelola hutang. Namun teman dari China yang ikut dalam makan malam itu punya komentar lain. Menurutnya ,kalau memang peningkatan rating ini by design maka seharusnya pula peningkatan daya dukung infrastruktur ekonomi juga by design. Terutama lagi adalah peningkatan Sumber Daya Manusia harus menjadi prioritas utama. Karena apa artinya peningkatan rating kalau ternyata tidak efektif menarik investasi ke sector riel yang berdampak langsung kepada peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Apa artinya peningkatan rating bila pada akhirnya hanya memudahkan pemerintah menarik hutang keluar negeri. Apa gunanya peningkatan rating bila arus investasi hanya masuk ke wilayah yang tersedia infrastruktur ekonominya. Bagaimana dengan daerah lain yang miskin infrastruktur ekonominya ? Dalam era demokrasi , sudah seharusnya keterlibatan langsung rakyat banyak menjadi agenda utama ,bukan keterlibatan segelintir investor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Ketika usai makan malam, saya sempat termenung. Apalagi ketika membuka &amp;nbsp;kompas.com yang memberitakan peristiwa di Masuji Lampung. Siapapun yang masih punya hati akan merasa larut dalam emosi ketika menyaksikan rakyat lemah dijadikan second class ditengah ambisi asing menguasai sumber daya alam. Sulit dibayangkan di negeri yang merdeka karena perang bau amis darah , yang berjihad demi tegaknya kebenaran, kebaikan dan keadilan, pada akhirnya tetap menumpahkan darah sampai kini. Kalau dulu rakyat mengorbankan darahnya untuk kemerdekaan negaranya namun kini mereka menjadi korban demi membela keadilan dirinya sendiri dihadapan Negara yang dincintainya. &amp;nbsp;Benarlah bahwa Nasionalisme sudah lumpuh. Nurani keadilan tentang Indonesia tidak lagi menjadi bagian dari kebijakan nasional. Kebijakan Negara adalah kebijakan untuk pemodal, untuk &amp;nbsp;mendatangkan &amp;nbsp;pajak agar mampu membayar hutang luar negeri, termasuk membiayai aparat yang boros dan culas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Peristiwa Masuji kini dan Papua sebelumnya , hanyalah contoh kecil dan nyata yang dibentangkan dihadapan kita semua. Ini tidak hanya terjadi disektor perkebunan yang merampas tanah rakyat dengan cara cara kekerasaan bau amis darah dan bahkan menimbulkan derita yang berkepanjangan bagi rakyat. Ini terjadi hampir disemua sector pembangunan yang meng exploitasi sumber daya alam, seperti &amp;nbsp; pertambangan, dan lain sebagainya. Ketika peristiwa terjadi dan tersebar luas dimedia massa, aparat dengan cepat berkelit, para elite bersegera tampil didepan public dengan wajah sedih dan peduli. Namun kita lupa bahwa semua itu terjadi tidak dengan begitu saja. Investor asing hanya berusaha membela haknya berdasarkan legitimate yang didepatnya lewat system perizinan Negara. Maka tindak kekerasan penuh pelanggaran HAM berat dilaksanakan dengan cara membenturkan rakyat dengan rakyat. Benar benar konspirasi solid untuk menjadikan rakyat sebagai korban dan disalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Tak terhitung kalinya kita berteriak lantang agar pemerintah membuka mata hatinya untuk peduli kepada rakyat yang lemah. Tapi suara kita ditelan oleh berita tentang kehebatan Indonesia memperbaiki surat Hutangnya dihadapan asing dan pertumbuhan ekonomi. Walau nyatanya semua tahu bahwa peningkatan rating dan pertumbuhan ekonomi itu tidak berdasarkan sumber daya manusia tapi berdasarkan pada exploitasi sumber daya alam dan pemborosan belanja domestic yang dipicu oleh kebijakan moneter. Kalaulah rezim ini memang bekerja amanah untuk rakyat seharusnya peningkatan rating kepercayaan surat hutang juga adalah peningkatan SDM dan perluasan akses investasi disemua wilayah , bagi semua orang, tidak hanya bagi orang asing yang berkemampuan modal dan tekhnologi. Ya, pemerintah nampak hebat dan solid merancang peningkatan trust dihadapan asing namun tidak cukup pintar membangun trust dihadapan rakyat. Karena mindset culas dan korup. Itu saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS', sans-serif;"&gt;Saya menghela nafas. Rasa kemanusiaan saya menjerit ketika membayangkan tubuh manusia harus berpisah dengan kepalanya. Saya yakin mereka yang menjadi korban itu adalah simiskin yang lemah ,yang berusaha membela sejengkal tanah untuk hidupnya, untuk keluarganya. Tapi begitulah yang terjadi. Apa hendak dikata. System telah &amp;nbsp;terbangun lewat gedung DPR, lewat mereka yang kita pilih dengan sebuah hope for a better tomorrow dan pemerintah bekerja berdasarkan system itu. Kita tertipu. Ternyata system harus membela pemilik modal entah darimanapun asalnya, Pemodal harus dibela dengan all at cost. Berdasarkan system pula , semua teriakan keadilan akan berakhir secara system pula. Ya semua sudah sesuai dengan procedure, kata mereka , yang salah adalah rakyat. Investor tetap dipihak yang harus utama dibela, demi rating, demi trust dihadapan pemodal juga asing…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5749235888375746335?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5749235888375746335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5749235888375746335' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5749235888375746335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5749235888375746335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/12/rating_19.html' title='Rating...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Jlfjhh_1wIw/Tu792Q9_AFI/AAAAAAAACEo/KdIFs4kaTIE/s72-c/gap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6207074160423743481</id><published>2011-12-14T00:44:00.012+07:00</published><updated>2011-12-17T01:01:37.979+07:00</updated><title type='text'>Sondang Hutagalung</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--zynAncq1q8/TueW7XUla6I/AAAAAAAACEM/ndMzkSTDROw/s1600/sondang%2B%25281%2529.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 189px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--zynAncq1q8/TueW7XUla6I/AAAAAAAACEM/ndMzkSTDROw/s200/sondang%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685679001195342754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ia adalah putra seorang supir taksi. Tak perlu dijelaskan bagaimana kehidupan orang miskin itu. Dia rasakan dan dia akrap dengan keseharian itu. Walau dia beruntung termasuk segelintir kecil pemuda yang mendapatkan kesempatan duduk di Universitas untuk sebuah hope namun tidak membuatnya berdiam dan menanti hope itu. Dia bangkit dalam kegundahan tentang kemiskinan yang dilihatnya setiap hari. Dia tahu pasti bahwa itu karena ketidak adilan penguasa. Dia ingin menjadi pejuang dari komunitasnya. Semua sadar , termasuk dia bahwa apa yang diperjuangkannya adalah sia sia. Karena yang dihadapinya adalah system yang angkuh bersama elite yang korup. Yang tak suka ada aktifis seperti dia. Yang membolehkan Polisi menyepak atau merekaya pembunuhan untuk orang seperti dia. Dialah Sondang Hutagalung , yang membakar dirinya sendiri didepan Istana dimana sang President berkantor dan bertitah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelumnya bulan lalu di Nigeria terjadi hal yang sama pada pemuda bernama Yenesew Gebre yang membakar dirinya sendiri dalam satu aksi anti korupsi. &lt;/span&gt;Mungkin apa yang dirasakan oleh Yenesew Gebre &lt;span class="apple-style-span"&gt;di Negeria tak beda  dengan &lt;/span&gt;Sondang Hutagalung  di Indonesia. Betapa tidak ? Yenesew Gebre tahu pasti bahwa negerinya penghasil  minyak, Negara demokratis setelah menjatuhkan junta militer tapi perbaikan bukannya terjadi malah korupsi semakin terjadi secara sistematis.  Dulu para pemuda gagah berani bersama  sama menjatuhkan junta militer dan bersama sama pula menaikkan kekuataan sipil dalam pemerintahan. Namun apa yang  terjadi ? tak ubahnya keluar  dari mulut macam masuk kedalam mulut buaya. Militer maupun sipil tetap saja sama walau berbeda gaya, mereka memang  pencuri terlatih. Demikian yang ada dalam benak para anak muda itu. Hingga mereka lelah dan lelah karena kecewa akibat janji dan kenyataan tak bersua. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam era sekarang , dimana semua diukur dengan akal , rasanya sulit untuk menjelaskan bagaimana ada manusia sehat lahir batin mau membakar dirinya sendiri.  Hanya karena alasan untuk menyampaikan kebenaran.  Padahal banyak cara untuk menyampaikan kebenaran. Demikian kata orang yang berakal. Tapi tidak bagi sipemberani mati itu. Baginya kehidupan bukanlah harga mati untuk dibela. Tentu bagi sang aktifis, ketika dia berjuang semua resiko telah diperhitungkannya. Mereka focus dengan nilai nilai perjuangannya. Segala cara, mungkin telah dilakukannya.  Disepak polisi, ditangkap dan di interogasi dengan kekerasan dan lain sebagainnya telah dilaluinya. Sampai pada satu titik  , timbul rasa frustrasi karena semakin keras perjuangannya untuk menegakan kebenaran semakin keras pula sikap penguasa untuk mengabaikan, bahkan semakin mempertotonkan kebobrokan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Penguasa kini tidak seperti Firaun yang memaksa orang remai menjadikannya  Tuhan. Namun prilaku, sikap dan perbuatan penguasa kini tak ubahnya Firaun. Memang  tidak ada tindak pemaksaan kepada pembela kebenaran untuk membunuh  dirinya sendiri tapi cara dan sikap pemeritah secara psikis dan sistematis telah mengakibatkan banyak korban mati sia sia. Kalau bencana Tsunami terjadi sekali dalam 100 tahun dengan korban kematian diatas 100,000 orang namun ada kematian yang terus terjadi. S&lt;/span&gt;etiap enam jam ada 400 balita mati karena kurang gizi. Laporan dari SDKI , setiap 3 jam ada 1 kematian ibu melahirkan karena kurang gizi&lt;span class="Apple-style-span"&gt;. &lt;/span&gt;Jumlah kematian lain yang tak terdeteksi bisa saja terjadi setiap hari pada 70 juta orang miskin yang berpenghasilan dbawah USD 2 dolar perhari. Malangnya nasip orang miskin di Indonesia, Pilihannya hanya tiga yaitu berhutang, mengurangi makan , bunuh diri. Ketiganya berujung kepada kematian...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Memang bencana kemanusiaan akibat penguasa buta hati lebih dahsyat dibandingkan bencana alam. Sementara 40 orang terkaya di Indonesia sama dengan penghasilan 60 juta rakyat Indonesia. Gap yang maha lebar ini membuat sesak dada dan geram para aktifis pejuang kemanusiaan. Mengapa sulit sekali mencapai cita cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Padahal sudah lebih setengah abad merdeka dengan berkah SDA tak ternilai. Mengapa ? Jawabannya hanya satu , yaitu KORUPSI. Itulah yang membuat lelah para aktifis dan akhirnya frustrasi. Sondang Hutagalung , putra seorang supir taksi, Ketua Bidang Organisasi Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenis Untuk Rakyat Indonesia (Hammurabi), kini telah tiada  dan berharap menyadarkan semua pihak untuk nilai nilai kebenaran demi tegaknya keadilan bagi semua. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Akankah ini menyadarkan para elite politik negeri ini untuk membuka mata hatinya dan mulai berpikir bagaimana berkorban untuk membela orang miskin? Setidaknya mengorbankan nafsu korupsinya untuk hidup bersih sesuai yang diridhoi Allah. Akankah ? Entahlah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6207074160423743481?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6207074160423743481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6207074160423743481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6207074160423743481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6207074160423743481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/12/sondang-hutagalung.html' title='Sondang Hutagalung'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--zynAncq1q8/TueW7XUla6I/AAAAAAAACEM/ndMzkSTDROw/s72-c/sondang%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-3807803670867034963</id><published>2011-12-08T09:27:00.006+07:00</published><updated>2011-12-08T10:44:45.920+07:00</updated><title type='text'>Korupsi sistematis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--TMZgo67zS8/TuAhXYqcbhI/AAAAAAAACDU/uMQDkREdIcM/s1600/corruption-11.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--TMZgo67zS8/TuAhXYqcbhI/AAAAAAAACDU/uMQDkREdIcM/s200/corruption-11.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683579415382748690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Waktu bertemu tamu dari luar negeri di Hotel Nikko, dia mengatakan kepada saya bahwa seharusnya ada lembaga khusus tapi bersifat sementara  ( Ad Hoc ) yang bertugas memetakan korupsi ditubuh pemerintahan dan sekaligus merancang pembrantasan korupsi secara menyeluruh. Karena bersifat sementara maka yang dirancang bukanlah segala jenis korupsi tapi korupsi yang bersifat khusus , yang berhubungan langsung dengan kekuatan anggaran nasional . Pada saat sekarang, katanya, beberapa Negara di Eropa maupun di AS , telah membentuk satu badan khusus semacam ini. Mungkin mereka menyadari crisis hutang yang menimpa negaranya tak bisa dipisahkan oleh korupsi. Korupsi yang dimaksud bukanlah hanya dalam bentuk phisik tapi juga bersifat kebijakan pemerintah yang karenanya menguntungkan orang lain. Atau biasa disebut dengan mind corruption. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya katakan kepada teman bahwa Indonesia sudah punya lembaga yang seperti dia maksud yaitu KPK,sebagai bagian dari amanah reformasi dibidang politik dan hokum.  Namun yang membuat saya tertarik ungkapannya tentang design dan bersifat khusus terhadap program anti korupsi. Walau KPK awalnya memang dibentuk sebagai lembaga Ad Hoc namun dalam pelaksanaannya terkesan sebagai pengganti dari tugas penegak hokum lainnya seperti Polisi dan Jaksa. Bahkan kadang terjadi saling rebut khasus dan adu kekuatan antar lembaga penegak hokum. Dulu dikenal dengan istilah cicak dan buaya.  Menurut teman itu, yang harus menjadi perhatian KPK adalah korupsi sistematis yang berhubungan langsung dengan kekuatan APBN. Diantara yang paling khusus tersebut adalah pertama, sumber pendapatan dari Pajak, cukai, bea. Kedua sumber pendapatan dari Hutang pemerintah seperti pinjaman bilateral, penerbitan Obligasi Valas maupun rupiah, Ketiga, sumber pendapatan dari bagi hasil MIGAS dan Tambang umum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pendapatan pajak adalah sumber korupsi yang sangat gigantic. KPK harus melakukan investigasi bagaimana kebijakan dan procedure perpajakan itu diterapkan. Ini penting untuk memetakan dengan pasti potensi korupsi terjadi. Setelah dipetakan dengan tepat maka stategy investegasi dilakukan dengan menggunakan tenaga ahli yang tersedia di BPK, Universitas, LSM. Dari investigasi ini banyak hal dapat ditemukan sumber korupsi seperti transfer pricing yang berhubungan dengan manipulasi harga jual, peningkatan intangible cost dll dan menangkalnya lewat operasi kejut terhadap salah satu pejabat tinggi yang terlibat atau pengusaha nakal.  Dari pengungkapan yang menyeluruh ini, bukan hanya membongkar borok korupsi sistematis tapi juga sebagai bahan bagi DPR untuk mereformasi system perpajakan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sampai saat ini semua pihak mengetahui bahwa Departement Keuangan punya system management yang solid soal hutang , termasuk penerbitan obligasi. Namun KPK harus memahami proses penarik hutang itu secara detail. Dari proses pengajuan hutang, proses penerbitan bond, proses underwriting, fee settlement, agreement, disbursement , dan lain lain. Karena bukan rahasia umum bahwa sebagian perjanjian penerbitan obligasi dibawah kuridor 144 A Sec Act, pemerintah tidak bisa men disclosed proses ini dengan alasan jaminan kerahasiaan. Tapi dinegara manapun, berdasarkan hokum , Lembaga hokum  tidak termasuk yang tidak berhak tahu. BIla ini diketahui maka akan mudah bagi KPK untuk melakukan investigasi dan menemukan indikasi korupsi , kemudian melakukan operasi penindakan keras yang bersifat shock. Pada waktu bersamaan KPK bisa meminta DPR agar melakukan perbaikan system management hutang yang lebih transference dan bertanggung jawab. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Harus diakui bahwa  SDA berupa MIgas dan Mineral ,sampai kini merupakan tulang punggung perhasilan Negara dan sekaligus penopang kesehatan APBN.  KPK harus memetakan dengan pasti proses perizinan, konsesi tambang, kontrak bagi hasil, system pengawasan dll. BIla ini sudah dipetakan maka tentu tidak sulit bagi KPK untuk melakukan investigasi secara menyeluruh hingga dapat ditentukan dimana operasi penangkalan korupsi atau penyimpangan terjadi. Operasi penindakan korupsi dapat dilakukan segera dengan hokum keras untuk memberikan shock kepada pengusaha dan pejabat yang terlibat. Juga sekaligus kasus ini dapat dijadikan alasan bagi KPK untuk meminta DPR agar merubah system dan UU berkaitan dengan MIGAS dan Mineral.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebetulnya dengan tugas tiga hal tersebut diatas , tidak dibutuhkan staff banyak karena tugas lain diluar itu adalah tugas kejaksaan dan Polisi yang langsung dibawah tanggung jawab president. KPK dengan dukungan BPK dan PPATK akan menjadi team work yang solid untuk menjadi mesin pengikis segala tidak korupsi yang sudah berlangsung by sytem selama empat president. Dengan berfocus kepada tiga hal ini, peran KPK sebagai lembaga Ad Hoc tidak diperlukan lama. Mungkin cukup lima tahun. Selanjutnya diserahkan kepada lembaga resmi yang sudah established seperti Kejaksaan, Kepolisian.  Karena sebetulnya peran Ad Hoc bukan hanya melakukan penindakan tapi juga sebagai kepanjangan tangan parlemen untuk melakukan pengawasan dan perbaikan system secara menyeluruh agar system berkerja dengan baik dan aman dari tindak korupsi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun apa yang terjadi kini? KPK berkutat dengan urusan sepele yang kadang mengganggu atmospir kerja birokrat  untuk melaksanakan tugas pembangunan. Bahkan ada pejabat pelaksana project yang terkesan ragu ragu mengambil keputusan dan akibatnya pelaksanaan project menjadi lambat. Pada akhirnya program pembangunan terbengkalai. Pernah KPK mendapatkan berkah kasus besar yang berhubungan dengan Pajak dan kemungkinan akan berantai ke sector migas dan Mineral tapi entah kenapa kasusnya berhenti hanya sebatas Gayus Tambunan.  Kasus Century juga peluang yang bagus bagi KPK untuk masuk ke top level bagaimana kebijakan sector keuangan dirancang dan diterapkan termasuk soal penarikan dana pinjaman luar negeri. Hasilnya tidak nampak sama sekali walau sudah didukung oleh Pansus DPR. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tugas KPK melakukan pembarantasan Korupsi sistematis dan setelah itu tugas DPR melakukan revisi atas produk UU untuk penguat fungsi dan tanggung jawab pemerintah. Namun harapan saya terhadap KPK itu mungkin akan hablur ketika tamu saya orang asing itu berkata bahwa bila anda bicara system maka anda juga harus bicara tentang politik. Karena  &lt;/span&gt;Ya, bIla system sudah baik maka orang jahat akan menjadi baik dan orang baik akan berprestasi baik. Tetapi perbaikan system adalah perbaikan mindset politik dan lebih jauh lagi adalah reorientasi idiologi. Selagi Negara tidak lagi berdiri diatas idiolgi tentang kebaikan, kebenaran, keadilan maka selama itupula yang ada hanyalah kepentingan kelompok dan individu untuk menjadikan Negara dan pemerintah sebagai ladang hidup senang dan terus berkuasa dengan  limpahan kemewahan tak terbilang. Ini penjajahan gaya baru, neocolonialism&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-3807803670867034963?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/3807803670867034963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=3807803670867034963' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3807803670867034963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3807803670867034963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/12/korupsi-sistematis.html' title='Korupsi sistematis'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--TMZgo67zS8/TuAhXYqcbhI/AAAAAAAACDU/uMQDkREdIcM/s72-c/corruption-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-2258802243107598778</id><published>2011-12-01T06:55:00.009+07:00</published><updated>2011-12-02T11:34:09.819+07:00</updated><title type='text'>Mimpi...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5ik0FXMooB8/TtbDG5O6qCI/AAAAAAAACCM/25WAk6Ka1i8/s1600/Small-Business-Success-Strategies1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5ik0FXMooB8/TtbDG5O6qCI/AAAAAAAACCM/25WAk6Ka1i8/s200/Small-Business-Success-Strategies1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680942503184476194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mari bermimpi sebentar kata teman saya.  Mimpi tentang sebuah negeri yang berpihak kepada Usaha Kecil dan pemerintahnya berbulat hati mendukungnya. Ada ribuan bahkan jutaan usaha kecil yang tak paham management toko , yang tak punya akses ke barang, yang tak paham seni berpromosi, yang tak punya akses modal, mendadak mempunyai itu semua. Dapat dibayangkan apa yang terjadi dengan usaha kecil itu? Mereka langsung menjadi komunitas kelompok menengah karena bisnis mereka ditopang oleh kekuatan PDB yang 70 % memang berasal dari konsumsi demestik. Mereka menjadi kekuatan ekonomi riil nasional.  Itu hanya mimpi kata teman saya. Pemerintah tidak peduli soal potensi Usaha Kecil. Namun tidak demikian bagi Djoko Susanto. Baginya mimpi itu bisa menjadi realitas. Dan dia memang berhasil menjadikan Alfamart, Alfamidi sebagai jaringan toko berbasis Usaha kecil tersebar diseluruh pelosok negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;PT Sumber Alfaria Trijaya atau populer dengan Alfamart , awalnya dirancang oleh group Sampoerna yang memang berpengalaman dibidang distribusi rokok. Ketika Group Sampoerna diambil alih oleh Philip Morris dengan total transaksi sebesar USD 5 milliar, Alfamart tidak dilihat sebagai sebuah potensi oleh Philip Morris. Makanya dijual kepada salah satu direksinya yaitu Djoko Susanto. Ditangan Djoko Susanto inilah Alfamart berkembang pesat hingga kini telah mempunya outlet sebanyak 5.500 diseluruh Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah seiring rencana target penjualan Alfamart meningkat setahunnya 15-20 %.  Lantas bagaimana caranya Djoko Susanto menjadikan Alfamart tumbuh berkembang begitu pesatnya ?  Sebetulnya ini hanyalah  seni management ala kapitalis. Alfamart menyediakan system business lewat franchise ,dimana segala resiko dibebankan kepada pihak pengelola outlet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk lebih jelas saya gambarkan seperti ini. Tidak penting apakah anda punya skill atau pengalaman dalam dunia bisnis, anda akan langsung menjadi pengusaha outlet retail  modern tanpa tersaingi oleh usaha sejenis disekitar anda, asalkan anda punya uang. Untuk itu tidak diperlukan modal besar bermiliar. Modal investasi yang diperlukan tidak lebih dari Rp. 500 juta ( tidak termasuk pengadaan outlet ) ditambah pemyediaan cash mangement Alfamart dalam bentuk cash deposit payment atas pembelian barang sesuai dengan jumlah rak. Katakanlah apabila outlet anda mempunyai 54 rak maka cash deposit Rp. 380 juta. Selanjutnya anda akan mendapatkan jaminan harga barang yang murah karena Alfamart punya akses langsung kepabrikan, juga mendapatkan pelatihan management retail ,tergabung dalam promosi Alfamart. Anda tinggal mengikuti SOP yang ditetapkan oleh pihak Alfamart. seperti penetapan harga jual, komputerisasi cashier dll maka laba akan mengalir kedalam kantong anda, untuk itulah anda harus membayar franchise fee kepada management alfamart.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Fee franchise yang ditetapkan oleh AlfaMart tidaklah besar dan keliatannya sangat adil. Artinya apabila penjualan anda dibawah target yang ditetapkan maka anda tidak perlu bayar fee. Tapi kalau diatas target maka anda harus bayar fee yang maksimum 3 %. Sampai disini orang awam melihat bahwa ALfamart hanyalah bisnis franchise yang sumber pendapatanya dari fee. Tetapi anda lupa satu hal. ALfamart dirancang sebetulnya tidak bisnis franchise fee tetapi dirancang sebagai bisnis cash flow. Franchise hanyalah tool untuk melancarkan strategi utama perusahaan dalam bisnis cash flow. Apa yang dimaksud dengan bisnis cash flow? Mereka membeli barang dari pabrik dengan pembayaran dibelakang  ,katanlah 3 bulan sementara mereka mendapatkan pembayaran tunai ( cash deposit ) didepan / prepaid cash  dari pengelola outlet. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau kini ada 5500 outlet dengan minimum prepaid cash sebesar rata rata Rp. 300 juta per out let maka total deposit cash yang dikelola oleh management ALfamart adalah Rp. 1.650.000.000.000 atau Rp. 1,64 triliun. Ini dengan asumsi penjualan minimum dan tentu akan meningkat cash deposit itu tergantung dengan volume penjualan dari pengelola outlet. Selagi outlet Alfamart terus exist dan berkembang, dana ini akan terus bertambah dan terus mengendap dalam rekening Management Alfamart. Kita bisa bayangkan apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan yang mengelola dana free yang begitu besarnya. Yang pasti berlaku hukum bahwa money is the king. Tentu management Alfamart sudah punya strategy bagaimana me leverage dana lewat pasar uang yang aman. Keuntungan dari strategy ini tak terbilang. Makanya jangan kaget bila majalah Forbes menjadikan Djoko Susanto masuk rangking 25 orang terkaya di Indonesia, bahkan mengalahkan keluarga Bakrie.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dari keberadaan jaringan retail Alfamart, Alfamidi, Lawson dibawah management PT Sumber Alfaria Trijaya, kita melihat bagaimana kehebatan system management dan kekuatan akses kepada barang ( Pabrikan ) bisa mengontrol barisan pemodal kecil dalam jumlah ribuan dan mendatangkan laba tak terbilang tanpa resiko apapun. Kehebatan bisnis ini juga telah membuat banyak bank terlibat membiayai cash flow dari pengelola outlet untuk semakin meningkatkan &lt;i&gt;turnover&lt;/i&gt; penjualan ALfamart dan sekaligus semakin menggelembungkan bisnis ini secara keseluruhan. Disisi lain keberadaan jaringan retail modern ini telah menciptakan kuburan masal bagi pedagang kecil kelas rumahan  diseluruh pelosok negeri yang tak mampu bersaing. Komunitas Usaha Kecil yang lemah , yang tidak qualified masuk dalam jaringan outlet Alfamart hanya bisa bermimpi pemerintah peduli pada mereka. Ya, hanya bisa bermimpi menjelang ajal menjemput. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-2258802243107598778?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/2258802243107598778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=2258802243107598778' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/2258802243107598778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/2258802243107598778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/12/mimpi.html' title='Mimpi...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5ik0FXMooB8/TtbDG5O6qCI/AAAAAAAACCM/25WAk6Ka1i8/s72-c/Small-Business-Success-Strategies1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-9222908227558456980</id><published>2011-11-19T14:55:00.022+07:00</published><updated>2011-11-22T23:47:51.038+07:00</updated><title type='text'>ASEAN?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-I4JdOcHKC4o/TsdhmCsEmzI/AAAAAAAACAA/ofpfVreIWi8/s1600/asean.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-I4JdOcHKC4o/TsdhmCsEmzI/AAAAAAAACAA/ofpfVreIWi8/s200/asean.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676613161508444978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Minggu lalu saya bertemu dngan teman berkebangsaan Thailan yang punya pabrik sepatu di China. Karena di China , tidak lagi feasible untuk industry yang membutuhkan buruh banyak karena factor ongkos buruh yang semakin mahal dan kurs RMB yang terus menguat. Dia berniat memindahkan pabriknya ke Indonesia. Sebetulnya dia sudah lebih dulu merencanakan memindahkan pabriknya ke Vietnam tapi diurungkannya. Apa pasal ? Menurutnya stabilitas moneter di Vietnam sangat rentan sekali. Lantas mengapa tidak di Thailand saja ? Menurutnya tidak mudah mendapatkan buruh di Thailand karena hampir sebagian besar angkatan muda di Thailand mendapatkan lapangan kerja yang bagus disamping usaha mikro berbasis pertanian juga berkembang bagus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sejak krisis global 2008 , dan tahun 2009  arus relokasi industry dari China mulai terjadi di Indonesia. Sebetulnya  itu bukanlah murni milik pengusaha China tapi sebagian besar memang investor asing yang berasal dari Jepang,  Taiwan, dan Singapore , Malaysia dan lain lain yang memilih untuk hengkang dari china dan menjadikan Indonesia sebagai target relokasi industry. Disamping itu , relokasi industry dari Jepang juga cukup besar, khususnya otomative. Teman saya yang sudah sukses merelokasi industrinya ke Indonesia sempat berkomentar bahwa saat sekarang birokrasi Indonesia jauh lebih baik ketimbang sebelum reformasi. Proses perizinan sangat cepat dan juga pengadaan lahan industry juga tidak sulit. Pejabat dari tingkat Pusat maupun Pemda bermanis muka untuk memenuhi melayani kebutuhan investor. Disamping itu, perbankan dalam negeri juga antusias memberikan dukungan trade financing bagi keperluan pembiayaan eksport perusahaan asing itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya memantau dengan baik fenomena ini , apakah ini peluang ataukah ancaman bagi Indonesia dalam jangka panjang. Sejak reformasi Indonesia melakukan kebijakan makro ekonomi dengan sangat hati hati. Dibalik kebijakan itu kita bergerak lambat dengan mengorbankan banyak tanggung jawab sosial kepada rakyat banyak. Ketika krisis global, kita tetap stabil dan tumbuh. Sementara negara yang sebelumnya lari kencang seperti Singapore, China, Malaysia, jepang dan lainnya kini mulai oleng. Kini negara negara tersebut mulai milirik Indonesia sebagai wahana investasi yang menguntungkan karena alasan makro ekonomi Indonesia yang stabil dibawah kekuatan pasar domestik serta dukungan SDM dan  SDA yang luar biasa besar. Apalagi dengan adanya kesepakatan penyatuan ekonomi Negara Asean , ini akan semakin membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk menerima relokasi Industry, bukan hanya dari China, Jepang tapi juga dari Asean. Lantas benarkah ini secara ideal sudah sesuai dengan design membangun untuk  rakyat banyak yang sebagian besar masih terbelakang ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam blueprint Masyarakat Ekonomi ASEAN itu terdapat empat pilar pendekatan startegis. Yakni menuju pasar tunggal dan basis produksi, menuju wilayah ekonomi yang berdaya saing tinggi, menuju kawasan dengan pembangunan ekonomi yang seimbang, dan menuju integrasi penuh dengan ekonomi global. Yang menjadi perhatian utama dari berlakuna Zona Ekonomi Asean adalah Singapore dan Malaysia. Untuk anggota Asean lainnya seperti Myanmar, Kamboja, Vietnam, Brunei tidak begitu significant pengaruhnya terhadap Indonesia. Keliatannya memang yang diincar potensi Indonesia adalah SDA dan pasar domestik yang rakus dan kemelimpahan kuli untuk  menggerakan industri yang membutuhkan buruh banyak. Dan kemungkinan besar yang memanfaatkan peluang relokasi  industri dari China, Jepang itu  adalah pengusaha dari Singapore , Malasyia, Thailand yang menjadikan Indonesia sebagai target relokasi industri yang mengandalkan upah murah. Ingat saham Astra sudah dibeli oleh Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;lihatlah faktanya , sebelum berlakunya Zona Asean , Malaysia menguasai lebih 50 % lahan sawit di Indonesia. Tak terdengar kisah sukses PTPN atau Prusahaan Perkebunan Besar menguasai lahan sawit Malaysia. Lewat Giant ,Malaysia sudah melilit usaha retail Indonesia dengan geray dimana mana. Tak terdengar Hero merajai pasar Retail di Malaysia. Tak terdengar Pertamina menguasai SPBU di Malaysia seperti layaknya Petronas di Indonesia. Tak terdengar Industri pakan ternak Indonesia seperti industri pakan Ternak Thailand Charoen Pokhphand yang merajai pasar Indonesia. Atau petani buah diBogor atau Malang yang mengusai pasar Thailand seperti petani Thailand yang menguasai pasar buah Indonesia. Tak terdengar BNI membeli saham Bank di Singapore seperti  UOB singapore membeli saham Bank Buana atau Tak terdengar Bank BRI membeli saham Bank di Malaysia seperti MayBank membeli saham BII. Tak terdengar Telkom membeli saham perusahaan telekomunikasi singapore seperti Singapore membeli saham Indosat. Dalam segala hal kita kalah dan kalah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seorang teman yang merindukan gaya Orba , pernah berkata kepada saya bahwa apabila zona Ekonomi Asean diberlakukan seharusnya tetap ada kebijakan keberpihakan mengutamakan pengusaha lokal. Setidaknya meniru China dimana investor asing boleh masuk kepasar dalam negeri asalkan bermitra dengan pengusaha lokal. Namun bila ini tidak mungkin maka harus ada program by design revitalisasi indusri dan agro serta lembaga keuangan  khususnya BUMN. Karena &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;penyatuan zona ekonomi Asean akan memberikan peluang yang sama kepada seluruh pengusaha Asean. Tidak ada lagi keisitimewaan kepada pengusaha local. Ini kesepakatannya. Peran BUMN dan Perbankan nasional sangat pital sebagai pilar kekuatan bagi pengusaha lokal dan UKM, Koperasi &lt;/span&gt;dalam menghadapi persaingan dengan pengusaha yang berasal dari Asean, juga china dan jepang.&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dari sisi arus investasi , secara makro ekonomi, jelas Indonesia akan mendapatkan keuntungan dengan adanya penyatuan ekonomi zona Asean ini. Walau ada sederet kendala serius menghadang yang diantaranya adalah mengenail budaya , daya saing, infrastruktur ekonomi, kepastian hukum. Apakah pemerintah sudah memikirkan masalah ini? Wektu yang tersedia tinggal tiga tahun lagi. &lt;/span&gt;Kita tak ingin terjadi bila pada akhirnya seluruh SDA sudah dikuasai oleh tetangga kita dan menjadikan kita sebagai konsumen belaka dan second class ( buruh ) dirumah sendiri. Kta lihat nanti 2015  sejak diberlakukannya Zona Ekonomi Asean.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-9222908227558456980?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/9222908227558456980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=9222908227558456980' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9222908227558456980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9222908227558456980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/11/asean.html' title='ASEAN?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-I4JdOcHKC4o/TsdhmCsEmzI/AAAAAAAACAA/ofpfVreIWi8/s72-c/asean.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-2674336504237277836</id><published>2011-11-14T19:44:00.013+07:00</published><updated>2011-11-14T21:43:22.924+07:00</updated><title type='text'>Akses Multimedia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TtSNCIsuTpE/TsENzLwWkmI/AAAAAAAAB-4/xNwSCHPNmqY/s1600/multimedia.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TtSNCIsuTpE/TsENzLwWkmI/AAAAAAAAB-4/xNwSCHPNmqY/s200/multimedia.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674832178443620962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tahun 1996 pernah dalam satu seminar yang diselenggarakan oleh MASTEL ( Masyarakat Telecomunication )  yang bertema &lt;i&gt;Toward global social community network&lt;/i&gt;  , dalam dialogh , ada satu pertanyaan yang cukup visioner ditengah restriction Pemerintah mengizinkan komunikasi berbasis VOIP untuk dilegalkan secara umum. Pertanyaan itu adalah mengapa pemerintah begitu membela kepentingan TELKOM dan Indosat ? padahal apabila VOIP sebagai solusi untuk memberikan layanan komunikasi yang murah dan cepat maka itulah yang lebih baik untuk rakyat. Bukankah pemerintah membentuk BUMN seperti TELKOM dan Indosat adalah dengan maksud memberikan layanan lebih baik kepada rakyat.  Pertanyaan itu diajukan oleh satu satu peserta seminar yang sempat membuat tepuk tangan para peserta. Karena maklum saja sebelum dialogh semua telah mendengar paparan akan kerugian yang dialami oleh TELKOM , Indosat, Satelindo akibat adanya VOIP.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berjalannya waktu, Soeharto jatuh dan digantikan oleh rezim reformasi namun  regulasi telekomunikasi belum direform cepat secepat rencana pemerintah mem privatisasi Indosat dan me restructure Asset TELKOM dan Indosat  agar Indosat punya value dijual kepada asing. Yang terjadi di era reformasi adalah liberalisasi business cellular. Yang tadinya bersifat local menjadi nasional. Dengan begitu business Cellular berbasis AMPS tergusur oleh business GSM. Awalnya pulsa GSM begitu mahal per menit namun dengan meluasnya jangkauan GSM  dan persaingan ketat antara operator selular telah membuat tariff pun ikut turun dengan drastis. Pada akhirnya rakyat sebagai konsumen diuntungkan. Itulah berkah tekhnologi. Namun salusi komunikasi lewat VOIP masih direstriction walau secara gelap dilakukan oleh pengusaha kecil yang nekat menabrak regulasi dan biasanya berujung dengan urusan kepada aparat hokum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seiring dengan kemajuan infrastruktur telekomunikasi dan terhubungnya system jaringan secara global dengan canggih berkat dukungan back bone global berbasis Satelite, Fiber optic , kemajuan dibidang social network lewat contain di internet juga berkembang pesat. Awalnya social network hanya sebatas interaktif berbasih CGI kemudian berkembang secara real time seperti yahoo messenger dan hotmail messenger dan lain lain. Awalnya hanya sebatas chatting board  kemudian berkembang menjadi voice dan terakhir berkembang dalam bentuk video. Apa yang diramalkan  tahun 90 an tentang system komunikasi multimedia kini menjadi kenyataan.  Kini ada Skype yang  memberikan layanan multimedia kepada pelanggannya diseluruh dunia. DI China ada QQ, yang sangat popular. Bahkan di kartu business orang china lebih suka menampilkan nomor QQ nya dibandingkan nomor telephone . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Semua tekhnologi komunikasi lewat internet memberikan layanan gratis dan bila ada biaya maka itu sangat murah dibandingkan komunikasi secara conventional lewat cellular atau fixed line.  Komunikasi lewat chatting bebas biaya melalui Blackberry kini sudah legal walau sebelumnya sempat dipermasalahkan.  VOIP pun sudah dilegalkan. Yang muncul kepermukaan adalah hadirnya Smart phone yang memungkinkan berjalannya aplikasi komunikasi social network seperti Yahoo messenger, MSN messenger , Skype , Google talk . Operator cellular memberikan layanan akses internet berbasis speed on demand kepada pelanggan sehingga memungkinkan pelanggan dapat mengakses internet sekaligus menggunakan semua aplikasi yang tersedia untuk tujuan komunikasi. Namun bagaimanapun speed internet lewat cellular masih terbatas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kini muncul tekhnologi WIFI yang memungkinkan  pemilik Smartphone dapat mengakses wireless broadband sepanjang tersedia hot spot dilokasinya. DI Hong kong, sebagian besar orang menggunakan WIFI untuk berkomunikasi lewat skype, google talk, msn messenger, Yahoo messanger dan lain lain. Sekali mereka connected dengan WIFI maka akses internet terbuka lebar dan komunikasi sesama member social network adalah gratis. Hubungan interaksi global maupun local adalah free of charge. Mereka hanya membayar biaya akses internet bulanan yang jumlahnya tak ada arti dibandingkan penghematan bila mereka menggunakan kumunikasi lewat cara conventional ( Cellular mapun fixe line device). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Operator telephone tentu menyadari fenomena tekhnologi komunikasi ini. Sebagaimana kisahnya telephone fixed line yang dulu sebagai symbol kelas rumah tangga dan kantor, kini gagang telephone itu terpuruk diujung meja yang jarang disentuh. Karena digantikan oleh telp cellular yang berada dalam genggaman. Dulu akes internet hanya bisa menggunakan laptop atau notebook , namun kini dengan smartphone bisa diakses melalui  cellphone device. Kini tentunya operator telephone selular sudah harus &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;mulai merancanakan investasi untuk menggelar back bone untuk Broadband  wireless. &lt;/span&gt;Bagi Operator cellular yang masih wait and see, akan ditelan oleh kehadiran WIFI karena di medan ini ada barisan perusahaan ISP yang siap bersaing.  Yang telat akan tergusur oleh persaingan business ini. Dan ketika business WIFI broadband sudah diterima luas oleh konsumen maka saatnya mengucapkan “goodbye” kepada telp cellular sebagai alat komunikasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dengan semakin meluasnya penggunaan smartphone, kelak orang tidak lagi memberikan nomor telp cellular kepada anda tapi memberikan alamat yahoo or google atau skype untuk siap berkomunikasi secara multimedia , yang menampilkan suara, image, tulisan juga video. Di Negara maju ini sudah realita namun di Indonesia belum memasyarakat. Hanya masalah waktu , Indonesia akan menjadi pasar terluas untuk WIFI broad band wireless. Tanpa disadari dunia semakin kecil dan interaksi secara virtual tak lagi bisa dibendung oleh kekuatan politik dan monopolistik. Satu lagi contoh betapa kekuatan komunitas yang didukung oleh rekayasa tekhnologi informasi memang memberikan manfaat kepada public sebagai konsumen, dengan layanan cepat, murah dan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-2674336504237277836?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/2674336504237277836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=2674336504237277836' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/2674336504237277836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/2674336504237277836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/11/akses-multimedia.html' title='Akses Multimedia'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TtSNCIsuTpE/TsENzLwWkmI/AAAAAAAAB-4/xNwSCHPNmqY/s72-c/multimedia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-4668945610435608330</id><published>2011-11-11T13:02:00.007+07:00</published><updated>2011-11-14T09:48:50.327+07:00</updated><title type='text'>Iran VS Israel</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QtExzASFupo/Try7LQG_21I/AAAAAAAAB-s/bzToeTk5EEw/s1600/israel-iran-attack.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QtExzASFupo/Try7LQG_21I/AAAAAAAAB-s/bzToeTk5EEw/s200/israel-iran-attack.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673615432557255506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada tahun 2009 saya pernah bertemu dengan orang Israel dalam satu perundingan business. Orang ini mengatakan bahwa hanya soal waktu perang Iran dan Israel akan terjadi. Bila ini terjadi bukanlah suatu kebetulan tapi sudah diatur oleh Tuhan.  Mereka percaya apa yang termuat dalam Alkitap Yahudi bahwa  2500 tahun lalu itu sudah diramalkan oleh Tuhan melalui Nabi Yehezkiel. Dalam  Yehezkiel 38:5 menyebutkan bangsa Persia sebagai salah satu negara yang akan menyesuaikan diri terhadap negara Yahudi. Dalam Alkitab kita mengetahui bahwa Tuhan akan berdoa dalam urusan manusia dan menghancurkan Iran dan negara-negara lain yang hendak menyerang Israel. KIra kira seperti itu katanya. Saya hanya tersenyum. Masalahnya sampai kini tidak pernah ada Negara yang ingin menyerang Israel. Yang ada justru Israel melalui bapak angkatnya AS/Eropa berusaha menganeksasi Negara lain melalui berbagai cara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagi Israel , demi strategi memenangkan perang maka menyerang lebih dulu adalah pilihan rasional. Tak penting lagi pesan Alkitab yang mereka yakini bahwa Tuhan akan bersama mereka bila mereka diserang.  Rencana serangan itu sudah diikrarkan sejak delapan tahun lalu. Ancaman ke Iranpun dilontarkan berkali kali. Pada awal november silam pada  uji coba tembak menggunakan system roket dari pangkalan militer Palmachim, Israel seakan menyiratkan bahwa rencana serangan itu sudah dekat. Daya jangkau Roket itu sampai ke Iran. Sementara Iran menyikapi  ancaman serius Israel dengan persiapan yang juga serius melalui riset persenjataan dan penguatan angkatan perang  dari tahun ketahun semakin dikembangkan. Puncaknya ketika Iran berhasil membangun pengolahan uranium yang bisa dijadikan dasar bagi Iran untuk membuat senjata pemusnah massal walau kenyataannya sampai kini belum terbukti Iran menggunakan nuklir untuk perang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mengapa Iran begitu menjadi masalah bagi Israel ? sebetulnya menurut teman saya, tidak ada niat Israel untuk berseteru dengan Iran. Mereka sadar bahwa perang dengan Iran akan menimbulkan kerusakan besar bagi Israel. Ditambah lagi keadaan ekonomi Israel tidak mendukung. Rencana serangan ke Iran tak lain adalah ambisi elite politik Israel yang terjebak dengan geostrategic dan geopolitik AS dan Barat terutama Inggeris. Kehadiran Iran dengan bendera Islam ditambah dengan kehebatan iran dalam kemandirian dibidang ekonomi dan tekhnologi akan menjadi ancaman serius bagi hegemoni barat /AS untuk mengontrol Negara dikawasan Timur Tengah yang kaya minyak. Perubahan politik di Mesir, Libia dan TImur Tengah  merupakan peluang masuknya pengaruh Iran dikawasan itu lewat system demokrasi. Ini sangat berbahaya. Terutama yang panas dingin akan kekuatan militer Iran adalah Arab Saudi yang dikenal sebagai boneka AS/Barat, kawatir Iran akan menggunakan pengaruhnya untuk menggoyang kekuasaan Raja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Itulah sebabnya , meski sama-sama negara Islam, tak berarti Arab Saudi membela Iran dalam menghadapi negeri Yahudi Israel. Sebaliknya, Saudi mengizinkan jet-jet tempur Israel menggunakan wilayah udaranya dalam melancarkan serangan terhadap sejumlah instalasi nuklir Iran. Isu tersebut telah dibahas dalam pertemuan tertutup di London, antara Ketua Badan Intelijen Inggris M-16 Sir John Scarlett, Kepala Mossad Meir Dagan, dan pejabat Saudi. Demikian seperti dikutip dari kantor berita ANI. Begitupula dengan Turnkey yang sampai kini masih memberikan konsesi kepada NATO untuk menggunakan Turkey sebagai pangkalan perang untuk kawasan Timur Tengah. Berbeda dengan Mesir yang serta merta siap berjihad bersama sama dengan rakyat Iran melawan Israel dan konconya dari Barat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Israel telah memberikan ancaman bahwa sebelum Natal serangan ke Iran akan dilakukan. Iran menyikapi dengan tegas tanpa takut dan Iran berkata  we are ready for war. Teman saya seorang analis pasar uang sempat mengomentari situasi ini bahwa krisis Iran - isreal akan semakin mempersulit proses recovery ekonomi zona eropa dan As, juga Asia.  Akan terjadi penundaan komitment jangka panjang dalam rangka recovery economy seperti pelepasan surat hutang, commitment project financing untuk perluasan investasi sector riel dibanyak negara. Investor private maupun istitusi akan wait and see.  Sebagian besar investor play save  dengan cara wait and see situasi global khususnya krisis Israel –Iran. Itu dampak dari sisi ekonomi. Dari sisi politik juga sangat luas. Ini bisa memicu bangkitnya kesatuan dan persatuan umat islam diseluruh dunia. Posisi Israel semakin tersudut didunia international setelah sebelumnya  mereka membuat carut marut bangsa Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disamping itu , bila perang terjadi, maka akan menjadi perang yang panjang. Ini bukanlah perang yang mudah seperti layaknya AS merebut Bagdad dan menggiring Sadam ketiang gantungan. Di Iran, Presidentnya di cintai oleh Rakyatnya dan terpilih secara demokratis. Juga kekuatan ulama berada dibalik bendera Republik Islam Isram. Tentu semua rakyat Iran siap menjemput sahid demi tanah airnya. Perang religious versus perang ekonomi akan bertemu dimedan laga. Sejarah mencatat selalu perang religious yang tampil sebagai pemenang. Ini harus disadari oleh Israel dan Barat/AS. Cukup sudah bertikai karena kerakusan dan kesombongan.,Iran bukanlah ancaman. Islam yang mereka yakini tidak pernah membenarkan untuk menyerang  negara lain kecuali diserang lebih dulu maka jihad akan diikrarkan demi agama, demi Allah yang mereka cintai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-4668945610435608330?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/4668945610435608330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=4668945610435608330' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/4668945610435608330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/4668945610435608330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/11/iran-vs-israel.html' title='Iran VS Israel'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QtExzASFupo/Try7LQG_21I/AAAAAAAAB-s/bzToeTk5EEw/s72-c/israel-iran-attack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-7665942189651949301</id><published>2011-11-06T01:10:00.009+07:00</published><updated>2011-11-06T05:54:48.476+07:00</updated><title type='text'>JSS</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-s_DIWdhdnpw/TrV8OaZ40KI/AAAAAAAAB-Q/CwT6jwJTYPw/s1600/JSS.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-s_DIWdhdnpw/TrV8OaZ40KI/AAAAAAAAB-Q/CwT6jwJTYPw/s200/JSS.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671575892790923426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dua tahun lalu saya pernah diundang dalam acara peresmian  pra Studi Kelayakan pembangunan Jembatan Selat Sunda ( JSS) di Hotel Borobudur Intercontinental , Jakarta. Acara itu digagas oleh Group Artha Graha bersama konsorsium , dihadiri juga oleh dua Gubernur dari Lampung dan Banten. Pada acara itu juga disampaikan visi dari pembangunan JSS itu oleh group konsorsium serta masing masing PEMDA. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Anggaran yang diperlukan untuk membangun project ini diperkirakan mencapai Rp. 100 triliun. Ini bukanlah jumlah sedikit, apalagi dibandingkan ketersediaan ABPN yang sangat terbatas untuk penyediaan pembangunan insfrastruktur. Project ini, bukan hanya dalam skala yang gigantic tapi juga dari sisi tekhnologi memang rumit. Konsep Jembatan Selat Sunda terdiri atas dua jenis sistem yaitu jembatan gantung ultrapanjang dari baja untuk melangkahi palung-palung lebar dan Viaduct beton pracetak balanced cantilever untuk lintasan selebihnya. Bila project ini selesai dibangun maka akan menjadi Jembatan laut terpanjang didunia. Impian untuk membangun jembatan ini sudah ada sejak era Soeharto , bahkan studinya pernah dibuat oleh Jepang. Namun entah mengapa impian itu tenggelam begitu saja. Kemudian kembali diangkat kepermukaan di era SBY. Team dibawah Menko Perekonomian segera dibentuk. JSS juga dimasukan dalam Program Percepatan Pembangunan. Segala payung hokum keberadaan project ini juga disiapkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang jadi issue penting dalam pembangunan JSS ini adalah pembiayaan diserahkan kepada pihak investor. Pemerintah hanya sebatas memberikan payung hokum. Nah payung hokum seperti apakah itu? Namanya investor akan selalu berhitung untung rugi. Mana ada investor mau rugi, ya kan. Dalam pembicaraan dengan beberapa teman yang ikut memantau peluang investasi ini, saya melihat ada dua hal yang menjadi pertimbangan investor untuk masuk dalam investasi mega project ini. Pertama , adalah memanfaatkan traffic kendaraan Jawa Sumatera yang akan melintasi Jembatan itu. Semua tahu bahwa armada kapal sebagai jembatan laut sudah tidak mampu menampung arus kendaraan yang begitu padat. Ini sumber pendapatan Toll fee yang tidak kecil. Kedua, adalah pengembangan kawasan akibat dibangunnya JSS. Investor tentu tak ingin peluang ini dimanfaatkan oleh investor lain. Mereka tentu inginkan potensi kawasan dibawah kendali mereka sebagai konspensasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apabila melihat jumlah investasi yang begitu besar, rasanya mengandalkan pendapatan toll fee saja tidak begitu feasible dalam jangka pendek. Namun bila digabung  dengan pengembangan kawasan, maka multiplier income akan terjadi dengan sendirinya. Konon katanya dalam pre study , akan dibangun jalan toll sepanjang 80 KM dari Bakauheni sampai ke Metro. Sementara yang di Jawa, JSS akan terhubung dengan jalan Toll Jakarta-Merak serta rencana jalan tol Cilegon-Ciwandan sepanjang 14 km. Otomatis jawa dan sumatera akan menyatu secara ekonomi. Ini potensi ekonomi raksasa bagi pengembangan wilayah di Banten dan Lampung. Di mulut Jembatan akan dibangun pusat terminal agro terbesar yang memungkinkan Lampung sebagai pusat terminal agro untuk menampung arus komoditi pertanian wilayah sumatera. Tentu pula akan terbuka peluang zona indusri agro dan jasa seperti Hotel, Pariwisata. Sementara di Banten, di mulut jembatan akan terbuka zona ekonomi untuk industry dan jasa. Walau zona industry dan jasa di Banten sudah berkembang namun dengan adanya JSS ini akan meningkatkan value dari kawasan yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum acara peresmian pra studi, saya berkesempatan makan siang dengan Gubernur Lampung yang didampingi oleh Sekwilda,  saya sempat mendengar Sekwilda Lampung mendapat telp dari seseorang. Setelah itu dia berbicara kepada Gubernur soal kehendak konsorsium agar Gubernur menyediakan lahan ribuan hektar. Namun nampak Gubernur keberatan. Saya tidak tahu kelanjutannya setelah itu. Namun keliatannya visi investor tak bisa ditawar bahwa mereka bukan hanya inginkan toll fee tetapi juga penguasaan kawasan. Memang yang menjadi kendala utama pembangunan JSS yang berbasis private ini adalah soal lahan. Inplikasi social nya luas sekali. Belum lagi soal lingkungan hidup dan budaya yang harus diperhatikan. Segala strategi akan digunakan oleh investor untuk memastikan investasi itu aman dalam jangkan pendek maupun jangka  panjang. &lt;/span&gt;Maklum saja, uang Rp. 100 triliun bukanlah jumlah sedkit&lt;span class="Apple-style-span" style="text-align: left; "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada satu kesempatan saya pernah bicara dengan Kontraktor besar di Beijing , yang juga mengetahui ada beberapa Perbankan dan investor China berniat untuk menjadi investor JSS ini. Dia sempat mengatakan kepada saya bahwa seharusnya JSS itu dibiayai penuh oleh Pemerintah Indonesia melalui  BUMN. Ada banyak skema pembiayaan yang bisa digunakan untuk itu. Logikanya bila swasta bisa , mengapa BUMN tidak bisa ? Karena menurutnya, jumlah anggaran itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan &lt;i&gt;multiplier effect&lt;/i&gt; yang ditimbulkan oleh JSS. Disamping itu keadilan ekonomi dalam jangka panjang lebih terjamin bila Pemerintah terlibat langsung dalam pembiayaan. Melibatkan investor private dalam pembangun infrastruktur ekonomi bukan hanya soal uang tapi yang harus dipikirkan adalah shock culture bagi public akibat komersialisasi public service. Bukankah tugas Negara menjamin keadilan dalam jangkan panjang bagi rakyatnya. &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagi saya , project JSS ini memang visioner. Sebagaimana program pembangunan berskala gigantic dibanyak Negara , memang pembangunan seperti JSS diperlukan visi yang kuat. Tanpa visi rasanya tak mungkin mega project ini dapat terlaksana. Mengapa diperlukan Visi ? karena dalam jangka pendek hitungan ekonomi sulit untuk dikatakan feasible. Namun dalam jangka panjang , memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi  masyarakat Indonesia, khususnya wilayah Banten dan Lampung. Semoga pemerintah bisa berpikir ulang soal melibatkan investor dalam pembangunan. Kalau visi pemerintah kuat, biaya bukan masalah, ya kan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-7665942189651949301?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/7665942189651949301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=7665942189651949301' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7665942189651949301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7665942189651949301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/11/jss.html' title='JSS'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-s_DIWdhdnpw/TrV8OaZ40KI/AAAAAAAAB-Q/CwT6jwJTYPw/s72-c/JSS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5991301265660531318</id><published>2011-11-01T05:30:00.004+07:00</published><updated>2011-11-14T09:52:05.673+07:00</updated><title type='text'>Papua</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4jySATvGmOE/Tq8iSMXdpKI/AAAAAAAAB9M/SSZ8IGE86fQ/s1600/papua.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4jySATvGmOE/Tq8iSMXdpKI/AAAAAAAAB9M/SSZ8IGE86fQ/s200/papua.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669788151835370658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Teman yang bekerja sebagai analis perdagangan emas di Hong Kong,  sempat nyeletuk kesaya bahwa hanya soal waktu Indonesia akan menghadapi persoalan pelik khususnya di Papua. Menurutnya semua tahu bahwa Freeport mengolah tambang Emas peringkat  7 besar didunia. Lantas yang membuat pelik itu apa ? Tanya saya. Masalahnya pemerintah Indonesia harus melaksanakan amanah UU Minerba ( mineral dan batubara ) No. 4 tahun 2009, yang berlaku efektif tahun 2014. Ada enam issue yang mengemuka dalam UU Minerba itu yaitu luas wilayah, royalti, divestasi, jasa (nasional), jangka waktu kontrak. Ini tidak sederhana. Maklum saja , katanya, sejak kontrak karya ditandatangani tahun 1967 , Freeport mendapatkan fasilitas luar biasa besar dari Negara untuk mengolah tambang di Papua itu namun kontribusi yang diberikan kepada Negara hanya 1 %. Itupun dari nilai konsentrat yang dieksportnya ke Jepang dan Spanyol dipusat pengolah akhir emas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Berdasarkan UU Minerba itu, Freeport harus mengolah emas dalam negeri. Bila sebelumnya  Freeport mengolah dipusat smelter  di Jepang dan Spanyol maka tahun 2014 harus dilakukan didalam negeri. Bukankah itu tidak ada masalah?. Kata saya. Teman itu tersenyum penuh arti. Dia menjelaskan bahwa bila smelter dibangun di Indonesia maka outputnya adalah emas murni termasuk turunannya seperti Uranium yang berharga tinggi. Maka tentu saja Freeport harus membayar pajak eksport serta pajak penghasilan dari pendapatannya di Indonesia sebagai penjual sekaligus penambang emas. DIsamping itu , berdasarkan UU pula, pemerintah berhak memaksa Freeport untuk melepas sebagain sahamnya kepada Negara/PEMDA Papua. Dan Freeport masih harus menghadapi pembatasan luas wilayah operasi untuk menghindari monopoli penguasaan resource. Juga perubahan mengenail tariff royalty yang harus dibayar. Itu semua berakibat pada pengurangan  pendapatan Freeport.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Nah, anda bisa bayangkan, Kata teman saya. Bahwa ini membuat seluruh para petinggi dan pemegang saham mayoritas Freeport stress. Tentu pula semua tahu bahwa  koneksi Freeport di elite kekuasan AS , baik di Senat maupun di white house  tidak akan senang. Tak usah kaget bila sejak UU itu disyahkan oleh DPR , loby dan tekanan kepada pemerintah Indonesia tidak kecil. Freeport bukanlah anak bawang dalam permainan business emas yang dekat dengan pusat kekuasaan baik di AS maupun di Indonesia. Salah satu mitranya adalah Group Bakrie yang konon petingginya berniat untuk mencalonkan diri sebagai President. Tentu ini akan didukung habis oleh group Freeport. Bila Ical  terpilih sebagai President RI maka loby dengan pusat kekuasaan akan  lebih mudah dilaksanakan demi keuntungan pemegang saham Freeport. Kata teman saya. Saya tertegun mendengar analisa global nya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Analisa itu mungkin ada benarnya, kata saya. Karena dari tahun ketahun , apalagi sejak disyahkannya UU MInerba itu, suhu politik di Papua terus memanas. Kadang TNi terbunuh, kadang Polisi terbunuh, kadang pula pegawai Freeport terbunuh. Kadang rakyat Papua yang berdemontasi terbunuh oleh senjata aparat keamanan. Belum lagi SPSI Freeport melakukan aksi mogok massal. Aparat keamanan menuduh dibalik kerusuhan di Papua itu adalah OPM ( Organisasi Papua Merdeka ). Teman itu hanya tersenyum. Dia tak mau berkomentar. Belakangan saya tahu bahwa OPM itu tidak lagi efektif ruang geraknya sejak mereka meletakan senjata. Jadi tak mungkin sampai kepada pembrontakan bersenjata. Kalaupun ada riak dipermukaan, itupun tak lebih hanyalah letupan kekecewaan rakyat Papua yang merasa dipinggirkan oleh kehadiran Freeport. Ya ini hanya soal keadilan yang bisa dimusyawarkan dengan damai sebagaimana biasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Melihat kekacauan di Papua, saya yakin analisa teman diatas ada benarnya. Benar bahwa rakyat Papua butuh keadilan tapi tidak sampai menimbulkan kekacauan seperti sekarang ini.  Artinya ini tidak murni datang dari rakyat papua. Ada grand design yang sengaja diciptakan untuk membuat pemerintah lemah dan akhirnya tunduk dengan loby kekuatan yang menginginkan special treatment kepada Freeport terhadap keberadaan UU Minerba itu. Mungkin situasi ini dibaca dengan cermat oleh SBY, yang karenanya meminta kepada Aparat keamanan ( Polisi maupun TNI) untuk tidak melakukan tindakan kekerasaan hingga menghilangkan nyawa para demontran. Karena bila aparat keamanan terpancing terus maka akan memaksa Lembaga  International melegalkan untuk mengirim pasukan perdamaian ke Papua. Apalagi sudah ada peringatan keras di Amnesti International terhadap tindak kekerasan Aparat keamanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kepada rakyat Papua, haruslah cerdas melihat persoalan. Teruslah berjuang untuk keadilan namun jangan sampai perjuangan itu dimanfaatkan oleh segelintir orang yang pada akhirnya rakyat Papua tidak mendapatkan apa apa. Jangan percaya dengan orang asing yang bermanis muka untuk melindungi namun pada akhirnya hanya mengincar kekayaan alam saja. Kepada pemerintah kita berharap agar tetap istiqamah melaksanakan amanah UU Minerba itu dan sekaligus memberikan janji  menjadi kenyataan kepada rakyat Papua. Ya, sudah saatnya pembangunan di Papua dirancang dengan serius. Peningkatan Infrastruktur ekonomi maupun social harus dilakukan secara terpadu, peningkatan kualitas SDM harus dijadikan prioritas utama, perbaikan lingkungan hidup harus dilaksanakan.  Kita tidak ingin nasip rakyat Papua seperti suku Aborigin di Australia atau suku Indian di AS, yang menjadi second class.ya kan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5991301265660531318?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5991301265660531318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5991301265660531318' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5991301265660531318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5991301265660531318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/11/papua.html' title='Papua'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4jySATvGmOE/Tq8iSMXdpKI/AAAAAAAAB9M/SSZ8IGE86fQ/s72-c/papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-390934223579321578</id><published>2011-10-27T01:30:00.004+07:00</published><updated>2011-11-01T06:26:44.435+07:00</updated><title type='text'>Lantas siapa ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nKd-TKuVxp0/TqhSaGMsBAI/AAAAAAAAB78/lRnBTD18Eus/s1600/tanda-tanya.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nKd-TKuVxp0/TqhSaGMsBAI/AAAAAAAAB78/lRnBTD18Eus/s200/tanda-tanya.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667870739339674626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tadi ketemu dengan teman. Karena sudah cukup lama tidak bertemu, kami hanya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bicara kosong dan santai di Starbuck. Tapi ada hal yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menarik ketika teman mengatakan kepada saya, lantas setelah SBY siapa yang pantas jadi pemimpin.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Saya terdiam. Tidak jelas arah pertanyaannya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bukankah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ada banyak partai tentu ada banyak stock pemimpin yang siap menjadi orang nomor satu dinegeri ini. Tapi teman ini punya pandangan lain. Lihatlah kenyataan kini, katanya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;SBY tidak sepenuhnya didukung oleh elite politik. Ongkos politiknya mahal sekali. Banyak kebijakan strategis tidak jalan secara sempurna. Kehidupan politik sejak SBY berkuasa tak henti dirudung persoalan politik. Kasus yan g muncul kepermukaan seperti air bah yang tiada henti dibicarakan membuat suhu politik selalu memanas. Ini jelas tidak sehat , simpul teman ini. Bagi saya tertarik dengan ungkapan “ongkos politik mahal sekali” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Menurutnya, setiap masalah yang muncul kepermukaan , menguras energy para executive dalam tugas birokrasinya dan membuyarkan konsentrasi pikiran para elite politik dalam tugas legislasinya. Disisi lain membuat aparat yang duduk dilembaga pradilan seperti Polisi, Jaksa, Hakim , juga dalam posisi bingung untuk menentukan standard keadilan bagi semua. Inilah harga dari system demokrasi. Kata saya menyimpulkan. Nah justru karena system demokrasi itulah , perlu ada solusi untuk membuat suhu politik menjadi dingin. Kita perlu sedikitnya dalam lima tahun sytem demokrasi kita kokoh dengan tujuan untuk kepentingan rakyat. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Untuk &lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu diperlukan pemimpin yang menjadi inpirasi bagi semua partai, yang diterima oleh semua partai untuk duduk satu meja sebagai pendukung lahirnya tata Negara yang lebih baik, lebih sejuk, penuh kasih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mungkinkah, kata saya sambil tersenyum. Kalau mungkin siapakah pemimpin itu ? Teman ini mulai membuka analisanya bahwa Partai demokrat tidak punya lagi calon kuat seperti SBY. Tidak ada. Mencalonkan Ibu Ani sebagai Presiden jelas tidak menguntungkan bagi masa depan Partai Demokrat yang mengusung demokratisasi. Golkar,juga tidak mungkin menjual Aburizal Bakrie yang jelas punya track record buruk untuk tampil sebagai President. Semua rakyat tahu siapa itu Aburizal Bakrie.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Gimana dengan Megawati? Teman ini berpendapat bahwa Megawati dianggap sudah out of date. Dulu ketika berkuasa juga tidak ada yang berarti diperbuatnya., Dan lagi dua kali ikut putaran Pilpres&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;secara langsung, selalu kalah. Bagaimana dengan peluang Prabowo atau Wiranto ? Keduanya cukup qualified untuk jadi presiden namun track record nya tidak cukup baik untuk tampil ideal sebagai pemimpin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagaimana kemungkinan Partai Islam? Tanya saya. Teman ini kembali tersenyum mengatakan bahwa Partai islam memang bagus dengan jargon politiknya tapi kasus korupsi dan moral yang menyeret para elite partainya semakin membuat rakyat tak lagi percaya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Walau tak banyak elite politiknya yang tersangkut kasus namun ini sudah cukup membuat rakyat tak lagi percaya. Maklum saja bahwa mungkin kalau Partai Non Islam berbuat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tercela itu biasa tetapi tidak dengan Partai Islam yang mengusung soal akhlak mulia. Sedikit saja salah, itu akan mudah membuat rakyat loss trust. Seharusnya ini disadari oleh para kader partai Islam untuk bersikap istiqamah. Tapi mereka lupa dan akhirnya mengubur harapan rakyat yang memilihnya. Namun yang pasti, menurut teman ini, siapapun dari elite partai yang tampil sebagai presiden pasti akan menghadapi masalah tak beda dengan yang dialami oleh SBY ketika berkuasa.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Berseteru dan tidak efektif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lantas siapa lagi yang pantas diterima oleh semua pihak dan akhirnya bisa mendamaikan semua pihak ?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tanya saya. Inilah yang harus dipikirkan jauh hari oleh para elite politik sebelum tahun 2014. Cukup sudah bertikai dengan menelan ongkos yang mahal.Begitu banya waktu terbuang sia sia. Terlalu banyak anggaran tak terserap. Dari kegaduhan ini, terjadi tarik menarik karena semua tersandera dengan kasus korupsi. Sudah saatnya mulai berpikir untuk rakyat. So, siapa yang cocok jadi pemimpin itu ? Tanya saya lagi. Teman ini tidak menjawab. Namun saya mendapatkan satu pencerahan dari dialogh sederhana ini, mungkinkah ini disadari oleh para elite politik negeri ini untuk perlunya kebersamaan demi kepentingan rakyat banyak. Akankah para elite politik ini dapat berjiwa besar untuk melahirkan proses politik yang memungkinkan tampilnya pemimpin yang didukung sermua pihak ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya melihat arah pembicaraan kepada calon independent namun didukung oleh partai besar. Mungkinkah ini dapat terjadi ? Teman saya tersenyum. Dia merasa senang karena saya memahami arah pembicaraannya. Siapakah calon Independent itu? Dia bisa saja berasal dari tokoh masyarakat, professional. Bayangan saya kepada segelintir nama yang sudah dikenal luas oleh public , seperti Sri Mulyani, Safie Maarif , Mahfud MD atau lainnya. Namun segelintir nama inipun tidak mudah bisa diterima karena masing&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;masing punya luka dengan elite partai. Lantas siapa ?Ah,  dibalik tanya yang tak sudah, saya membatin, inikah cobaan bagi rakyat Indonesia yang terjebak dalam harapan yang sulit bersua dengan realita. Akankah kita mendapatkan hikmah dari situasi ini? Mari bersama sama menghidupkan lilin didalam hati kita, sambil berdoa semoga para elite melihat cahaya kebenaran. Ya, doa, walau itu adalah selemah lemahnya iman. Hanya itulah yang bisa kita perbuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-390934223579321578?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/390934223579321578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=390934223579321578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/390934223579321578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/390934223579321578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/10/lantas-siapa.html' title='Lantas siapa ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nKd-TKuVxp0/TqhSaGMsBAI/AAAAAAAAB78/lRnBTD18Eus/s72-c/tanda-tanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-947515949671841903</id><published>2011-10-22T13:43:00.005+07:00</published><updated>2011-10-22T13:52:56.064+07:00</updated><title type='text'>Belajarlah...</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0lAHUs9NO8I/TqJmf0L2JvI/AAAAAAAAB6o/f1gsdqpdoNY/s1600/toll.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="text-align: justify;float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px; " src="http://2.bp.blogspot.com/-0lAHUs9NO8I/TqJmf0L2JvI/AAAAAAAAB6o/f1gsdqpdoNY/s200/toll.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666203977955813106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Teman saya sebagai konsultan project mengatakan bahwa konsep jalan &lt;i&gt;Toll&lt;/i&gt; di ASIA pertama kali diterapkan oleh Indonesia tahun 1978, dengan diawali pembangunan &lt;i&gt;Toll Jagorawi&lt;/i&gt;. Sampai kini ruas jalan Toll dibangun baru mencapai 700 KM. Sementara China membangun jalan Toll diawali tahun 1980 dan kini panjang ruas jalan Toll telah mencapai 46,000 KM atau setiap tahunnya terbangun sepanjang 1500&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;KM. Amerika sebagai Negara penggagas privatisasi jalan darat dikalahkan oleh China , yang kini merupakan Negara yang memiliki jalan Toll terpanjang didunia setelah AS. Namun yang harus dicatat bahwa bagi China jalan Toll tak lain hanyalah jalan alternative bagi pengguna jasa yang ingin cepat , nyaman namun mau keluar uang. Semenata Jalan utama tetaplah disediakan oleh Negara yang bebas biaya. Dan ini terus dibangun dengan dukungan berbagagai sarana alternative transfortasi seperti&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Rell Kereta untuk layanan train missal. Beda dengan kita , jalan Toll sebagai solusi penyediaan Jalan darat. Yang sehingga terkesan pembangunan jalan umum bebas biaya dibuat ala kadarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mengapa China begitu cepat membangun jalan Toll , padahal idiologi mereka adalah komunis sosialis yang tak punya konsep utama privatisasi sarana umum. Persoalannya tidak melihat kepada idiologi. Kapitalisme hanya dipandang sebagai sebuah metode membangun dan bukan idiologi., Penerapannya tetaplah bergantung dengan platform sosialis komunis. China hanya memisahkan dengan jelas mana ranah bagi orang yang punya kemampuan berswasembada layanan umum dan mana yang belum mampu. Bagi yang mampu, Negara melepaskan diri dari social obligationnya dan ditransfer kepada mereka yang tidak mampu. Artinya, alokasi anggaran untuk mereka yang mampu di cross kepada mereka yang tidak mampu melalui penyediaan jalan Negara yang lebih baik. Semakin luas jalan toll dibangun untuk orang berduit semakin besar pula anggaran tersedia untuk menyediakan sarana bagi yang tidak mampu. Berjalannya waktu, orang yang tidak mampu ,menjadi mampu karena roda ekonom bergerak cepat akibat sarana jalan yang prima. Merekapun akan menjadi pelanggan jalan Toll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Pola pendekatan inilah yang dijual kepada investor asing.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bahwa jalan Toll memang di rancang secara independent yang tidak ada campur tangan pemerintah dari segi tariff maupun biaya. Semua diserahkan kepada mekanisme pasar. Investor asing pun sadar bahwa pada waktu jalan Toll dibangun, negarapun akan terlibat membangun jalan alternative bagi yang tidak mampu agar ekonomi mereka bangkit untuk menjadi pengguna jalan Toll dikemudian hari. Ada future consumer by design yang diyakini oleh investor akan menjadi konsumen potensial, untuk menjamin Return investment. Disamping itu , memang keberadaan Toll di China sebagai property private. Seluruh asset , tanah maupun bangunan dimiliki oleh Investor. Artinya tak menghalangi bagi Investor untuk melakukan refinancing bila jalan Toll itu selesai dibangun. Beda dengan Indonesia, dimana investor hanya berhak atas konsesi bisnis yang menarik tariff dari pengguna jalan. Sementara investasi tanah , bangunan walau semua dana berasal dari investor namun secara hokum tetaplah pemiliknya adalah Negara. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Menurut teman banker, sangat sulit di binding asset Business Toll untuk memenuhi risk management. Kecuali untuk perusahaan pengelola jalan Toll yang sudah lebih dulu eksis. Itupun yang di binding bukannya asset Toll tapi saham atau Corporate bond, yang volume kapitalisasi sangat terbatas likuiditasnya. Itu senbabnya pemain baru jalan Toll , sangat sulit mendapatkan financial resource baik melaui investor institution maupun private placement. DItambah lagi , hamper sebagian besar pemilik konsesi jalan Toll adalah bukan investor real tapi hanyalah pencari rente, yang berharap mendapat deal fee dari real investor dan EPC. Disisi lain ada lagi yang membuat investor berkerut kening yaitu &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tidak mudahnya melakukan pembebasan tanah. Karena hak tanah tetaplah di pemeritah Daerah yang nota bene tidak mendapatkan PAD dari keberadaan Jalan toll itu. Ini juga salah satu sebab terjadinya restriction pembebasan lahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Jadi tidak terbangunnya jalan Toll sehebat China lebih disebabkan iklim investasi yang tidak konduktif. Iklim investasi tidak konduktif disebabkan kebijakan nasional soal privatisasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tidak jelas. Berada di grey area. Mau privatisasi namun kepentingan politik populis tak bisa dihilangkan atau tepatnya tidak punya grand design yang menjaga keseimbangan program privatisasi layanan public dengan Public Service Obligation yang harus disediakan pemerintah. Ya mencontoh china mungkin terlalu jauh digapai, tapi setidaknya berguru dari kesuksesan Malaysia yang awalnya belajar bangun jalan Toll dari Indonesia namun kini panjang ruas jalan Toll Malaysia ( 1200 KM ) lebih panjang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dari Indonesia. Belajarlah untuk lebih baik , untuk rakyat tentunya. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-947515949671841903?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/947515949671841903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=947515949671841903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/947515949671841903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/947515949671841903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/10/belajarlah.html' title='Belajarlah...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0lAHUs9NO8I/TqJmf0L2JvI/AAAAAAAAB6o/f1gsdqpdoNY/s72-c/toll.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-9117616790371720635</id><published>2011-10-17T01:36:00.003+07:00</published><updated>2011-10-17T01:48:25.787+07:00</updated><title type='text'>Kekuasaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-qeKzw33zsxw/Tpsk-jUFRPI/AAAAAAAAB58/o5KMcKedrTg/s1600/kekuasaan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qeKzw33zsxw/Tpsk-jUFRPI/AAAAAAAAB58/o5KMcKedrTg/s200/kekuasaan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664161613398492402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ronald Regan , dikenal sebelumnya sebagai bintang film dan juga bintang Iklan. Perjalanan karir berikutnya , sebagaimana umumnya seorang selebritis tak jauh dari dunia panggung. Diapun terpilih sebagai anggota DPR. Karirnya terus melaju dengan cepat. Sampai akhirnya dia terpilih sebagai Presiden AS dalam usia uzur. Begitulah AS, yang siapapun boleh bermimmpi menjadi apa saja. Ini Negara demokratis yang di huni oleh beragam etnis dan menempatkan HAM diatas segalanya. Walau sejarah AS yang kelam dimasa lalu, yang menjadikan keturunan Afrika atau dikenal dengan Negro dijadikan budak namun tak menghalangi Obama yang berayah asal dari Kenya untuk tampil memimpin bangsa yang disebut gudang Universitas terbaik didunia ini, dan juga dikenal sebagai Negara Super Power. Tidak ada yang tidak mungkin. Melihat AS , kita melihat bagaimana kekuasaan atau apa saja berada di etalage. Siapapun bisa membelinya asalkan ada uang. Money is the second god in their world.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Fenomena tentang kekuasaan bisa dibeli dengan uang,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mungkin &lt;span&gt; &lt;/span&gt;hanyalah mitos, kata mereka. Sayapun beranggapan sama. Karena demokrasi, punya standard dan system sendiri bagaimana orang terpilih untuk duduk dipuncak kekuasaan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Memang proses demokrasi memaksa orang bersaing untuk menjadi number one dan itu tentu membutuhkan dana tidak sedikit untuk kampanye namun tidaklah sampai diartikan bahwa kekuasaan bisa dibeli. Demikian saya berkeyakinan untuk berdamai dengan realitas. Suatu kebetulan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mungkin, jauh dinegeri saya tercinta , ketika saya berada diruangan sauna disebuah pusat Spa terbaik,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;saya mendengar obrolan beberapa orang pengusaha yang namanya cukup dikenal di Indonesia. Mereka asyik bicara santai diruangan sempit itu. Salah satunya mengatakan bahwa dia sedang berusaha menjadikan salah satun Calon Gubernur di salah satu provinsi di Indonesia untuk tampi menjadi kepala Daerah. Mata saya tetap terpejam namun telinga saya mendengar obrolan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mereka berkata bagaimana strategi menjadikan Cagub itu sebagai pemenang. Dari pemilihan calon, mereka sudah menggunakan data riset untuk menguji kualitas calon. Dan kemudian segala kelemahan calon dan kelebihannya diurai secara detail. Kekurangan calon ditutupi dengan konsep kampanye dan menggalang kekuatan kelompok kanan, kiri untuk menjadi pendukung setia. Kelebihan calon yang merupakan potensi calon, di tiup sebesar mungkin lewat pendapat para pakar dan tokoh masyarakat yang bisa dibayar untuk ngomong apa saja. Para LSM didekati untuk menjadi barisan setia calon tersebut. Bila semua strategi dan planning itu sudah dilaksanakan maka terakhir deal dengan partai digalang melalui&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pendekatan kepada para petinggi Partai. Deal disini bertujuan agar hanya calonnya saja yang terbaik dan menutup pintu bagi calon lain yang berpoteni kecuali calon yang gradenya dibawah calon mereka. Maklum UU memberikan hak penuh kepada Partai untuk menetapkan seseorang menjadi Calon Gubernur, termasuk calon Bupati/walikota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tentu semua itu dilakukan dengan all at cost. Uang dilempar keatas, kebawah, kesamping. Semua bicara uang dan uang. Ketika salah satu mereka bertanya berapa uang sudah ditebar. Pria yang duduk didepan saya menjawab dengan santai dan menyebut tentang bilangan uang. Bukan jutaan tapi miliaran dan itu bukan pula puluhan tapi ratusan. Saya terkejut. Tapi mata saya tetap tertutup seakan menikmati uap panas yang membuat keringat tubuh saya mengalir deras. Pria itu, berdiri sambil berkata bahwa apalah artinya uang itu dibandingkan dengan project raksasa yang sedang digarapnya di provinsi itu. Lantas apa jadinya bila setelah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;calon itu berkuasa dan ternyata tidak mendukung rencana bisnisnya. Bukankah itu sia sia. Apalagi setelah dia berkuasa, semua kekuatan ada ditangannya. Pria itu berkata, semuanya dilakukan dengan contract . Ini hanyalah permainan dagang , kata pria itu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan lagi calon itu tak punya visi apapun kecuali hanya ingin berkuasa dan hidup senang dari kekuasaan itu.. Tak ubahnya seperti kita memberi kokain kepada remaja. Sekali mereka menikmati kokain itu , selama itupula &lt;span&gt; &lt;/span&gt;mereka jadi budak kita. Katanya sambil berlalu dari ruang sauna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ingat obrolan santai itu ,ingat siapa dibalik tampilnya Ronald Regan sebagai President. Mereka adalah konsorsium lembaga keuangan papan atas ,yang belakangan menciptakan skandal dimana mana. Namun tak satupun pemain kunci  yang masuk penjara. Begitupula dengan Obama yang bisa ditebak siapa dibalik keberhasilannya menghuni gedung putih, yang terbukti setelah dia terpilih tak ada satupun pemain yang menjadikan AS mem bail out Perbankan masuk penjara. Proses investigasi terus berlanjut namun proses politik menghambat langkah Obama di parlemen juga berlangsung. Tarik menarik dan akhirnya kompromi terjadi untuk saling berdamai.Tak ubahnya seperti Century Gate yang tak berhasil menggiring pelaku utama dibalik kasus itu kecuali menjadikan segelintir pion sebagai terpidana. Ini semua karena system yang dibangun oleh kekuatan permainan business dibalik kekuasaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saya sempat termenung. Betapa tidak? BIla kekuasaan adalah komoditi maka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tentu aturan dan Undang Undang pun akan menjadi komoditi. Gedung DPR akan menjadi bursa. Partai akan menjadi settlement agent. Para LSM dan Pengamat akan menjadi broker. Dan rakyat akan menjadi bukan apa apa lagi. Karena konsumen dari komoditi itu bukanlah rakyat tapi pengusaha yang selalu berpikir menjadi penguasa sejati untuk berkuasa diatas segala sumber daya yang ada. Dari waktu kewaktu , penjajahan tak pernah lekang didunia ini. Walau zaman berganti namun penjajahan selalu hadir dalam bentuk dan rupa berbeda. Sumber persoalan adalah karena memperturutkan hawa nafsu yang tak ada habisnya dan ini sumber bencana peradaban, yang sudah dibuktikan oleh sejarah, termasuk Al Quran bercerita banyak tentang ketamakan yang berakhir pada kehancuran. Sadarlah !&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-9117616790371720635?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/9117616790371720635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=9117616790371720635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9117616790371720635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9117616790371720635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/10/kekuasaan.html' title='Kekuasaan'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qeKzw33zsxw/Tpsk-jUFRPI/AAAAAAAAB58/o5KMcKedrTg/s72-c/kekuasaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-8305406902992018337</id><published>2011-10-08T08:08:00.007+07:00</published><updated>2011-10-10T19:50:01.862+07:00</updated><title type='text'>Sharing power</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--DIX0wccSNI/To-lIXF9m9I/AAAAAAAAB5A/yEXr-QdzZCY/s1600/balance_q.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--DIX0wccSNI/To-lIXF9m9I/AAAAAAAAB5A/yEXr-QdzZCY/s200/balance_q.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660924819684563922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Korupsi , korupsi , lagi lagi korupsi berita Koran. Terlalu banyak kasus di negeri ini. Demikian sungut teman. Saya melirik kearah teman yang sedang asik membaca Koran di konsulat. Apakah tidak ada pikiran para elite selain bagaimana menjarah uang Negara. Dulu kita bersama sama menjatuhkan Soeharto karena kita kesal Negara seperti kerajaan yang dikelola oleh keluarga dan teman teman. Kita sebut ulah itu sebagai KKN. Ketika Soeharto jatuh , elite reformasi bangkit dari tempat pesembunyiaannya. Di senayan, para elite dibawah kekuasaan UUD 45 atas nama MPR mengeluarkan ketetapan tentang dibentuknya KPK. Ini amanah reformasi. Semua orang tahu dan semua orang berhak mengawal amanat ini. Demikian kata teman saya. Tak kita persoalkan soal demokrasi yang dirancang , yang pada akhirnya melibas MPR sebagai kekuasaan tertinggi di republic ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tidak sampai disitu saja. Keliatannya para elite reformasi sudah memetakan dengan baik korupsi itu seperti apa. Hakim diawasi dengan ketat. Dibentuklah Komisi Yudisial. Kemudian agar tidak ada lagi kolusi antara pejabat dan pengusaha yang melahirkan monopoli bisnis seperti era Soeharto, maka dibentuklah Komisi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ), Mereka para elite juga sadar mereka manusia yang bisa lalai dan alfa dalam amanahnya membuat   UU yang sehingga merugikan rakyat. Maka dibentuklah Mahkamah Konstitusi. Apakah itu cukup ? belum. Kita masih saja trauma dengan Soeharo yang membungkam PERS dan menjadikan TV hanya satu channel berita yaitu TVRI, yang menjadikan corong kebenaran hanya milik rezim. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Maka UU kebebasan PERS dibuat agar bebas sebebasnya mengemban misi menyampaikan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Belum puas lagi, rakyatpun boleh mengorganisir dirinya mengawasi negara. Maka LSM tak perlu izin berbelit untuk berdiri kecuali cukup mendaftarkan diri. Kita trauma dengan ABRI yang melindungi rezim Soeharto maka &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;ABRI yang kita cintai , yang terlatih baik secara structural untuk melahirkan pemimpin berkelas nasional harus keluar dari gelanggang politik dan masuk barak. Hanya sipil yang boleh berkuasa. Karena itu semua , tak kita persoalkan UUD 45 harus  di amandemen. Semua kita berbulat hati untuk lahirnya perubahan.  Era kebebasan bagi semua. Tak boleh siapapun&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sangat berkuasa di negeri. Ini sharing power. Presiden tak lagi sacral. Gubernur tak lagi sacral. Bupati ataupun walikota, tak lagi sacral. Semua bekerja diatas bara api. Tak nyaman memang, Makanya tak heran bila Pemerintah feeling uncomfortable lagi bekerja karena terlalu banyak pengawasan. DPR yang disebut orang terhormat pun sudah merasa tak lagi terhormat ketika banyak anggotanya masuk bui dan terakhir terdengar suara lantang dari anggota DPR yang ingin membubarkan KPK. Mereka anggap KPK sebagai teroris hanya karena pimpinan Banggar ( Badan Anggaran ) suspect terlibat korupsi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Keliatannya 10 tahun reformasi berlalu, euphoria demokrasi yang dulu menjadi icon perjuangan kelompok menengah untuk tegaknya kebenaran, kebaikan dan keadilan , tak lagi menetramkan bagi elite yang berkuasa. Tak berlebihan bila ada salah satu anggota Partai Islam yang juga anggota DPR mengatakan Soeharto masih lebih baik ketimbang sekarang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tentu rakyat yang tidak tahu banyak mulai bingung ditengah bertebarnya institusi pengawas dan sederet media massa yang lantang memberitakan tiada henti kebobrokan itu. Juga tak ketinggalan para LSM berbicara membawa suara para pengamat &lt;span&gt; &lt;/span&gt;social politik dan ekonomi, bahwa elite politik tak becus mengurus Negara. Institusi berisi maling dan satu sama lain teriak saling tuduh maling Lantas apa sebetulnya yang terjadi ? mau dibawa kemana negeri ini. Salahkan demokrasi itu ? kalau salah , apalagi pilihan kita ? Apakah sosialis seperti komunis china yang membelenggu kebebasan dan mengclaim kebenaran hanya milik Partai atau monarkhi yang menjadikan pituah raja sebagai hukum tertinggi? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Soal pertanyaan ini saya teringat dengan ajaran guru saya ketika belajar ilmu tasauf. Beliau menyebutkan tentang hukum keseimbangan yang ada dalam diri kita. Beliau mengibaratkan jiwa kita adalah suatu komunitas yang dipimpin oleh tiga unsur kekuasaan. Yang pertama adalah Akal , kedua, nafsu, ketiga , Hati. Idealnya menurut Allah adalah gunakan akalmu sebagai pemimpin dalam dirimu. Namun jadikan hatimu sebagai hakim agung dan penasehat agung dan jadikan nafsu sebagai laskar/executive. Antara akal dan hati boleh berdialogh panjang tentang setiap persoalan sebelum diputuskan. BIla tak ada kata temu maka hati sebagai hakim agung akan meminta kepada akal untuk bicara langsung dengan penguasa tertinggi yaitu Allah lewat sholat istiqarah. Apabila sudah bulat kata dan mufakat maka tugas nafsu untuk melaksanakannya sesuai dengan will  yang ditetapkan oleh akal. Soal ini nafsu ahlinya alias profesional dan memang jago menghadapi segala rintangan untuk mencapai tujuan sesuai kehedak akal yang sudah disesuai apa kata hati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi sebetulnya manusia itu struktur dan organisasinya dirancang Allah sangat demokratis namun yang menggerakan organisasi itu adalah jiwa yang memang dasarnya free will.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Nah disinilah letak persoalannya. Kadang jiwa kita ingin agar Hati jadi penguasa tunggal &lt;span&gt;&lt;/span&gt;maka jadilah kita manusia yang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kurang struggle dan sedikit berpikir, sedikit spiritual sosialnya dengan lebih banyak berzikir. Ada pula , jiwa ingin akal menjadi penguasa tunggal maka jadilah kita manusia buta hati. Ada juga, Jiwa ingin nafsu berkuasa penuh maka jadilah dia manusia binatang yang hanya berperturutkan nafsu hewaninya. Andaikan susunan kekuasaan dalam diri kita itu sesuai dengan fungsinya masing masing tentu manusia itu akan menjadi sempurna. Begitupula, ,bila unsur kekuasaan kenegaraan itu berjalan sesuai dengan fungsinya masing masing ,tentu akan membuat Negara itu kuat, kokoh dalam keseimbangan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang bikin runyam keadaan tata negara kita sekarang karena masing masing ingin lebih tampil berkuasa dan pengendali. Karena masing masing telah menempatkan nafsu sebagai pemimpin dirinya. Terus bersiteru. Tak ubahnya anak remaja dalam masa pancaroba. Namun negara kita tidak lagi remaja tapi sudah uzur. Kapan mau berubah? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-8305406902992018337?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/8305406902992018337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=8305406902992018337' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8305406902992018337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8305406902992018337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/10/sharing-power.html' title='Sharing power'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--DIX0wccSNI/To-lIXF9m9I/AAAAAAAAB5A/yEXr-QdzZCY/s72-c/balance_q.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-7058080164158153112</id><published>2011-10-03T14:42:00.003+07:00</published><updated>2011-10-05T06:03:42.771+07:00</updated><title type='text'>Oportunis atau  visioner ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jRJkZmMaZtM/ToloVUoljBI/AAAAAAAAB4k/IeD2RgFqORU/s1600/skydeskive.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jRJkZmMaZtM/ToloVUoljBI/AAAAAAAAB4k/IeD2RgFqORU/s200/skydeskive.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659169122293222418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Tahun 80an ketika Bill Gate memulai gagasannya untuk mengembangkan bisnis Software berbasis Window, banyak orang menganggapnya gila. Mungkin ketika itu belum banyak orang tahu ide itu akan punya nilai dikemudian hari. Apalagi ketika itu IBM sudah merajai pasar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;computer&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang dikenal dengan &lt;i&gt;blue screen&lt;/i&gt;.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tapi tahun 1999 nilai pasar Microsoft sudah 3 kali dari IBM. Tidak ada satupun competitor di AS yang bisa menandingi Microsoft. Bahkan dunia mengatakan bahwa Microsoft telah tumbuh besar menjadi dictator Tekhnologi berbasis software yang membuat orang tidak punya pilihan lain. Seiring dengan itu, dunia kampus dan peneliti tampil dengan tesis baru bahwa cara kerja IBM salah, raksasa yang lambat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;IBM tidak bergeming. Bahkan IBM bertindak lebih ekstrim dengan melepas bisnis PC kepada LENOVO raksasa computer dari China.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Tamatkah IBM setelah itu ? oh tidak! &lt;i&gt;Louis Gerstner&lt;/i&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;peminpim IBM yang diminta melakukan pembaharuan ditubuh IBM tentu punya strategi yang jitu dengan visi riset yang kuat. IBM berfocus kepada teknologi solusi terpadu serta pengadaan server canggih. Karena bagi Louis hanya itulah kekuatan yang tersisa ditubuh IBM dan juga itulah kekuatan IBM sedari awalnya. Adapun belakangan muncul PC itupun dilakukan tidak by design. Hanya mengikuti trend market.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;IBM sadar bahwa bisnis PC dan software akan terus berkembang yang tentunya akan bermunculan pemain baru untuk memadati pasar PC. Dan semua itu pada akhirnya membutuhkan layanan Server dan solusi IT yang terpadu. IBM jagonya disini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Tahun 2000an bisnis internet mencapai&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;booming.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Microsoft mulai tak lagi lincah. Pasarnya stagnant. Sementara Google , Yahoo  dan lain lain tampil semakin anyar. Ini awal bisnis aplikasi dan content tampil kedepan. Ketika orang sudah friendly dengan OS Window, orangpun menginginkan sesuatu yang lebih bermanfaat atas keberadaan OS window itu. Orang butuh informasi dan segala kemudahan mengakses informasi yang triliunan itu didunia maya. Google dan Yahoo tampil sebagai solution provider lewat search engine nya. Para investor melihat trend bisins aplikasi adalah masa depan dan Mincrosoft tak lagi menarik bagi investor. Untuk mempetahankan kekuatannya, Microsoft menggunakan cadangan labanya untuk melakukan expansi pengambil alihan bisnis aplikasi seperti Skype dan lain lan. Tapi ini tidak memberikan solusi menyeluruh bagi Microsoft untuk sustainable growth . Sikap ini tak ubahnya dengan dulu ketika IBM mencoba menjalin aliansi strategis dengan Microsoft dan berakhir pada pelepasan bisnis PC kepada Lenovo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Walau APPLE exist lebih dulu dari Microsoft namun karena Microsoft&lt;span&gt; awalnya &lt;/span&gt;didukung oleh aliansi dengan IBM , Microsoft berlari kencang melewati Apple. Bila Microsoft tumbuh dengan hebat justru Apple pernah bangkrut. Selama beberapa decade Apple tertinggal dibelakang Microsoft. Namun kini APPLE tampil didepan semua pemain. Itu disebabkan sedari awal APPLE tidak hanya menjual OS Mac tapi juga melakukan riset dibidang applikasi. Kini Apple bukan hanya tampil kuat dibisnis OS Mac&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tapi juga disemua applikasi. Bahkan Apple selalu didepan dalam tekhnolgi IT yang friendly. Computer tanpa mouse, tanpa keyboard&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;adalah buah karya Apple untuk memberikan layanan system aplikasi yang memanjakan konsumen. Terbukti strategy Apple memang jitu. Sama halnya dengan IBM yang berfocus dengan strategy dan visi yang akhirnya menjadi something else.Pada penutupan 30/9/2011&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan data Bloomberg, nilai pasar saham IBM mencapai 214&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;miliar dollar AS, sedangkan Microsoft sebesar 213 miliar dollar AS. Sementara itu, Apple Inc kokoh di puncak dengan nilai pasar mencapai 362 miliar dollar AS.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Apa yang dapat kita pelajari dari perkembangan bisnis IT ini ? Teman senior saya yang bergerak dalam bisnis venture capital punya jawaban yang mungkin menarik untuk dicermati. Bahwa IBM, Microsoft, Apple didirikan oleh mereka&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang berangkat dari ilmu pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka bukan pedagang tanpa latar pendidikan keilmuan yang kuat. Mereka saisitis hebat. Namun sebagaimana IBM ketika ia terjebak dalam pragmatism mengikuti pasar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang bukan keahliannya, dia terpuruk dan akhirnya menyadarkannnya untuk kembali focus pada keahliannya. IBM unggul. Apple juga sama , walau jalan terseok namun mereka focus dengan keahliannya dan akhirnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;unggul. Nah, Microsoft kini sedang dipersimpangan jalan. Apakah Microsoft akan tampil pragmatis dengan melahap competitor lewat kekuatan modalnya atau menggunakan resource nya untuk mengembangkan bidang keahliannya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sendiri sambil melakukan sinergi dengan yang lainnya. BIla ini tidak segera disikapi oleh Microsoft maka hanya soal waktu Microsoft akan jatuh.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jatuh karena ketamakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Nabi pernah bersabda bahwa apabila suatu pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya maka akan hancur. Dalam kehidupan nyata itu adalah hukum alam. Seseorang yang punya keahlian dibidangnya tentu juga mempunyai visi (dreaming ) yang harus diperjuangkannya lewat pengabdian kerja keras. Pengabdian ini tidak hanya berhubungan dengan laba atau&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;keuntungan materi tapi lebih daripada itu adalah keuntungan batin, dimana ilmunya bermanfaat bagi orang banyak. Keuntungan batin ini tidak bisa dinilai dengan apapun dan inilah puncak obsesi bagi setiap sainsitis yang terdidik dengan baik. Mereka yang berbuat dengan keilmuannya dan keahliannya adalah motor penggerak lahirnya peradaban maju dan beradab. Di china hampir semua industry diprakarsai oleh para ahli dibidangnya yang sebagian besar almamater China Academic Science &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rusaknya peradaban karena banyak orang bermental oportunis , menarik keuntungan materi semata dengan memanfaatkan para sainsitis untuk menghasil produk yang memeras dan menipu konsumen. Di sisi lain banyak orang tak terlatih memimpin akar rumput mencoba menarik peluang dari sistem demokrasi untuk tampil menjadi pemimpin, dan kemudian memanfaatkan orang terdidik baik dibidang ekonomi, social ,budaya, dan lain lain untuk melahirkan kebijakan yang memeras dan meminggirkan rakyat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;lemah. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-7058080164158153112?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/7058080164158153112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=7058080164158153112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7058080164158153112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7058080164158153112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/10/oportunis-atau-visioner.html' title='Oportunis atau  visioner ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jRJkZmMaZtM/ToloVUoljBI/AAAAAAAAB4k/IeD2RgFqORU/s72-c/skydeskive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-8728822439570825775</id><published>2011-09-26T07:11:00.006+07:00</published><updated>2011-11-19T13:03:16.995+07:00</updated><title type='text'>Berkeluh kesah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pSWlL_I9l6g/Tn_EPMwF_0I/AAAAAAAAB38/0Hr1E4bQGjI/s1600/crisis.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pSWlL_I9l6g/Tn_EPMwF_0I/AAAAAAAAB38/0Hr1E4bQGjI/s200/crisis.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656455422400659266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sejak kejatuhan Lehman Brothers tahun 2007 yang memicu krisis global sampai kini terus berlangsung bahkan semakin parah. AS  yang obligasinya selalu dikenal dengan No Risk kini oleh S&amp;amp;P diturunkan peringkatnya menjadi AAA. Kemudian index ekonomi AS terus memburuk dengan ditandai turunnya indeks industry  dengan banyak rontoknya perusahaan dan  meningkatnya angka pengangguran. Ini tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan butuh waktu panjang. Selama proses ini, negara didunia yang selama ini menjadi satelit AS  untuk menerima luberan pertumbuhan ekonomi AS  pasti akan menerima dampaknya. Benarlah, Eropa yang dikenal sebagai mitra strategis AS  terkena imbas dengan diawali krisis hutang Yunani yang gagal bayar. Kemudian merambat ke Italia, Spanyol, Portugal. Likuiditas pasar uang mengering akibat semakin tergerusnya kepercayaan dunia khususnya ASIA terhadap surat hutang Eropa.Hampir semua lembaga keuangan kelas dunia maupun multilateral semakin pesimis dengan situasi ekonomi di Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;BIla tahun 2007 awal krisis terjadi, para ekonom mempunyai ruang untuk melakukan recovery dengan menurunkan suku bunga namun hasilnya nothing, bahkan semakin sulit. Kini ruang untuk bergerak lincah diatas krisis semakin sempit. Suku bunga sudah sangat rendah. Pertemuan G20 yang dulu dirancang mengatasi krisis 2008, kini harus kembali duduk satu meja mengatasi krisis ini. Lantas apalagi solusi yang akan diambil ? Karena keseimbangan ekonomi global semakin goyah. Efek dana private akan bergerak deras kenegara berkembang yang semakin menyulitkan Eropa dan AS  keluar dari krisis. Disisi lain Negara berkembang akan mengalami gangguan ekonomi makro akibat suplai uang yang deras , yang cepat datang , cepat pula pergi.  Intinya adalah kesulitan liquiditas menjadi hantu bagi Negara yang hidup bertumpu dari hutang ini.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika bertemu dengan teman dari Eropa dan AS dalam salah satu rapat bisnis, kami sempat membicarakan soal krisis yang sedang melanda AS dan Zona Eropa itu. Teman ini semakin pesimis dengan keadaan negaranya masing masing. Nampak mereka kehilangan kepintaran sebagaimana selama ini menjadi kebanggaannya untuk mengatakan ASIA bodoh.  Mereka bertanya kepada saya, bagaimana dengan Indonesia. Saya jawab dengan enteng bahwa Indonesia tidak pernah krisis. Yang krisis itu adalah pemerintah. Mereka nampak bingung dengan ungkapan saya itu. Namun dengan enteng pula saya katakan bahwa kami rakyat sejak merdeka sampai kini tidak merasakan kehadiran pemerintah didalam kehidupan kami. Kami baru menyadari Negara itu ada ketika mau Pemilu atau ngurus Izin atau perlu Passport. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Coba perhatikan kata saya, ketika tahun 1998 saat krisis ekonomi ASIA , kami Negara yang terpukul paling keras. Ketika  itu, rasio utang terhadap PDB bahkan sudah mendekati 100 persen, tak beda dengan situasi Eropa dan Amerika Serikat saat ini. Ditambah lagi ketika itu , kami juga sedang menghadapi krisis politik dengan jatuhnya Soeharto. Ditengah situasi itu, kamipun terkena benca alam Tsunami dengan korban diatas 300,000 jiwa. Bayangkanlah bila ini terjadi di Eropa atau AS, krisis ekonomi datang, krisis politik juga mendera, bencana alam terburuk menimpa. Saya yakin Negara kalian akan hancur. Kata saya dengan santai. Mereka bengong. Mungkin mereka baru menyadari bahwa pernah ada prahara lebih berat dibandingkan mereka kini. Lantas bagaimana negara anda bisa keluar dari situasi terburuk itu ? Kata mereka dengan antusias ingin mengetahui lebih jauh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lagi lagi saya katakan dengan santai bahwa yang krisis itu pemerintah bukan rakyat. Kami rakyat tidak peduli soal krisis itu. Akibatnya para elite politik bisa berdamai satu sama lain untuk mengambil kebijakan yang cepat melalui penyelamatan perbankan dan dunia usaha sekaligus. Pemerintah atas dasar keputusan politisi menanggung semua hutang perbankan dan swasta itu dan selanjutnya akan menjadi beban rakyat selama lamanya lewat APBN. Apakah itu semuanya ditanggung ? bagaimana dengan mereka yang menjarah perbankan ? Tanya mereka beruntun. Kembali saya jawab dengan tersenyum. Ada yang diadili dan tak banyak yang dipenjara. Apa peduli kami.  Mereka geleng geleng kepala. Mengapa rakyat Indonesia tidak marah ? Tanya mereka bingung. Apa peduli kami? Jawab saya singkat. Namun lihatlah hasilnya kini, dunia usaha bangkit, perbankan tumbuh dengan percaya diri, kelompok menengah tumbuh cepat. APBN  meningkat ratusan persen dibandingkan sebelum krisis, rasio hutang tinggal 20%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apakah dengan situasi sekarang ini rakyat Indonesia mendapatkan kemakmuran? Tanya mereka. Apa peduli kami soal kemakmuran. Jawab saya santai. Dengan data yang saya berikan itu sudah cukup bukti bahwa rakyat Indonesia makmur. Kata mereka. Tapi saya jawab lagi dengan santai. Siapa yang peduli dengan angka statistic itu. Jadi apa yang rakyat Indonesia pedulikan? Kami juga tidak tahu apa yang kami pedulikan. Kami hanya berpikir hari ini dan bersyukur bahwa kami masih bisa bernafas menghirup udara pemberian Allah dan manikmati sinar matahari , yang keduanya gratis dari Allah.Soal makan ,sedikit disyukuri banyak berbagi. Itu saja. Bagaimana soal masa depan ? Tanya mereka dengan cepat. Saya jawab itulah masalah anda sebenarnya.Anda selalu memikirkan yang belum terjadi sementara hari ini anda hidup berkeluh kesah dan lupa mensyukuri. Padahal masih banyak rakyat diplanet bumi ini yang mati kelapran, sakit tak terobati, rumah hancur terkena bencana. Jadi stop berkeluh kesah. Yang pasti dimasa depan semua orang pasti mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagiamana agar hidup tidak berkeluh kesah seperti rakyat Indonesia yang dengan santai berkata Who care? . Tanya mereka. Kini saatnya anda belajar dengan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama islam sebagai pondasi negara Indonesia yang membuat para elite terbodoh, terlambat berbuat, terkorup  tetap bisa memimpin. Jawab saya santai. Lantas apa jadinya bila pemimpin anda itu orang hebat , jujur, amanah? kamilah penguasa dunia ini untuk lahirnya rahmat bagi semua. Jawab saya dengan tersenyum. Mereka bengong. Saya miris...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-8728822439570825775?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/8728822439570825775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=8728822439570825775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8728822439570825775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8728822439570825775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/09/berkeluh-kesah.html' title='Berkeluh kesah'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pSWlL_I9l6g/Tn_EPMwF_0I/AAAAAAAAB38/0Hr1E4bQGjI/s72-c/crisis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6516511506181310953</id><published>2011-09-17T09:14:00.011+07:00</published><updated>2011-09-19T15:06:08.797+07:00</updated><title type='text'>Demokrasi dan TNC</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Uutks905gZQ/TnQDvUm71gI/AAAAAAAAB28/ivC1WBFnYXI/s1600/tnc.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Uutks905gZQ/TnQDvUm71gI/AAAAAAAAB28/ivC1WBFnYXI/s200/tnc.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653147543777564162" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Penggagas serangan Militer ke Libia untuk menjatuhkan &lt;i&gt;Muammar Gaddafi&lt;/i&gt; adalah Francis yang juga anggota NATO. Sebagaimana alasan klise yang sudah sudah dari arogansi NATO untuk menggunakan kekuatan militer menjatuhkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;penguasa yang tak disukai adalah soal Kemanusiaan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Juga sebagai mana biasanya ketika penguasa dijatuhkan , mereka tampil ba' pahlawan untuk menjadi mentor proses transisi kekuasaan. Namun sebetulnya tak lain adalah memastikan &lt;i&gt;deal&lt;/i&gt; dengan kelompok local (pro NATO)  berjalan sesuai dengan rencana. Apa itu ? menagih &lt;i&gt;commitment&lt;/i&gt; yang sudah disepakati, soal persentase bagi hasil yang akan didapat. Maklum saja serangan militer itu tidak gratis. Ongkosnya mahal dan semuanya harus dibayar dalam bentuk minyak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang merupakan kekayaan utama Libia. Hampir 95% pendapatan eksport Libia berasal dari minyak yang menyumbang 80% dari PDB nasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebelum pecahnya konflik, Libya mengekspor sekitar 1,3-1.400.000 barel per hari dari total produksi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;sekitar 1,79 juta barel per hari, dimana sekitar 280.000 barel per hari dikonsumsi dalam negeri. Tapi analis percaya bahwa dengan rekonstruksi Libya bisa segera mengekspor 1,6 juta barel per hari minyak berkualitas tinggi, minyak mentah ringan. Libya memiliki cadangan terbukti minyak terbesar di Afrika dengan 42 miliar barel minyak dan lebih dari 1,3 triliun meter kubik gas alam.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tentu ini membuat penguasa dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Beijing sampai ke Eropa dan AS meneteskan air liur untuk ambil bagian. Apalagi peluang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;masih terbuka lebar karena baru 25% resource minyak Libia yang di exploitasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dengan sumber daya minyak yang begitu besar, kini para petinggi &lt;i&gt;National Transitional Council (NTC)&lt;/i&gt; Libia sibuk memenuhi komitmen bagi bagi hasil itu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Francis yang merupakan penyumbang terbesar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dukungan militer kepada pembrontak akan mendapatkan jatah 35 % dari total produksi minyak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Libia. Francis mendapat hak exclusive mengontrol pasar sebesar itu. Sementara Negara lain seperti Inggeris , AS akan mendapatkan jatah sesuai dengan contribusinya. Sumber daya minyak dijadikan bancakan oleh mereka. Yang pasti , hengkangnya &lt;i&gt;Muammar Gaddafi&lt;/i&gt; dan menangnya oposisi telah membuat operator minyak yang ada di Libia yang sebagian besar TNC&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bisa bernafas lega&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk membuat para pemegang saham di wall street dan Eropa tidak lagi stress. Satu lagi kisah menyedihkan dari konspirasi kapitalisme yang akhirnya bermuara pada satu hal yaitu penguasaan resource bagi kepentingan laba dan pasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebetulnya apa yang terjadi dengan Libia, juga tak beda dengan yang di Irak. Yang dikuasai melalui kekuatan militer bagi penguasa yang tidak loyal. Sementara dalam bentuk lain penguasaan terus juga terjadi terhadap Negara lain. Tidak menggunakan kekuatan militer tapi melalui sytem demokrasi, para elite politik ditekan secara &lt;i&gt;smart power&lt;/i&gt; ( uang dan kekuasaan ) untuk mengeluarkan produk UU yang memungkinkan TNC menguasai sumber daya alam. Hal seperti ini dapat dilihat di Nigeria, termasuk juga Indonesia. Bagi Negara yang tak mengenal demokrasi seperti Arab Saudi dan Emirat Arab serta Negara kaya minyak lainnya , selagi penguasanya loyal kepada kepentingan TNC maka penguasa itu tetap didukung untuk terus berkuasa dibawa bendera otokratis yang anti demokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi demokrasi atau otokrat , bagi TNC itu tida penting. Yang penting bagaimana rezim berkuasa itu dapat &lt;i&gt;comfortable&lt;/i&gt; menjadi budak mereka.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin karena di Indonesia tidak ada lagi figure nasional sebagai orang kuat untuk mengawal kehendak TNC dalam menguasai SDA maka system demokrasi adalah tepat untuk Indonesia. Lewat system ini, budaya korup dibangun agar orang berlomba lomba mengeruk harta haram dan selanjutnya menggunakan harta itu untuk tampil berkuasa. Setelah berkuasa mereka akan tersandera oleh budaya korup untuk terus korup , untuk mempertahankan kekuasaan yang memang tidak gratis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada era sekarang, Negara modern tidak lagi terlibat dalam jargon politik untuk menganeksasi Negara lain. Tidak!. Kini semua berbicara soal kepentingan hegemoni bisnis bagi TNC dalam menguasai sumber daya alam serta pasar. Para penguasa secara tidak langsung menjadi &lt;i&gt;agent&lt;/i&gt; TNC untuk berkerja dan bertindak atas nama kepentingan TNC. Bagamana membungkus posisi agent itu agar dihadapan rakyat terkesan anggun ? System demokrasi punya cara hebat untuk membuat kebijakan yang serba procedural&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menjadi produk hukum yang legitimate atas nama rakyat. Juga data statistic akan mengemasnya sebagai dasar bahwa pemerintah bekerja untuk rakyat. Semua hanya tipu dan tipu kepada rakyat bodoh. Sadarlah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6516511506181310953?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6516511506181310953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6516511506181310953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6516511506181310953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6516511506181310953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/09/demokrasi-dan-tnc.html' title='Demokrasi dan TNC'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Uutks905gZQ/TnQDvUm71gI/AAAAAAAAB28/ivC1WBFnYXI/s72-c/tnc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-1918572536513995387</id><published>2011-09-13T09:03:00.023+07:00</published><updated>2011-09-15T08:54:06.614+07:00</updated><title type='text'>Xi Jinping</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-z_UMNJZO4OA/Tm7dpwR6COI/AAAAAAAAB2E/Zjj_7P1FYSw/s1600/xi-jinping.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-z_UMNJZO4OA/Tm7dpwR6COI/AAAAAAAAB2E/Zjj_7P1FYSw/s200/xi-jinping.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651698291800934626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Siapakah Xi Jinping (56)?. Mungkin kita semua tahu bagaimana suksesnya Olimpiade Beijing tahun 2008. Bahkan sepanjang sejarah Olimpiade sampai kini belum ada Negara didunia yang mampu melakukan persiapan dan penyelenggaran Olimpiade sebaik China. Dibalik suksesnya Olimpiade yang spektakuler itu yang mengantarkan China sebagai juara umum, ada tokoh kunci . dialah Xi Jinping yang dikenal sebagai &lt;/span&gt;pribadi rendah hati. Kini dia menjabat sebagai Wakil President China , juga menjadi anggota tetap Kelompok 9 (Zhongnanhai) Biro Politik Partai Komunis. Diperkirakan tahun depan dia akan menggantikan HU Jintao sebagai President China, negara dengan populasi terbesar didunia dan kekuatan ekonomi nomor dua didunia. Suksesnya meniti tangga karir sampai kepuncak tidaklah semudah membalik telapak tangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebagai putra dari Xi Zhongxun, pahlawan revolusioner Komunis dan mantan wakil perdana menteri, Jinping Xi tetap rendah hati dalam meniti karirnya. Betapa tidak, dalam usia 16 tahun Ia dikirim oleh ayahnya ke sebuah desa pegunungan terpencil di provinsi barat laut Shaanxi. Ia menghabiskan enam tahun di sana, memotong jerami, menuai gandum dan menggembalakan ternak di siang hari, dan membaca buku di temaram cahaya lampu minyak tanah dan tidur diartas kasur yang berkutu. Didesa itu dia terpilih sebagai sekretaris Cabang Partai .&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dia berhasil meningkatkan moral rakyat desa untuk antusias bekerja keras. Keberhasilannya di desa memungkinkan dia mendapat rekomendasi untuk masuk universitas Qinghua.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Setelah lulus dari Teknik Kimia Universitas Qinghua pada tahun 1979, ia menjadi sekretaris Geng Biao, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan nasional.Tapi tiga tahun kemudian, dia memutuskan untuk meniggalkan kenyamanan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hidup di Beijing dan kembali ke akar rumput untuk mengembangkan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam dua dekade berikutnya, Xi diawali karirnya sebagai wakil sekretaris Komite Partai di Zhengding di Provinsi Hebei, dan selanjutnya memperoleh pengalaman kerja lebih banyak di daerah pesisir pantai, termasuk Fujian dan provinsi Zhejiang dan Kota Shanghai. Tentu pejabat di Fuzhou ibu kota Fujian masih ingat akan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;gaya kepempimpina Xi di tahun 1990a ketika dia menjabat sebagai sekretaris Komite Partai di kota itu. Xi menekankan istilah “lakukan Sekarang”. Xi berusaha merubah budaya local yang suka bertele tele mengambil keputusan dan bermusyawarah menjadi budaya yang mampu merespons dengan cepat atas permasalahan yang timbul dengan kerjas keras dan efisien.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Selama 17 tahun dia berkerja di Fujian, budaya responsip itu telah menjadi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bagian dari kota itu untuk mampu bersaing dalam putaran waktu dengan provinsi lainnya. Dia meniti karir dari Waki Wali Kota Xiamen pertengah tahun 80an dan kemudian menjabat Gubernur diawal tahun 2000an. Selama masa jabatannya, Xi mendedikasikan dirinya untuk membangun layanan public yang cepat dan murah , melestarikan lingkungan dan mempromosikan kerjasama dengan Taiwan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tahun 2002 posisinya sebagai Sekretaris Komite Partai tingkat provinsi Zhenjiang. Dia mendapatkan tugas yang pelik karena ketika itu Zhejiang tumbuh begitu pesat namun juga menimbulkan masalah social yang tidak kecil. Dikawatirkan dalam jangka panjang pertumbuhan Zhenjiang akan stuck. Setelah melakukan penelitian yang seksama, Xi memerintahkan otoritas local merestruktur Zhenjiang secara keseluruhan (kebayang engga dikita bila Jakarta atau Bandung atau Surabaya di restruktur ). Ini pekerjaan yang sulit dan beresiko karena sebagian besar industry di Zhenjiang sudah berskala International dan perkembangan zona industry yang pesat serta di jejali pemukiman padat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;perkotaan. Tapi berkat kecerdasannya dan sikapnya yang rendah hati mampu meyakinkan semua pihak untuk mendukung keputusannya dan terbukti berhasil menjadikan Zhenjiang mampu menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika Xi diterjukan ke Shanghai sebagai sekretaris Komite Partai, dia harus menyelesaikan krisis politik yang dipicu oleh &lt;span&gt; &lt;/span&gt;skandal keuangan dana pensium terburuk di China. Maklum saja, hampir semua kader partai yang menduduki pos di Shanghai adalah orang pilihan yang terbaik diantara yagn terbaik di China. Namun , Xi mampu mengelola komplik itu dengan sempurna dan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;membersihkan elite partai yang terlibat dalam skandal termasuk menjatuhkan ketua Partai Kota. Dia menekankan kepada semua elite politik di Shanghai juga kepada pejabat local untuk lebih keras kepada diri sendiri kalau ingin pengabdian kepada rakyat akan berbuah baik. Setelah tujuh bulan bekerja keras, Xi berhasil mempertahankan stabilitas tidak hanya di Shanghai tetapi juga memoles citra ternoda dengan membawa angin segar pembaharuan. Sekarang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;shanghai menjadi kota lebih terbuka,harmonis dan dinamis. Dengan prestasi itu tahun 2008  mengantarkan suami Peng Liyuan itu ke Beijing &lt;/span&gt; untuk duduk dalam anggota 9 komite tetap Partai Komunis, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Demikianlah bagaimana China melahirkan pemimpin berkelas dunia namun ditempa oleh pengabdian dan pendidikan lokal. Mereka tumbuh dan berkembang dari tantangan tugas di daerah dan wilayah, bukan di Pusat kekuasaan yang bergelimang kemewahan. Setiap phase para kader Partai menunjukan pengabdian terbaiknya dan setiap waktu pula secara system mereka akan dinilai. Ada yang tersingkir karena korup , culas, adapula yang stuck karena lambat dan malas , ada juga melesat bagaikan roket karena cerdas dengan daya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;responsip tinggi. Hanya yang terbaik yang berhak duduk dipiramida puncak kepemimpinan di China. Dan yang lebih penting dari itu semua adalah dedikasi tinggi memegang amanah kekuasaan untuk yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terbaik bagi china kini dan besok. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apa yang terjadi di China tidak mungkin terjadi di Indonesia yang menerapkan system demokrasi langsung. Kepemimpinan di Indonesia lahir lewat pencitraan dan bukan prestasi yang berakar dari proses panjang pengabdian ditengah masyarakat. Maka jangan kaget bila pemimpin kita sibuk membangun citra diatas budaya korup dan dusta dihadapan rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-1918572536513995387?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/1918572536513995387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=1918572536513995387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/1918572536513995387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/1918572536513995387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/09/xi-jinping.html' title='Xi Jinping'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-z_UMNJZO4OA/Tm7dpwR6COI/AAAAAAAAB2E/Zjj_7P1FYSw/s72-c/xi-jinping.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-131374993942644461</id><published>2011-09-08T21:06:00.012+07:00</published><updated>2011-09-10T10:29:57.197+07:00</updated><title type='text'>pemerintahan yang efektif</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-120riKaZask/TmjM5AWsakI/AAAAAAAAB1c/cyVs6JduyJY/s1600/china.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-120riKaZask/TmjM5AWsakI/AAAAAAAAB1c/cyVs6JduyJY/s200/china.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649991012256082498" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dua puluh tahun yang lalu ketika tembok Berlin runtuh orang mengatakan end of history untuk komunis. Artinya titik akhir evolusi idiologi ( Komunis ) umat manusia dan universialisasi demokrasi cara Barat. Tapi kini terbukti itu semua salah. Justru system demokrasi secara pasti membawa kepada kehancuran secara systematis. Ketika krisis global tahun 2008 terjadi, tahun 2009 semua Negara melakukan program stimulus ekonomi untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Nyatanya China yang komunis lebih efektif dalam menerapkan kebijakan tersebut dengan melakukan ekspansi anggaran terbesar didunia melalui pembangunan insfrastruktur. Sementara Negara lain seperti AS dan Eropa yang pemimpinnya terpilih secara demokratis jauh lebih lambat mengatasi krisis. Bahkan terkesan program stimulus terkesan tidak efektif mengatasi dampak krisis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Itulah sebabnya ketika tahun 2009 kunjungan presiden China Hu Jintao terkesan setengah keras menegur Washington untuk keluar dari system liberal agar dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan banyak bertele tele di parlemen. Maklum saja, China punya kepentingan untuk mendidik AS bagaimana mengelola pemerintahan dengan baik karena China merupakan kreditur terbesar AS. Barat dan AS dapat belajar dari china bagaimana dalam tiga decade mampu mengangkat lebih dari setengah miliar rakyat masuk dalam kelompok menengah dan memperkecil kesenjangan social. Sementara AS dan Barat , ketika krisis justru kelompok menengahnya jatuh kekelompok bawah dan kelompok bawah jatuh manjadi dibawah garis kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana China mampu mengelola ekonomi Negara yang juga mengikuti cara kapitalisme namun berhasil dibandingkan AS dan Barat yang justru gagal dan terpuruk ? jawabannya sederhana , yaitu terletak kepada otoritaris politik yang begitu besar ditangan Partai Komunis. China adalah Negara yang tidak mengenal pemilu dan tidak mengenal system demokrasi pemilihan pemimpin. Kepemimpinan disetiap jenjang dipilih berdasarkan musyawarah elite partai komunis. Para elite ini benar benar elite. Mereka adalah orang yang sangat segelintir sebagai pemain kunci dalam setiap keputusan politik beskala nasional. Setiap keputusan elite politik di pusat diterjemahkan dengan baik oleh para kader dibawah untuk diterapkan secara sistematis. Mungkin system rekrutmen yang solid, pembinaan yang berkesinambungan, serta pengawasan yang ketat membuat setiap keputusan politik menjadi efektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disamping itu karena system politik yang tunggal maka ongkos politik di China sangat murah. Para pemimpin yang terpilih tak dipusingkan dengan program pencitraan sebagaimana system demokrasi. Mereka lebih focus melaksanakan program kerja Partai. Walau para pemimpin itu tidak dipilih oleh rakyat namun platform partai sangat responsip dengan tuntutan rakyat. Maka bila pemimpin melaksanakan program partai itu sama saja dia sudah melaksanakan tuntutan rakyat. Ada yang unik di china bahwa setiap pemimpin terpilih tidak pernah merubah kebijakan dari pemimpin sebelumnya. Bagi china , setiap pemimpin terpilih sebagai proses berkelanjutan dari pemimpin sebelumnya. Mereka yang terpilih melaksanakan visi misi partai dengan agenda sesuai era kepemimpinannya. Jadi pemimpin di China bertugas lebih kepada proses membangun system yang kadang hasilnya tidak bisa dirasakan dalam era kepempinannya. Dan mereka tidak mempersoalkan soal itu. Karena mereka memang tidak butuh citra kecuali pengabdian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang jelas dengan kekuasaan partai yang sanga besar di China ,digunakan untuk tujuan positip termasuk membuat keputusan sulit yang berhubungan dengan platform komunis yang anti pasar bebas menjadi pengelola pasar bebas, Komunis yang anti kritik menjadi komunis yang ahli menjadikan kritik sebagai alat pemicu para kader partai bekerja efektif dan efiisien. Komunis yang anti kapitalisme menjadi komunis yang piawai mengendalikan kapitalisme untuk membuat rakyat mampu berproduksi dan berkompetisi. Komunis yang anti pengaruh asing menjadi komunis yang piawai memilih pengaruh positip asing bagi kemajuan china. Komunis yang lambat dan boros, menjadi komunis yang cepat dan efisien. Mungkin kita mendengar bagaimana Pemimpin china dengan tangan besi memaksa penduduk meninggalkan tanah mereka demi pembanguan waduk tapi kita tidak pernah mendengar kekuatan perusahaan swasta menggunakan tangan pemerintah untuk merubah UU agar bisa menganeksasi tanah rakyat dan menguasai SDA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lantas apakah dengan system otoriter itu para elite china lebih leluasa untuk korup ? oh tidak. Sebagaimana program jangka panjang partai yang salah satunya adalah memerangi korupsi maka jangan kaget bila dihitung antara 1 Oktober 2009 sampai dengan 30 April 2010 terdapat 211 hari, maka ada 14 orang koruptor (3.000 : 211) setiap hari yang telah ditangkap dan dihukum di Cina. Coba bandingkan dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Pada tahun 2009 tercatat Indonesia hanya berhasil memvonis bersalah sebanyak 154 orang koruptor atau 0,4 orang perhari (154:365), selebihnya dibebaskan sebanyak 224 orang. [7] Perbandingan jumlah koruptor dihukum antara Indonesia dan Cina adalah 1:35 atau setiap satu orang koruptor dihukum di Indonesia maka ada 35 koruptor di Cina yang sudah dihukum. Dan lagi di China , ancaman hukum bagi koruptor adalah hukuman mati, beda dengan di Indonesia yang dipenjarannya seperti kamar panthouse hotel berbintang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apa yang dapat ditarik pelajaran dari china ? ternyata kunci keberhasilan membangun peradaban tidaklah terletak pada kehebatan sains seperti AS dan Barat, tidak terletak pada jumlah SDA yang melimpah seperti Indonesia, tidak terletak kepada fanatisme dan romantisme agama tapi semua itu terletak kepada &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt; &lt;a href="http://culas.blogspot.com/2011/08/pemimpin.html"&gt;pemimpin.&lt;/a&gt; Bila &lt;i&gt;attitude &lt;/i&gt;pemimpin baik maka baik pulalah peradaban itu. Bila &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt; pemimpin buruk maka buruk pulalah peradaban itu. Democracy in Indonesia (US/others) may have an inherent legitimacy that the Chinese system lacks, but it will not be much of a model to anyone if the government is divided against itself and cannot govern.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya tidak bisa membayangkan  bila  attitude pemimpin china yang didasarkan etika moral yang berakar pada norma Tao /Konghucu dapat begitu hebatnya, gimana kalau mereka mengikuti attitude  sesuai tuntutan hadith dan Al quran sebagai penyempurna akhlak manusia akhir zaman.... Mungkinkah kita bisa belajar dari china untuk menjadi lebih baik dari china dengan menjadikan nilai nilai islam dalam membangun peradaban dan memilih pemimpin ? mungkinkah ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-131374993942644461?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/131374993942644461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=131374993942644461' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/131374993942644461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/131374993942644461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/09/pemerintahan-yang-efektif.html' title='pemerintahan yang efektif'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-120riKaZask/TmjM5AWsakI/AAAAAAAAB1c/cyVs6JduyJY/s72-c/china.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-3778626880955926281</id><published>2011-09-03T08:38:00.011+07:00</published><updated>2011-09-03T10:39:00.694+07:00</updated><title type='text'>Islam Kaffah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-SeYy-7Pk1p4/TmGF8j-EIWI/AAAAAAAAB1E/Kqp-3MChIpo/s1600/alquran.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SeYy-7Pk1p4/TmGF8j-EIWI/AAAAAAAAB1E/Kqp-3MChIpo/s200/alquran.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647942683193516386" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Acap kita mendengar kata ”Akhlak”. Apa sih yang dimaksud dengan akhlak ? Lantas apa bedanya dengan Etika, Moral, Norma. Semua kata itu bernuansa kebaikan tak ubahnya dengan akhlak. Akhlak itu sendiri sebetulnya berasal dari bahasa Arab , &lt;i&gt;khuluqun&lt;/i&gt;. Kata kata khuluqun itu sendiri berarti kejadian yang erat hubungannya dengan khaliq yang berarti pencipa. Singkatnya pengertian akhlak adalah perbuatan baik yang disebabkan oleh adanya hubungan antara makhluk dengan khaliq untuk dasar berinteraksi dengan sesama mahkluk. Dalam keseharian kita akhlak dikenal dengan istilah budi pekerti. Budi merupakan kesadaran (&lt;i&gt; kejiwaan&lt;/i&gt; ) yang ada pada manusia yang didorong oleh pemikiran, rasio. Pekerti merupakan perpaduan dari hasil rasio dan hati yang termanifestasikan dalam bentuk tingkah laku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Lantas apa bedanya dengan etika? Sebagian orang menganggap etika itu sendiri adalah akhlak. Memang keliatan sama karena keduanya berhubungan dengan tingkah laku manusia. Namun ada letak perbedaannya yang principil yaitu soal kebenaran. Kebenaran pada etika adalah kebenaran akal yang bersandar pada filsafat. Ini kebenaran yang bersifat subjective. Yang tentu kebenaran itu tidak selalu benar tergantung dengan tempat, situasi dan kondisi yang ada. Sementara akhlak, sumber kebenaran itu berasal dari Al Quran dan hadith. Ini bukan buah pikiran akal dan bukan pula tesis filsafat. Ini firman Allah. Ia menembus ruang dan waktu yang tak mungkin didebat.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bagaimana dengan Moral ? Istilah moral senantiasa mengacu kepada baik buruknya perbuatan manusia sebagai manusia. Norma moral dijadikan sebagai tolak ukur untuk menetapkan betul salahnya sikap dan tindakan manusia. Nah,Kalau etika lebih bersifat teori sementara moral lebih bersifata praktis. Contoh , moral menyatakan ukuran , etika menjelaskan ukuran itu . Bila etika bersifat universal sementara moral bersifat lokal ( budaya ). &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Etika di AS belum tentu sama dengan moral di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dibelakang moral ada norma yang menjadi dasar berbuat. Norma itu menyangkut aturan , pedoman yang bersifat normative . Dengan norma ini diharapkan manusia bisa beriteraksi dengan tertip.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Etika, moral yang bersandar kepada norma tak lain adalah kebudayaan. Setiap bangsa didunia punya kebudayaan sesuai dengan geographisnya masing masing. Tak bisa dipisahkan manusia dengan lingkungannya Umumnya manusia belajar dari alam. Alam terkembang menjadi guru.. Ayat ayat Allah tersebar di alam semesta ini dan dari situlah manusia belajar membangun kebudayaan agar kehidupan menjadi tertip dan damai. Itu sebabnya ketika para wali menyiarkan agama islam di nusantara , tidak melakukan perombakan total tatanan moral, etika dan norma. Para wali hanya memperbaiki sesuai dengan al Quran dan hadith. Makanya warna islam di Indonesia berbeda dengan di Arab namun substansinya sama, sama sama kiblat ke mekkah , dengan berikrar dua kalimasahadat..&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hal tersebut dapat dimaklumi karena jarak era masing masing rasul itu sangat jauh atau ribuan tahun maka wajar saja bila ajaran agama tauhid itu telah bermetamorfosa menjadi budaya yang tersusun dalam bentuk etika moral dan norma namun terselewengkan oleh akal yang bersifat subjective. &lt;/span&gt;Nabi Muhammad SAW ditugaskan oleh Allah tak lain untuk memperbaiki Akhlak manusia. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (HR Al-Bukhari dan Malik). Kesannya sangat jelas dalam misi Rasul itu yaitu untuk menyempurnakan Akhlak. Artinya sesuatu yang sudah ada akan dikoreksi sedemikian rupa agar baik dan sempurna. Bukan terkesan sebagai sebuah revolusi atau merombak total sehingga menjadi yang baru sama sekali. Itu juga berarti bahwa proses agama tauhid yang diturunkan Allah sejak Nabi Adam terus eksis dan sampai ke Muhammad itu disempurnakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam konteks membangun peradaban yang diperlukan bukanlah Islam Arabian. Tapi islam nilai. Nilai nilai islam itulah yang utama. Dalam nilai islam itu bisa saja berangkat dari kebudayaan yang bersandar kepada etika, moral, norma namun disesuaikan dengan akhlak sebagai sumber kebenaran ilahiah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Inilah yang harus dipahami oleh umat islam agar cerdas beragama atau tidak terkesan eklusive. Jangan bersandar kepada hal yang tersurat saja tanpa memperhatikan yang tersirat dialam semesta ini. Islam kaffah adalah islam yang bersandar kepada yang tersurat maupun yang tersirat. Yang tersirat itu adalah pengetahuan yang diajarkan oleh Allah lewat kehidupan ini sejak bumi terbentang.  Dari itulah kita tahu bahwa  ilmu Allah itu teramat luas untuk kita mendapatkan hikmah. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-3778626880955926281?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/3778626880955926281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=3778626880955926281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3778626880955926281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3778626880955926281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/09/islam-kaffah_03.html' title='Islam Kaffah'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SeYy-7Pk1p4/TmGF8j-EIWI/AAAAAAAAB1E/Kqp-3MChIpo/s72-c/alquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-798422757687025997</id><published>2011-08-24T05:24:00.020+07:00</published><updated>2011-09-15T09:02:49.302+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JO9H_UgUf7w/TlQpXML1uhI/AAAAAAAAB0k/ST-Q26XtTew/s1600/pemimpin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-JO9H_UgUf7w/TlQpXML1uhI/AAAAAAAAB0k/ST-Q26XtTew/s200/pemimpin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644181711386688018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setiap manusia terlahir sebagai pemimpin. Khalifah dimuka bumi. &lt;span lang="SV"&gt;Demikian ketetapan Allah kepada manusia. Setidaknya kepemimpinan ditingkat terkecil di rumah tangga dimana Ayah dan Ibu adalah pemimpin bagi putra putrinya. &lt;/span&gt;Lantas apa itu Pemimpin. Banyak literature tentang kepemimpinan , bahkan &lt;i&gt;Thomas Wren&lt;/i&gt; (editor) dalam T&lt;i&gt;he Leader’s Companion; Insight on Leadership Through the Ages&lt;/i&gt; (1995), menyertakan juga kajian-kajian filsafat (termasuk filsafat moral), psikologi, sastra, sosiologi, administrasi, manajemen, politik, bahkan kebudayaan. Begitu luasnya lingkup kepemimpinan itu. Namun bila diringkas maka kepemimpinan itu seperti kata &lt;i&gt;Plato&lt;/i&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;dalam&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;&lt;i&gt;Republic&lt;/i&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahwa pemimpin adalah orang yang mengerti tentang kebenaran dan dapat membantu pengikutnya memahami apa itu kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Aristoteles&lt;/i&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;murid Plato menekankan pentingnya keseimbangan rasional, moral dan sosial pada manusia untuk dapat mencapai kebahagiaan. Pemimpin dengan rasionalitas dan moralitasnya membantu pengikutnya untuk menempatkan diri dalam kehidupan sosial dengan fungsi yang produktif. Mereka yang tidak mengetahui tentang pengetahuan yang benar, tujuan manusia dan bagaimana mencapainya tidak layak menjadi pemimpin. Bahkan lebih jauh lagi di Cina, &lt;i&gt;Lao-tzu&lt;/i&gt; dalam kitab &lt;i&gt;Tao Te Ching&lt;/i&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menunjukkan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu meniadakan kediriannya, melepaskan egonya demi kepentingan pengikutnya. Seperti langit dan bumi yang tidak mewakili diri sendiri tetapi mewakili keseluruhan alam,. Ia adalah orang yang mewakili para pengikutnya, lebih jauh lagi mewakili harmoni semesta, mewakili Dao , tata cara alami yang sejak sediakala menata alam semesta jauh sebelum manusia ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Ajaran-ajaran kuno tentang pemimpin dan kepemimpinan memberi insight kepada kita bahwa karakteristik pemimpin dan kepemimpinan diturunkan dari konsep manusia, masyarakat dan tujuan masyarakat. Plato dan Aristoteles terlebih dahulu menjelaskan siapa manusia, hakikat masyarakat dan tujuan hidup manusia yang akan dicapai melalui kehidupan bersama. Lao-tzu dan Konfucius menegaskan dasar-dasar kosmologis (asal-usul alam) dan hakikat manusia sebagai bagian alam semesta bagi pemimpin dan kepemimpinan. Kisah-kisah dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Babylonia&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Mesir menunjukkan dasar kepercayaan tentang dewa-dewa, asal-usul alam dan manusia bagi penentuan kriteria pemimpin dan kepemimpinan. Setiap konsep pemimpin dan kepemimpinan selalu diletakkan dalam konteks kehidupan bersama.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dan dari &lt;i&gt;Babylonia&lt;/i&gt;, melalui catatan-catatan dalam &lt;i&gt;Gilgamesh&lt;/i&gt;, ditunjukkan bahwa kekacauan dan kerusakan sebuah masyarakat berkorelasi positif dengan penyimpangan yang dilakukan pemimpinnya. Semakin buruk kondisi sosial-ekonomi masyarakat, semakin besar distorsi kepemimpinannya. Semakin menyimpang pemimpin dari kewajiban dan tanggung-jawabnya, semakin kacau kondisi masyarakatnya. Cerita yang sama kita temukan juga dalam Ramayana dan Mahabharata yang merepresentasikan masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, juga dalam cerita-cerita kepahlawanan Eropa. Kepemimpinan adalah sesuatu yang erat hubungannya dengan kondisi masyarakat sebagai sekumpulan manusia yang bersama-sama berusaha mencapai tujuan tertentu, mencapai kesejahteraan. Walau banyak hal diketahui tentang manusia sebagai pemimpin dan kepemimpinan namun tak mudah manusia dengan pengetahuan dan bakatnya mempertahankan nilai nilai kepemimpinan untuk kesejahteraan.  Mengapa ?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Nilai nilai kepemimpinan itu tidak datang dengan akal dan pengetahuan saja  tapi merupakan kekuatan hati yang bersumber dari nur ilahi untuk menanamkan sepatah kata tentang cinta dan kasih sayang. Itulah yang harus dijemput oleh manusia dengan keimanan kepada Allah. Sebagaimana Rasul yang dikenal  seorang pemimpin yang tanpa cacat. Seorang inovator, motivator dan mencurahkan hidupnya untuk nilai nilai cinta bagi semua.  Rasanya tak perlu kita belajar banyak kecuali cukuplah  menteladani Rasul sebagai seorang manusia yang berkarakter Pemimpin , yang didesign oleh Allah begitu agungnya sebagai &lt;i&gt;blue print&lt;/i&gt; manusia menjadi bayang bayang Allah, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia bagaikan air yang berfungsi tak lain sebagai sumber kehidupan dan menghidupkan dalam kesejukan dan kedamaian untuk semua.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Korelasi agama &lt;i&gt;berkata&lt;/i&gt; dan budaya &lt;i&gt;memakai&lt;/i&gt; dalam konteks kepemimpinan menjadi tak terbantahkan. Agar manusia dapat belajar dari Allah (lewat rasul)  untuk menjadi manusia berkualifikasi pemimpin yang rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, yang menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa berupaya mencari perhatian dan pujian publik. Menghargai prestasi orang lain dan mengabil alih tanggung jawab tanpa menyalahkan orang lain. Ia menjadi inpirasi bagi semua untuk sepatah kata tentang cinta dan kasih sayang. Menentramkan semua orang dan memberikan &lt;i&gt;Hope&lt;/i&gt; untuk haris esok yang lebih baik.  Di negeri kita agama dan budaya tak lagi seiring sejalan, maka kita miskin figur pemimpin nasional  yang berkualitas "manusia" , yang memimpin dengan cinta dan kasih sayang...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-798422757687025997?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/798422757687025997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=798422757687025997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/798422757687025997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/798422757687025997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/08/pemimpin.html' title='Pemimpin'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JO9H_UgUf7w/TlQpXML1uhI/AAAAAAAAB0k/ST-Q26XtTew/s72-c/pemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5596972400099533118</id><published>2011-08-16T06:08:00.017+07:00</published><updated>2011-08-16T18:48:02.460+07:00</updated><title type='text'>Kemerdekaan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-i_p20Rlv--Q/TkmnfWDHrRI/AAAAAAAABzA/GhB9nUOijL8/s1600/indonesia.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-i_p20Rlv--Q/TkmnfWDHrRI/AAAAAAAABzA/GhB9nUOijL8/s200/indonesia.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641224165194706194" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kemerdekaan itu tidak gratis. Itu harus diperjuangkan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Kakek saya dan juga kakek anda mungkin termasuk orang yang tahu arti berkorban dan paham bahwa kemerdekaaan itu tidak gratis. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga teman kakek kita dimasa remajanya harus terkubur setelah darahnya menganak sungai dibumi pertiwi. Nyawa meregang dari tubuh dan sepenggal kata keluar “merdeka atau mati”. Ya masa remaja mereka , masa menebus kehormatan dan mati adalah pilihan untuk sebuah cita cita teramat mulia bagi masa depan negeri ini. Tak terbilang yang terbujur mati diseluruh pelosok negeri ,menghiasi taman makam pahlawan diseluruh provinsi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Mungkin inilah negeri yang paling banyak batu nisan pahlawannya, dan kebanyakan dari itu tanpa nama. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Itu cerita lama sekedar mengingatkan bahwa kemerdekaan itu tidak gratis. Sadarkah mereka ?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mungkinkah mereka &lt;span&gt; &lt;/span&gt;sadar ? Tapi disebelah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; mereka tertawa sambil berhitung angka pendapatan dan berkata , berapa hutan harus ditebang untuk kita berbagi. Berapa lahan tanah harus dikeruk menambang batu bara untuk kita berbagi. Berapa gunung dan bukit harus digerus serakus mesin keruk menghasilkan emas dan tembaga, untuk kita berbagi. Berapa juta barrel minyak &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan berapa miliar kibik gas harus dikeluarkan dari perut bumi , untuk kita berbagi. Berapa luas lahan tani harus dianeksasi untuk Kebun juragan besar, untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kita berbagi. Berapa luas tanah rakyat dikota harus digusur demi pembangunan rumah mewah, untuk kita berbagi. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Semua sependapat selagi pendapatan sama. Paham, &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;. Itu kata mereka ketika menghitung angka APBN yang hanya menyisakan 10% untuk mensejahterakan rakyat dan 90 % habis terpakai untuk membayar cicilan hutang yang melilit dan memenuhi belanja mereka yang boros , culas dan malas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mungkinkah mereka sadar  ? Coba perhatikan sejarah.  Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa kini &lt;span&gt; &lt;/span&gt;(UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) milik pemodal swasta/asing. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Dan PLN harus pusing mendapatkan Gas dari luar negeri untuk kebutuhan pembangkit dalam negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mungkinkah mereka sadar? Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama. Jadi kemanakah larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah,aluminium dan seterusnya, yang ribuan trilyun itu. Baiklah saya tidak ingin membuat daftar panjang tanya karena mereka tetap tidak paham. Mereka tidak akan pernah paham arti kemedekaan yang didapat dengan darah dan airmata. Bagi mereka masa lalu hanyalah cerita usang. Masa kini adalah saatnya berbagi diantara mereka. Masa depan bukan agenda mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kawan, baiknya kita sudahi disini bicara tentang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, tentang sebuah harapan. Karena berjalannya waktu , kini 66 tahun &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merdeka, apa yang kita raih? Empat puluh tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; hanya US$ 50. Kini &lt;st1:country-region st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:country-region&gt; tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari pendapatan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:country-region&gt; (16 kalilipat), &lt;st1:country-region st="on"&gt;Korea&lt;/st1:country-region&gt; (20 kalilipat), &lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt; (15 kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 66 &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tahun ini? Ya hanya memperkaya negara Barat, Singapura, ASIA Timur dan itu semua karena segelintir orang yang tak pernah paham apa arti kemerdekaan dan tak paham apa itu amanah. Tidak ada harapan. Cukup paham, kan. ? &lt;i&gt;Mereka jahat dan lebih jahat dibandingkan penjajah Belanda dulu. &lt;/i&gt;Demikian kata Somad yang tergusur dari lahannya akhirnya meradang mati tanpa harapan&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Siapa mereka ? tanyamu. Tentulah &lt;i&gt;mereka adalah para pemimpin negeri ini&lt;/i&gt;. Para elite negeri bersama gerombolannya.  Yang bermanis muka bak srigala berbulu domba. Yang pandai bicara economy growth demi pemerataan tapi hanya meratakan pendapatan diantara mereka. Besok 17 Agustus, seperti biasa tahun tahun sebelumnya  akan ada acara detik detik kemerdekaan. Kita tidak tahu apa yang ada didalam pikiran mereka ketika &lt;span&gt; &lt;/span&gt;menundukkan kepala disaat mengheningkan cipta atas jasa jasa pahlawan negeri ini? Lantas bagaimana dengan kita sendiri yang  membiarkan ini terjadi tanpa berbuat apa apa? Kita dan mereka sama sama tidak paham makna kemerdekaan yang merupakan amanah para suhada negeri ini...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5596972400099533118?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5596972400099533118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5596972400099533118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5596972400099533118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5596972400099533118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/08/kemerdekaan.html' title='Kemerdekaan?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-i_p20Rlv--Q/TkmnfWDHrRI/AAAAAAAABzA/GhB9nUOijL8/s72-c/indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-740839981899396603</id><published>2011-08-12T19:14:00.007+07:00</published><updated>2011-08-24T05:47:36.359+07:00</updated><title type='text'>Pemekaran wilayah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-G_TLrWGL_aQ/TkUaCEMY8rI/AAAAAAAABy0/JZP3pa5DpIE/s1600/pemekaran.jpeg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-G_TLrWGL_aQ/TkUaCEMY8rI/AAAAAAAABy0/JZP3pa5DpIE/s200/pemekaran.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639942731139183282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Mungkin tidak banyak orang tahu bahwa pada saat sekarang jumlah Daerah Otonom di Indonesia mencapai 530 yang terdiri dari 33 provinsi, 498 kabupaten, 93 kota, 5 kota administrative dan 1 kabupaten administrative. Inilah dampak dari semangat reformasi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang diawali disahkannya UU No 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian direvisi menjadi UU No 32 Tahun 2004 . Tujuannya adalah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk memberikan kesempatan luas bagi daerah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensinya masing masing. Maka jangan kaget terjadi pemekaran wilayah sebesar 65 % dibandingkan dengan jumah daerah otonom diakhir masa orde baru. Jumlah tersebut akan bertambah seandainya 178 usulan proposal pemekaran daerah yang saat ini masih dikaji DPR disetujui oleh pemerintah dan DPR sendiri. Luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kenyataannya kini, pemekaran daerah tidak berjalan sesuai rencana bahkan  &lt;span&gt;&lt;/span&gt;80% dari 205 daerah pemekaran baru selama 10 tahun terakhir kurang berhasil. Penyebabnya, antara lain: pengadaan pembangunan sarana dan prasarana belum memadai, pelayanan publik belum optimal, belum selesainya dokumen Rencana Umum Tata Ruang wilayah (RUTRW), dan lain-lain. Tentu saja dengan membengkaknya daerah pemekaran di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; otomatis akan menyimpan ‘bom waktu’ yang bisa meledak kapan saja sehingga menimbulkan high cost atau biaya tinggi bagi pemerintah pusat dan daerah sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur mahalnya biaya pemekaran selama ini. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pemborosan uang negara dari APBN. Konsekuensi dari ledakan pemekaran selama 1999-2010 menyebabkan lonjakan beban APBN yang luar biasa besar. Salah satu hak keuangan paling dasar yang dimiliki pemerintah daerah adalah transfer dana APBN berupa dana alokasi umum (DAU). Besaran DAU tersebut didasarkan pada kebutuhan minimal masing-masing daerah dengan mempertimbangkan sejumlah variabel. Alokasi transfer ke daerah dari APBN terus meningkat dari tahun ke tahun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada 2003 pemerintah pusat harus menyediakan DAU sebesar Rp 1,33 triliun bagi 22 daerah otonom baru hasil pemekaran yang dilakukan pada 2002. Jumlah tersebut melonjak dua kali lipat pada 2004 sebesar Rp 2,6 triliun bagi 40 daerah otonom baru (DOB). DAU pada 2005 mencapai Rp 88,76 triliun. Kemudian, dananya meningkat menjadi Rp 145,66 triliun pada 2006, Rp 164,78 triliun (2007), Rp 179,50 triliun (2008), Rp 186,41 triliun (2009), dan Rp 203,60 triliun (2010). Pada 2011, pemerintah menganggarkan DAU Rp 225,53 triliun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Secara umum, total transfer daerah (termasuk dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan dana penyesuaian) sebesar Rp 150,46 triliun pada 2005 dan membengkak menjadi Rp 392,98 triliun tahun 2011. Hal ini disebabkan selama ini setiap daerah pemekaran mendapat DAU secara mandiri, lepas dari perhitungan ‘daerah induknya’. Celakanya, ketika daerah induk mendapat DAU sebesar Rp 100 miliar dan daerah itu dipecah, dana tersebut tidak lantas berkurang dan dialihkan ke daerah pemekaran. Daerah pemekaran mendapat DAU dengan formula yang mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, semakin tingginya kesenjangan kemiskinan antar-daerah. Walaupun pertumbuhan ekonomi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pada triwulan I 2011 mencapai 6,5%, angka kemiskinan masih tetap tinggi. Menurut data BPS jumlah warga miskin sebesar 13,3%. Penyebarannya pun masih belum merata sehingga menyebabkan semakin tingginya kesenjangan kemiskinan antar-daerah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, semakin rendahnya kinerja birokrasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai aspek, antara lain: rendahnya kapasitas dan kualitas SDM pegawai negeri, kualitas peraturan yang rendah, pengawasan birokrasi yang lemah dan lain-lain. Akibatnya, korupsi menjamur di daerah-daerah sehingga menghambat pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang pasati bahwa pemekaran daerah yang dilakukan sejak tahun 2000 lalu hingga saat ini tak lain hanya menambah ongkos politik tanpa ada sentuhan real bagi kesejahteraan rakyat. Menurut Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, selama empat tahun terakhir, porsi belanja pegawai selalu jauh lebih dominan dibandingkan belanja modal dan belanja barang dan jasa. Sejak 2007 hingga 2011, persentase belanja pegawai cenderung naik dari 39,91 persen menjadi 46,52 persen tahun lalu. Sebaliknya, porsi belanja modal untuk menggerakkan pembangunan cenderung turun dari sebelumnya 29,98 persen menukik ke 22,92 persen. Inilah fakta bahwa selama 10 tahun reformasi tak lebih menciptakan beban politik dengan gerombolan aparatur negara yang miskin kontribusinya bagi kemajuan bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jalan keluarnya hanya satu yitu restruktur kelembagaan dan wilayah. Kemudian dilanjutkan dengan rasionalisasi PNS &lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk menuju reformasi total birokrasi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau ini tidak segera dilaksanakan maka sampai kapanpun negeri ini tidak akan pernah ada kesempatan memikirkan rakyat yang harus dipikirkan. Ditambah lagi pemekaran wilayah dan peningkatan nilai APBN /D , telah menyuburkan tindakan korupsi dan konspirasi. Inilah yang sangat berbahaya dan kalau tidak dihentikan , hanya soal waktu , ini akan menimbulkan chaos...@&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small; "&gt;Data: BPS dan MenKeu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-740839981899396603?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/740839981899396603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=740839981899396603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/740839981899396603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/740839981899396603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/08/pemekaran-wilayah.html' title='Pemekaran wilayah'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-G_TLrWGL_aQ/TkUaCEMY8rI/AAAAAAAABy0/JZP3pa5DpIE/s72-c/pemekaran.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-3272215518243058898</id><published>2011-08-06T06:18:00.010+07:00</published><updated>2011-08-06T19:59:03.999+07:00</updated><title type='text'>...kesejahteraan rakyat ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Un8WDvV8cxM/Tjx6SuYqDpI/AAAAAAAAByQ/0CfYOQreYTs/s1600/budget.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Un8WDvV8cxM/Tjx6SuYqDpI/AAAAAAAAByQ/0CfYOQreYTs/s200/budget.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637515295668702866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; cerita teman yang bergerak dibidang Kontraktor. Dia cerita bahwa dia harus melobi anggota DPR untuk meloloskan mata anggaran yang diajukan instansi pemerintah. Anggota DPR yang tahu percis bahwa loby itu atas pesanan pejabat pemerintah maka akan menggunakan kesempatan itu untuk mark up project. Maka konspirasi dibangun, pertemuan intensif diadakan secara sembunyi sembunyi dihotel berbintang. Dan jangan terkejut bila anggaran itu cukup besar, pejabat pemerintah minta pula pengusaha untuk mengatur lembaga pengawas seperti BPK dan KPK untk dilibatkan sebagai bagian dari konspirasi. Ketika masuk pembahasan legistatif sudah pasti bisa ditebak anggaran itu akan lolos. Ketika tender dilaksanakan, proses bagi membagi pendapatan semakin meluas kelevel yang lebih rendah untuk tentu akhirnya pengusaha itu sebagai pemenang project.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Itulah mengapa kasus Nazaruddin begitu hebatnya menggetarkan publik namun negara nampak tak berdaya menghadapinya. Walau sebelumnya begitu mudah para Petinggi Partai Demokrat bertemu dengan Nazaruddin di Singapore namun setelah kasus ini melebar maka Nazaruddin menjadi hantu. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tapi tiada. Siapakah yang mengtiadakan ittu hingga Nazaaruddin tak bisa mudah diseret ke KPK. Dibelakang Nazarudddin itu ada proses , ada sederetan nama pejabat, ada uang yang bertebaran, tentu ada kepentingan agenda. Anda bisa tebak sendiri apakah itu. Begitulah cermin betapa korupsi dinegeri ini bukan lagi korupsi tradisional tapi sudah menjadi korupsi by design. Rezim demokrasi , demokratisasi anggaran katanya,  maka APBN menjadi kanal yang efektif untuk  korupsi  lewat sharing power , dan by design itu tercermin pada APBN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari buruknya penyusunan anggaran di tingkat Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (RKKL). &lt;/span&gt;Berbagai kelemahan sistemis dalam pengelolaan anggaran, baik di sisi penerimaan, belanja, maupun akuntabilitas, ditentukan oleh pelaku utama, yakni yang memutuskan anggaran dan yang menggunakan anggaran. Diperkirakan ratusan triliun dari berbagai pos anggaran itu terbuang sia-sia akibat penyusunan program yang salah sasaran dan cenderung digunakan sebagai alat untuk politisasi kebijakan ekonomi guna kepentingan golongan tertentu. Data riset LSM ( FITRA) , inefisiensi anggaran negara di berbagai bidang, proses, dan tingkatan mencapai hampir 40 persen. Sebagian bilang karena lemahnya pengawasan. Walau sistem pengawasan dari sejak DPR, BPK, KPK, Irjen, BPKP, namun pemborosan terus terjadi. Ya bagaimana mau diadakan pengawasan bila antara yang mengawasi dan yang diawasi sudah terjalin konspirasi untuk kepentingan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang sangat menyedihkan belanja rutin pemerintah ( belanja Pemerintah Pusat seperti subsidi BBM dan listrik, belanja pegawai, dan pembayaran bunga utang. dan Transfer ke Daerah ) terus meningkat menyedot alokasi anggaran pembangun untuk program kesejahteraan. Data Bank Dunia pada 2009, menunjukkan fungsi anggaran perlindungan sosial di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; hanya dinikmati 10 persen penduduk miskin. Itu disebabkan belanja rutin pemerintah terus meningkat yang salah satu posnya adalah pembayaran bunga dan cicilan hutang. Angka pembayaran utang Rp 115,21 triliun. Sementara alokasi anggaran perlindungan sosial hanya Rp 4,58 triliun dan alokasi anggaran kesehatan Rp 13,65 triliun. Data pokok APBN 2011 terlihat defisit anggaran Rp 124,65 triliun. Angka itu didapat dari pengurangan antara pos pendapatan negara dan hibah Rp 1.104,90 trilun dan belanja negara Rp 1.229,55 triliun. Pada APBN Perubahan 2010, defisit anggaran Rp 133,74 triliun. Sebagian besar pembiayaan diperoleh dengan cara pemerintah mengeluarkan surat utang baru. Ini gali lubang tutup lubang. Inilah jebakan APBN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Suka tidak suka, APBN tidak lagi berfungsi mensejahterakan rakyat tapi tidak lebih sebagai alat politik kekuasaan untuk kepentingan segelintir orang diatas tesis bahwa mensejahtarakan rakyat banyak tidak lah mudah dan tidak bisa cepat. Inilah membuat saya termenung dan kehabisan kata untuk mengungkapkannya. Namun ada satu tekad yang harus ditanamkan bahwa ini harus dihadapi, harus diperangi. Walau perang tak selamanya berarti bau amis darah dan misiu. Ketidak adilan tidak bisa diserahkan penyelesaiannya ditangan pemerintah lewat administrasi negara. Karena negara akan selamanya terbatas dan culas. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Apakah masih tetap mempercayai ini semua sebagai sebuah system yang berproses pada perbaikan ataukah memang system ini harus dihentikan, dan diganti. Entahlah..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-3272215518243058898?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/3272215518243058898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=3272215518243058898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3272215518243058898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3272215518243058898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/08/kesejahteraan-rakyat_06.html' title='...kesejahteraan rakyat ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Un8WDvV8cxM/Tjx6SuYqDpI/AAAAAAAAByQ/0CfYOQreYTs/s72-c/budget.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6469466487850500009</id><published>2011-08-02T06:37:00.007+07:00</published><updated>2011-08-02T09:56:34.101+07:00</updated><title type='text'>Hutang AS</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zCil2FQlgCI/Tjc5uf4a_JI/AAAAAAAABxU/-rlKP8nzPSs/s1600/US-Social-Security-Admin-Seal.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zCil2FQlgCI/Tjc5uf4a_JI/AAAAAAAABxU/-rlKP8nzPSs/s200/US-Social-Security-Admin-Seal.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636036929672379538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tahukah anda bahwa utang AS lebih dari USD  14 trilun  atau kalau dalam rupiah kalikan saja dengan Rp. 8500 per dollar. Hitung sendiri betapa besarnya hutang  negeri yang dikenal super power ini. Ya benar benar super power termasuk powernya menarik pinjaman. Pada saat sekarang perhatian dunia terfokus kepada AS yang dilanda perdebatan sengit di Parlemen soal pembatasan pagu hutang. Bila tidak tercapai kata sepakat soal pagu hutang ini maka AS akan terancam  gagal bayar atas kewajibannya membayar hutang dan bunga. Di Indonesia , masalah ini tidak begitu menjadi perhatian oleh elite politik maupun masyarakat. Mungkin karena perhatian masyarakat kepada kasus skandal suap Partai Demokrat. Padahal dampak dari gagal bayarnya AS terhadap kewajiban hutang ini sangat dahsyat terhadap perekonomian dunia. Obama, mengistilahkan adalah Kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya tidak akan menyinggung pembahasan rinci dibalik hutang AS yang menggunung itu.  Saya ingin membahas soal dana jaminan sosial yang termasuk salah satu yang terjebak dalam skema hutang AS. Sebagaimana di ketahui bahwa AS mempunyai skema dana jaminan sosial. Pemotongan gaji para pegawai setiap bulannya di kumpulkan dalam satu lembaga ( Social Security Administration ). Kemudian dana ini di investasikan dalam bentuk Surat Hutang ( social secutiry trust fund /SSTF )  yang diserap oleh Bank Central ( the Fed) . Sekilas kelihatannya investasi yang baik dan aman tanpa resiko. Setiap enam bulan sekali, the Fed akan memberikan bunga atas SSTF. Skema Ini terus berlangsung dalam irama the FED menyerap dana pensiun dan pada waktu bersamaan the Fed juga membayar bunga dan cicilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dari USD 14 triliun lebih hutang AS, dua pertiga adalah hutang kepada perusahaan, negara asing seperti China , Jepang, Eropa dan lain lain. Dalam hal ini pemerintah AS mengeluarkan Tbill ( obligasi) melalui pasar uang terbuka. Jadi Tbill ini sebagai alat investasi yang likuid di pasar uang. Nah, sepertiga lagi adalah hutang kepada pegawai melalui &lt;/span&gt;social secutiry trust fund&lt;span class="Apple-style-span"&gt; yang diwajibkan lewat UU. Tahun 1935 ketika awal dana jaminan social ini diperkenalkan, memungut hanya 2% dari penghasilan gaji/upah pegawai. Kini telah menjadi 12,5%. Apa artinya itu ? ketika pemerintah gagal mengelola dana jaminan social ini, maka cara menutup kerugian itu mereka menaikan jumlah premi yang harus dibayar. Begitulah kejadian terus berlangsung dari satu rezim ke rezim berikutnya. Dan kenyataannya kini SSTF yang terakumulasi begitu besar tidak lagi sebagai real asset yang bisa mendapatkan uang tunai kecuali pemeritah AS di izinkan oleh DPR untuk menaikan pagu hutang. Kalau tidak diizinkan , ya terpaksa tidak ada lagi dana untuk bayar pensiunan dan tunjangan bagi peserta jaminan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi skema sistem jaminan sosial ini mirip operandi ponzi. Kenapa dibilang mirip skema ponzi ? Karena SSTF itu hanya secarik kertas yang tak laku dijual dipasar umum. Ia hanya bernilai dan berlaku bagi provider. Artinya pihak provider berhak menentukan aturan sesukannya dalam skema permainan ini. Seperti contohnya, the Fed sebagai provider bisa saja membuat aturan bunga nol persen untuk SSTF. Atau pembayaran bunga dan cicilan tidak dalam bentuk tunai tapi dalam bentuk surat hutang ( hutang dibayar hutang ). Artinya akan menambah porfollio SSTF. Cara seperti ini berlangsung dari tahun ketahun dan akhirnya  menggunung hingga membuat rasio hutang pemerintah semakin tinggi sampai melewati batas pagu hutang yang ditetapkan oleh Undang Undang. Pada momen inlah masyarakat AS baru sadar bahwa selama ini mereka telah ditipu oleh rezim penguasa. Ini uang swadana masyarakat dari hasil kerja kerasnya bekerja dan bukan berasal dari pajak. Tentu publik AS berhak menuntut keberadaan dana jaminan sosial itu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pertanyaan terakhir adalah kemana dana jaminan sosial itu pergi ? Dana itu sudah terkuras habis untuk mengongkosi kebijakan moneter AS yang boros. The Fed dan US Treasury menempatkan diri sebagai pihak yang diperas secara sistematis oleh pemain bisnis keuangan seperti perbankan, investment banker, Perusahaan sekuritas, dan lain lain. Selanjutnya lembaga keuangan ini menjadi fuel membuat segelintir perusahaan tercantum dalam 500 fortune yang menguasai bisnis beskala dunia namun minus kontribusinya bagi pembangunan nasional AS. Dengan kenyataan ini semakin kita sadar bahwa konspirasi dari segelintir orang untuk menguasai dunia itu bukanlah mitos. Nah,  sistem seperti inilah yang sekarang dipaksakan untuk ditiru oleh Indonesia lewat UU SJSN dan BPJS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hanya orang bebal yang masih percaya sistem Jaminan sosial berbasis asuransi kedalam satu lembaga ( BPJS ) adalah mulia. Ini tak lain adalah skema ponzi alias tekhnik penipuan tercanggih yang diperuntukan kepada orang tolol dan bodoh, untuk memperkaya para elite politik dan pengusaha hitam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6469466487850500009?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6469466487850500009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6469466487850500009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6469466487850500009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6469466487850500009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/08/hutang-as.html' title='Hutang AS'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zCil2FQlgCI/Tjc5uf4a_JI/AAAAAAAABxU/-rlKP8nzPSs/s72-c/US-Social-Security-Admin-Seal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-4607378261919152700</id><published>2011-07-24T08:58:00.011+07:00</published><updated>2011-07-25T18:55:47.917+07:00</updated><title type='text'>Restruktur NKRI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-rTVg3007HsY/Tit8xxNvVJI/AAAAAAAABu4/XVW5bjjYZWQ/s1600/black-money-and-corruption2.jpeg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-rTVg3007HsY/Tit8xxNvVJI/AAAAAAAABu4/XVW5bjjYZWQ/s200/black-money-and-corruption2.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632732953423336594" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;Tahun 1973 ada&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;film yang berjudul Si Mamad.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Masih teringat oleh saya, dimana guru menggiring kami satu sekolah menonton film itu dibioskop. Setelah film ditonton, kami disuruh menulis pendapat kami tentang film itu. Saya tak ingat lagi apa yang saya tulis soal film Si Mamad itu. Tapi yang kini membuat saya terharu ,betapa guru SD saya dulu begitu hebat visinya dalam memahami film buah karya Sumandjaya untuk &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dijadikan pembelajaran bagi anak anak SD yang kelak akan menjadi penerus generasi masa depan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;Cerita Film itu, Si Mamad hanya pegawai rendah disebuah instansi pemerintah. Karena desakan kebutuhan biaya untuk kelahiran putranya, dia terpaksa mengambil setumpuk kertas di kantor, yang kemudian menjualnya ke pasar. Namun kejadian itu sempat diketahui oleh atasannya dikantor. Disinilah cerita menuai emosi penonton. Seorang pegawai kecil merasa&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bersalah atas perbuatannya, dan setiap hari di terror oleh rasa bersalah itu sendiri. Sementara bagi atasannya yang hidup bergelimang harta dari korupsi, tindakan Mamad bukanlah hal yang termasuk korupsi. Nilai perbuatan Mamad terlalu kecil diatas kebesaran dan kecanggihan tindakan korupsi para pembesar negeri.Atasan Mamad dikantor tidak pernah mempermasalahkan itu. Namun bagi Mamad walau dia orang kecil di instansi besar perbuatannya mencuri kertas kantor tetaplah besar. Teramat besar untuk di tanggung. Rasa malu dan rasa bersalah sekaligus takut dipecat menyatu , membuat dia tidak nyaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;Film Si Mamad, mencoba mengangkat kepermukaan , bukan soal modus korupsi tapi sebuah kesadaran didalam diri manusia untuk menyatakan korupsi adalah korupsi. Kesadaran itu berangkat dari pemahaman , mana milik public dan mana milik pribadi. UU dan Peraturan tak cukup luas &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;membuat batasan soal &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;public dan pribadi ini. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Mamad, dengan baju dinasnya yang kuno dan kereta anginnya yang tua, sadar bahwa ada sebuah garis batas yang telah dirusaknya, dan tindak itu adalah korupsi. Tapi dari mana datangnya garis itu, sebenarnya? Di permukaan, ia bermula dari perbedaan antara konsep “milik sendiri” dan “milik orang banyak”. Dalam bentuknya yang terburuk, milik “orang banyak” itu adalah milik “publik”. Seorang koruptor bukan seorang pencopet yang mencuri dompet milik pribadi. Namun benarkah Si Mamad  merasa bersalah karena menyadari ia korupsi? &lt;/span&gt;Mungkin tidak. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Ada pendapat, pengertian “publik” adalah bagian dari kesadaran modern. Di dunia tradisional, demikian dikatakan, tak ada garis batas antara yang “negara” dan yang “pribadi”, sejajar dengan tak ada garis batas antara yang “publik” dan yang bukan. Ketika Bupati Lebak dalam novel Max Havelaar meminta rakyat memberikan persembahan bagi dirinya, Havelaar, asisten residen Belanda itu, mendakwanya “korupsi”. Tapi benarkah? Ada yang membela bahwa sang Bupati (seperti Raja Louis XIV yang menyatakan l’état c’est moi) memang sejak dulu menganggap Lebak, juga rakyat dan upeti mereka, adalah bagian dari miliknya, bahkan dirinya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Dengan kata lain, Havelaar yang berapi-api itu memakai sebuah dalil “modern” ke sebuah dunia “pra-modern”. Ia meleset. Namun saya mengerti kenapa Si Mamad merasa bersalah dan Havelaar marah. Bukan sebab kesadaran “modern” rasanya, tapi karena di situ ada sesuatu yang lebih tua dan lebih dalam, yakni soal “adil” dan “tak adil”—ihwal yang telah merisaukan manusia sejak sebelum datang negara modern dengan legislasinya. Saya kira dari situlah lahirnya garis batas yang saya sebut tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;Korupsi dianggap salah karena ia “tak adil”: perbuatan itu menghasilkan sesuatu yang berlebihan—uang, kekuasaan, nama baik, juga kekejaman—yang secara berlebihan pula merugikan orang lain yang sedang ada dalam status dan posisi lain. Maka bisa dimengerti kenapa bukan cuma Havelaar yang marah. Seperti ditulis sejarawan Sartono Kartodirdjo dalam karyanya yang terkenal tentang pemberontakan petani Banten pada abad ke-19, orang-orang udik itu pun melawan, seraya berharap datangnya “Ratu Adil”. Angan-angan atau bukan, ratu yang adil tak selamanya dianggap berasal dari seberang samudra dongeng. Dulu saya pernah membaca satu fragmen sejarah Jawa Tengah abad ke-7, tentang Ratu Sima yang melarang orang mengganggu barang yang bukan miliknya. Syahdan, suatu hari seorang pangeran melihat sekantong emas di jalan. Ia menyepaknya. Baginda Ratu pun menghukum anak kandungnya itu. Dongeng atau bukan dongeng, cerita ini mencerminkan hasrat untuk yang “adil”: di sana hukum berlaku bagi siapa saja, dan ada penangkalan terhadap “nepotisme”—biarpun ini abad ke-7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;Kemudian lahir negara modern. Juga di Indonesia. Negara modern sesungguhnya adalah sebuah bangunan yang berusaha agar soal “adil” dan “tak adil” tidak diputuskan hanya karena kebetulan dan karena nasib. Seperti dibayangkan Hegel ( dari Eropa yang dirundung perang dan persengketaan), “Negara” (dieja dengan “N”) berarti Negara Rasional, yang mengelola kebersamaan tanpa anarki ataupun tirani. Di sana hukum dipatuhi sebagai pengejawantahan akal budi yang universal, bukan karena dorongan nafsu dan kepentingan tertentu. Di sana birokrasi digambarkan sebagai struktur yang ajek dan mengikuti nalar.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Marx memang kemudian menunjukkan bahwa Hegel hanya menutup-nutupi fiil yang buruk. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Bagi Marx, “Negara” adalah sesuatu yang menindas. Baru ketika tak ada lagi kelas sosial yang punya kebutuhan untuk represif, Negara akan lingsir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;Tapi seperti Hegel, Marx membayangkan Negara sebagai suatu kehadiran, utuh, kompak, bergeming—seakan-akan tak akan pernah terjadi saling terobos antara yang “Negara” dan yang “bukan-Negara”, antara yang “publik” dan yang “privat”. Hegel dan Marx tak membayangkan Negara sebagai sesuatu yang tak kunjung selesai. &lt;/span&gt;Seandainya mereka melihat Indonesia sekarang…. Di negeri ini, Negara adalah sebuah paradoks: ia culas , rentan, cerewet dan sekaligus ceroboh. Birokrasi dan DPR yang dengan produktif mengeluarkan regulasi adalah juga mereka &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang mengharap agar peraturan menghasilkan konspirasi dan uang.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Korupsi adalah sebuah privatisasi—tapi yang selingkuh. Kekuasaan sebagai amanat publik telah diperdagangkan sebagai milik pribadi, dan akibatnya ia hanya merepotkan, tapi tanpa kewibawaan. Keadilan yang dikelola oleh kejaksaan , KPK dan kehakiman bisa dibeli dengan harga tertentu, maka ia berperan tapi tak menjadi keadilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tanpa kita sadari berlalunya waktu, korupsi telah berarti privatisasi milik public oleh segelintir orang yang &lt;i&gt;me-restruktur&lt;/i&gt; NKRI lewat UU dan Peraturan hingga tak lagi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;seratus persen Negara seperti yang kita &lt;i&gt;maknai&lt;/i&gt; , yang bermisi sebagaimana sila ke lima Pancasila tentang keadilan social bagi seluruh rakyat.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ia menjadi keadilan social bagi elite. Maka,  kasus korupsi , pelakunya seperti &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nazaruddin dan lain lan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan tetap dianggap sebagai cerita hantu yang ditakuti ,dibenci namun &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tak mudah dibuktikan, selamanya begitu. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-4607378261919152700?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/4607378261919152700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=4607378261919152700' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/4607378261919152700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/4607378261919152700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/07/restruktur-nkri.html' title='Restruktur NKRI'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rTVg3007HsY/Tit8xxNvVJI/AAAAAAAABu4/XVW5bjjYZWQ/s72-c/black-money-and-corruption2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-9185838474947210419</id><published>2011-07-22T10:02:00.010+07:00</published><updated>2011-08-24T05:55:38.031+07:00</updated><title type='text'>BPJS</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WT0Az-qRFF0/Tijp_da181I/AAAAAAAABuM/eOXgfLiKR0k/s1600/bpjs.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-WT0Az-qRFF0/Tijp_da181I/AAAAAAAABuM/eOXgfLiKR0k/s200/bpjs.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632008610465051474" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;DPR dan Pemerintah masih bersitegang soal jadwal pembentukan BPJS. Karena ini berkaitan dengan peleburan 4 BUMN Asuransi social kedalam satu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Badan yang independent ( BPJS). Tapi dalam hal keberadaan BPJS, antara pemerintah dan DPR telah sepakat sebagaimana tertuang dalam UU-SJSN. Sebagian masyarakat ada yang mendukung keberadaan BPJS ini dan ada pula yang menolak. Terlepas soal argumentasi ideal atau tidak dibalik UU SJSN itu, saya ingin memberikan gambaran bagaimana sebetulnya alasan strategis dari UU SJSN yang dikaitkan dengan UU BPJS. Setelah itu, terserah bagaimana penilaian anda semua. Yang pasti, system jaminan sosial lewat asuransi tak lain adalah cara kapitalis dan hanya bertujuan menarik laba. Apakah ada perusahaan asuransi dirugikan oleh nasabah ? tidak ada!. Perusahaan asuransi hanya rugi oleh orang dalamnya sendiri , bukan karena bisnisnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;Anda masih ingat, kan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;scandal Century, yang setelah melalui proses pengadilan terhadap Robert Tantular dan Pansus Hak Angket DPR dan berputar putar dengan berbagai polemic , yang menjadikan SMI dibenci dan dicintai, belakangan terdengar kabar dari KPK bahwa kasus Century tidak bisa dikatakan tindakan korupsi karena tidak ada Negara dirugikan. Walau ada penolakan dari DPR namun secara hukum KPK sudah benar. Karena KPK hanya mengurusi kasus yang melibatkan kerugian Negara. Mengapa ? Karena dana talangan yang dikeluarkan untuk Century sebesar lebih dari Rp. 7 trilun bukanlah berasal dari APBN tapi berasal dari &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;LPS ( lembaga Penjamin Simpanan),  yang sumbernya  dari masyarakat sendiri lewat premi suransi perlindungan simpanan. Jadi kesimpulannya selagi dana tidak berasal dari APBN maka kerugian apapun akibat keberadaan lembaga itu , bukanlah korupsi walau itu lahir dari kebijakan pemerintah sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;Sekarang kita kembali kepada BPJS. Perusahaan atau instansi wajib memotong gaji karyawannya ( PNS/militer maupu Swasta ) &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sebagaimana UU SJSN untuk diserahkan kepada BPJS. Bagi rakyat yang tidak punya pekerjaan atau tidak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;punya penghasilan tetap, yang tergolong miskin maka &lt;i&gt;pada tahap awal&lt;/i&gt; akan ditanggung preminya oleh Negara melalui APBN. Pertanyaannya adalah berapa jumlah alokasi APBN yang pasti untuk menanggung mereka yang miskin ini? &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Kalau pemerintah menerapkan orang miskin sesuai standard World Bank yaitu USD 2 perhari, saya yakin permerintah tidak akan sanggup menanggung premi ini. Makanya dalam UU SJSN tidak dijelaskan kriteria dan definisi &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;bagi mereka yang tidak mampu. Juga tidak disebutkan “pada tahap awal “ itu berapa lama ? apakah setahun atau selamanya. Tidak jelas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;Diatas ketidak jelasan atas UU inilah para elite politik bermain untuk melancarkan agenda konspirasi mereka dengan pihak yang punya kepentingan dari potensi system jaminan social ini. Apakah kepentingan dibalik UU SJSN dan BPJS ini ? Dalam system keuangan kapitalis sumber dana berhubungan dengan cost of fund. Cost termurah adalah yang bersumber dari premi asuransi Ini cara smart untuk pooling fund dengan hanya berjanji soal masa depan tapi mendulang manfaat hari ini. Disamping itu "bisnis" ini di jamin konsumennya oleh Negara lewat UU , sementara benefitnya diserahkan kepada public atau lembaga independen ( BPJS) yang tidak termasuk asset Negara. Apa yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;terjadi kelak ? BPJS akan menjadi sumber dana strategis bagi elite politik dan pengusaha untuk kepentingan mereka. Sementara “yang jelas “ pada akhirnya lewat aturan yang kelak dibuat oleh BPJS tertanggung hanya bagi mereka yang bayar (Pasal 17 ayat 4 dan ayat 5 UU SJSN). &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Yang tak bayar tidak ditanggung. Negara tak bisa lagi terlibat karena sudah masuk wilayah private.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;Bila terjadi kasus korupsi atau konpirasi antara dunia usaha dan BPJS maka ini bukanlah tindak korupsi. Samahalnya dengan kasus LPS yang merugi akibat bail out Bank Century. Walau BPJS  berstatus BUMN sebagaimana LPS namun kedudukannya berbeda dengan BUMN lainnya dimana asset negara ( APBN) ditempatkan. Perhatikanlah permainan elite penguasa dan pengusaha berkonspirasi atas dana LPS lewat skandal Century. Begitu hebatnya. Kekuasaan pemerintah digunakan untuk menguras dana LPS namun secara hukum tidak bisa dikatagorikan sebagai kerugian negara. Inilah yagn disebut dengan Neoliberal. Memisahkan tanggung jawab publik dari pemerintah tanpa pemerintah kehilangan hak kekuasaanya.  Ya benar benar culas. Lantas bagaimana system ini kedepan ? lihatlah apa yang terjadi di negera maju yang telah lebih dulu menerapkan system jaminan sosial melalui Asuransi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;Semua anda tahu bahwa Warren Buffet adalah orang terkaya di dunia, namun dia bersama Greenberg , Boss AIG (American International Group )-- perusahaan Asuransi social terbesar di AS--, tahun 2008 membuat AIG bankrupt dalam transaksi pasar uang yang dipicu dafault nya Lehman Brothers. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Sampai kini baik Warren maupun Greenberg tidak tesentuh hukum. Mengapa ? karena AIG bukanlah asset negara. Ini hukum pasar berlaku , free entry free fall. Publik ketika menerima system ini maka harus siap dibangkrutkan. Tapi juga semua tahu dibalik kesuksesan Bush dan Obama, terdapat dua orang ini. Sebelumnya tahun 1990an, ada skandal Long Term Investment Manajemen di AS yang melibatkan dana ratusan juta dollar &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;asuransi pension. Solomon sebagai pencipta skandal tidak tersentuh hukum. Malah pemerintah AS mem bail out dengan skema merger bersama Smith Barney.Masih banyak lagi daftar hitam bagaimana pengusaha dan penguasa menjadikan dana asuransi sosial sebagai bahan bancakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;Jadi dibalik idealism dalam retorika BPJS , mau bicara apapun, ini jelas rekayasa sistematis untuk keuntungan lembaga Asuransi dan Lembaga Reinsurace asing yang menjadi vendor system ini Juga sebagai sumber dana murah bagi stimulus pasar uang kapitalis. Maka lembaga perbankan, Asset managemet, Securities agent akan mendapatkan dana murah untuk melahirkan segelintir orang menjadi sangat kaya lewat system diluar APBN. Ya Negara menciptakan dunia Private lewat Undang Undang dan akhirnya menyerahakn kepada public segala resiko itu. Seharusnya ditengah mayoritas rakyat yang masih lemah dan tersisihkan dari hiruk pikuk dunia kapitalis , negara harus digaris depan sebagai provider sosial. Caranya bisa seperti &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px; "&gt;menggunakan system jaminan sosial lewat cross subsidi melalui pajak kekayaan diatas ambang batas, atau melalui sinking tax lewat cukai rokok , pajak atas jasa /barang mewah dan lain lain. Mengapa ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-9185838474947210419?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/9185838474947210419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=9185838474947210419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9185838474947210419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9185838474947210419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/07/bpjs.html' title='BPJS'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WT0Az-qRFF0/Tijp_da181I/AAAAAAAABuM/eOXgfLiKR0k/s72-c/bpjs.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-3834125468737969481</id><published>2011-07-17T08:29:00.013+07:00</published><updated>2011-07-18T05:04:36.490+07:00</updated><title type='text'>Obat dan Kesehatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-VaGR5oecNRc/TiI8fG7OLLI/AAAAAAAABs8/IgSIHjqzMWY/s1600/obat.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VaGR5oecNRc/TiI8fG7OLLI/AAAAAAAABs8/IgSIHjqzMWY/s200/obat.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630128989299158194" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tahukah anda bahwa Indonesia merupakan pasar obat obatan terbesar di Asia Tenggara. Perbulan total penjualan obat sebesar USD 3,43 milliar atau setara dengan Rp. 28 triliun. Sebagian besar obat obatan itu adalah produk import. Kalaupun ada industrinya didalam  negeri maka tak ubahnya hanya memindahkan pabrik dari negeri asal ke Indonesia. Namun tidak akan berdampak apapun untuk menekan harga menjjadi murah. Mengapa ? Karena mana ada harga turun dalam dunia kapitalis. Dan lagi bisnis obat obatan di Negara manapun sudah menjadi jaringan yang saling ketergantungan untuk sepakat agar harga tidak turun. Semua pihak yang terlibat saling membutuhkan untuk mendulang uang dari bisnis obat ini. Kekuatan tangan pemerintah semakin melemah seiring semakin luasnya ketergantungan rakyat terhadap obat obatan modern. Bahkan ada teman yang mengatakan bahwa penjualan obat yang berkompetisi itu telah melahirkan konspirasi ala mafia yang berujung memeras konsumen. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;AS paska crisis global telah mengeluarkan&lt;/span&gt; kebijakan mengenai system layanan kesehatan dimana Negara menjamin kesehatan bagi keluarga tidak mampu hanya untuk yang berusia dibawah umur dewasa. Selebihnya mereka harus membayar premi asuransi kalau ingin mendapatkan jaminan layanan kesehatan. Akibatnya, masyarakat AS, menjadikan herbal sebagai solusi. Terbukti kini pengobatan herbal digandrungi oleh sebagian besar rakyat AS yang tidak terjangkau system layanan kesehatan. Namun , kecaman dari NGO yang berafiliasi Industri Pharmasi sangat gencar. Mereka berusaha melobi pemerintah untuk melarang kegiatan pemasaran herbal dan bahkan industry obat  tradisional sengaja di halangi lewat kebijakan ketat dari FDA. Terjadi pro dan kotra dimasyarakat soal ini. Sampai kini terus berlangsung ditengah kebingungan pemerintah memberikan solusi comprehensive ditengah ketidak berdayaan anggaran kesehatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di China pengobatan tradisional dilegitimasi oleh Negara dan dilaksanakan secara sistematis. Pendidikan dokter di berbagai universitas mengajarkan secara utuh pengobatan tradisional ini. Seperti Guangzhou University of Chinese Medicine (GZUCM) yang merupakan universitas terbaik di China yang menyediakan program dokter dan specialis khusus pengobatan cara tradisional. Mereka juga memberikan materi pelajaran mengkombinasikan cara Barat dan China, yang made in China. Kini ada 113 negara didunia mengirim mahasiswa kedokterannya belajar di berbagai universitas di China. Dunia  international mengakui kehebatan china menjadikan kekuatan akar budaya sebagai sebuah system kemandirian khususnya dibidang kesehatan. Kini terbukti kebijakan China paska Deng menemukan kebenaran. Bahwa menolak SOP kesehatan cara Barat adalah cara smart mengelola layanan kesehatan untuk rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk memperluas variasi obat obat yang berstandar Lab , pemerintah menyediakan pusat riset terbaik dibidang herbal dan memberikan dukungan dana riset kepada universitas.  Dengan demikian China memiliki standard klinis modern untuk menjadikan herbal sebagai obat modern dan bersaing dengan obat obatan dari industry Pharmasi berkelas TNC. Industri  obat herbal itu tumbuh begitu pesat dan meminggirkan obat obatan modern bermerk international. Mungkin bagi anda yang American or western minded akan mengatakan herbal atau jamu adalah keterbelakangan. Tapi tahukah anda, Menteri kesehatan kita yahg sekarang terindikasi cancer dan dia memilih Rumah Sakit di Gungzhou yang menggunakan obat tradisonal China untuk menyembuhkan cancernya. Tentu ibu Menteri yang dokter specialis itu tahu percis bahwa obat obatan dari Barat dan AS itu memeras dan tak berorientasi kepada penyembuhan melainkan mengeruk uang anda sampai anda mati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebetulnya keadaan China tidak jauh beda dengan ndonesia. Bahwa Indonesia sangat kaya akan keaneka ragaman obat obatan tradisional dan telah pula diyakini oleh rakyat sejak ratusan tahun sebagai pengobatan yang efektif.  Namun karena mental korup dan membangun tanpa visi maka jadilah kita Negara yang follower asing dibawah kendali TNC dibidang Industri Pharmasi. Betapa tidak. Apakah mungkin di Indonesia ada Universitas mengajarkan mata kuliah Jamu. Apakah ada pusat riset pemerintah dibidang jamu untuk melegitimasi jamu sebagai obat resmi berstandard SOP Rumah Sakit. ? Apakah ada jamu yang bisa masuk obat first grade di apotik ? Apakah ada Rumah Sakit merekomendasikan kepada dokter agar menulis jamu dalam resep.? Tentu tidak mungkin. Mengapa ? Karena bukan rahasia umum lagi,  dibalik kebijakan pelayanan kesehatan terdapat agenda konspirasi antara Pemerintah , Indusri Pharmasi ( TNC), Rumah Sakit, Dokter, Perusahaan Asuransi,  untuk mengeruk keuntungan dari sisakit. Ya sebuah bisnis yang melibatkan triliunan rupiah , dan tentu hanya memperkaya segelintir orang diatas penderitaan orang lain. Zolim !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-3834125468737969481?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/3834125468737969481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=3834125468737969481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3834125468737969481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3834125468737969481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/07/obat-dan-kesehatan.html' title='Obat dan Kesehatan'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VaGR5oecNRc/TiI8fG7OLLI/AAAAAAAABs8/IgSIHjqzMWY/s72-c/obat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-7077800647684406893</id><published>2011-07-13T06:50:00.014+07:00</published><updated>2011-07-14T09:22:15.486+07:00</updated><title type='text'>Terjajah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-y7BN5UexKhM/ThzeXoEjXoI/AAAAAAAABr4/1wkiiBQ-NHw/s1600/images.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-y7BN5UexKhM/ThzeXoEjXoI/AAAAAAAABr4/1wkiiBQ-NHw/s200/images.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5628618131781148290" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Pada tahun 2002, Asian Development Bank memberikan pinjaman lunak kepada Pemerintah Indonesia untuk mendukung Program Financial Governance and Social Security Reform ( FGSSR) senilai USD 250 juta. Saya ingat ketika bantuan ini diberikan, salah satu teman aktifis berkata bahwa ada dua agenda besar dari program ini, yaitu mereform koperasi dan jaminan social. Bantuan ini sebagai kelanjutan dari tekanan international lewat IMF , Worldbank yang digagas oleh OECD dalam blue print Economic reform untuk Indonesia. Benarlah, setelah itu , Amandemen UUD 45 pasal 33 terjadi dengan menghapus kata Koperasi. Koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat yang berlandaskan kepada kekeluargaan telah terhalau di repubik ini. Semua harus mengacu kepada system ekonomi pasar. Tak ada lagi kedudukan istimewa bagi rakyat yang lemah untuk bersaing karena keterbatasan modal , tekhnologi. Semua harus berorientasi kepada laba . Kebijakan-kebijakan fital mulai dari perpajakan koperasi, KUR, dana bergulir, kredit ketahanan pangan, hanya diberikan kepada koperasi yang sudah memenuhi persyaratan dinyatakan viable (sehat) dan sustainable (berkelanjutan). Diluar itu, silahkan minggir. Pembinaan kepada yang tak layak, tak ada lagi. Hukum pasar, free entry free fall.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Padahal dalam sistem ekonomi negara kita dikenal tiga kamar, yaitu BUMN, Perseroan ( PT) dan Koperasi. Ketiga hal ini di rancang untuk menjadi tiga pilar kekuatan ekonomi nasional sesuai amanat UUD 45 dan Pancasila. BUMN hanya diarahkan menguasai sumber daya alam , industri strategis dan jasa pelayanan umum. Disini negara bertanggung jawab mengelola resiko untuk kepentingan rakyat.  PT ( perseroan ) ditujukan kepada mereka yang mampu dari segi permodalan, terkhnologi untuk bersaing di pasar.  Koperasi, ditujukan kepada mereka yang miskin dan lemah dari segi permodalan dan tekhnologi. Ketiga jenis usaha ini merupakan strategi nasional untuk melahirkan keadilan dibidang ekonomi. Negara harus tampil menjadi pembina yang adil.  Kalau pra syarat program binaannya sama dengan BUMN dan Perseroan , maka ini jelas tidak adil.  Sama saja menyamakan standard assessment tanpa peduli siapa yang dibina. Hakikat koperasi mengelola mereka ( anggota ) yang lemah melalui gerakan gotong royong dan kekeluargaan, telah terhalau dalam UU. Closed file.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Soal ekonomi , Negara tak lagi peduli kepada azas kekeluargaan. Bagaimaan dengan jaminan sosial ? Terkait dengan sumber pembiayaan, menurut UU SJSN, sumber pembiayaan jaminan sosial berasal dari peserta. Namun, jaminan sosial itu disebut sebagai asuransi wajib. Dengan demikian, setiap orang harus menjadi peserta. Bagaimana dengan yang tidak mampu? Menurut UU itu, biaya akan dibayar negara, tetapi hanya pada tahap awal bagi jaminan kesehatan. Pada tahap-tahap selanjutnya, semua peserta harus membayar (Pasal 17 ayat 4 dan ayat 5 UU SJSN). Dengan melihat sistem kepesertaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem jaminan sosial yang baru itu lebih mundur daripada mekanisme penyelenggaraan jaminan sosial yang dilakukan BUMN. Jamsostek, misalnya, menjamin pekerja dan anggota keluarganya. Padahal, menurut UU SJSN, hanya peserta yang berhak mendapat jaminan sosial. Maka, jika anggota keluarga buruh ingin mendapatkan jaminan sosial, mereka harus menjadi peserta dan membayar terlebih dahulu. UU itu sama dengan sistem asuransi pada umumnya, yang memobilisasi dana masyarakat dan menggunakannya untuk kepentingan investasi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Nah kini sedang di bahas RUU Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial yang rencananya akan disyahkan tahun ini juga.  RUU ini memungkinkan terjadinya merger semua BUMN  Pelaksana Jaminan sosial seperti Jamsostek dan lainnya kedalam DJSN ( Dewan Jaminan Sosial Nasional ). Jika melihat ketentuan Pasal 6 sampai dengan Pasal 12 UU SJSN mengenai kewenangan DJSN, kedudukan BPJS bukan lagi BUMN, melainkan lembaga otonom yang berhak mengelola dana jaminan sosial, termasuk dapat menginvestasikannya untuk kegiatan bisnis (Pasal 7 UU SJSN). Ini sama saja privatisasi terselubung. Kelak, bila RUU BPJS ini disyahkan  maka seluruh rakyat akan menjadi konsumen asuransi terbesar nomor 5 didunia. Akumulasi dana dari premi asuransi tentu beskala raksasa. ini tentu pula akan menjadi fuel bagi dunia usaha BUMN dan Perseroan ( Swasta dan Asing ) untuk meningkatkan kedigdayaannya menguasai sumber sumber ekonomi nasional. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Dibidang ekonomi dan social , seluruh rakyat sudah menjadi bagian dari teori ekonomi pasar. Rakyat adalah mereka yang mampu bayar dan memenuhi prinsip prinsip ekonomi kapitalis. Kedudukan istimewa bagi rakyat yang lemah bersaing karena keterbatas modal , tekhnologi, pasar, untuk dilindungi oleh Negara lewat kebijakan pro rakyat, tak lagi mendapat tempat didalam undang undang. Hampir semua sumber daya alam kita dikuasai oleh para pemodal domestic dan asing, sementara rakyat terpinggirkan. Pada Era Reformasi , kebijakan yang dihasilkan oleh rezim merupakan puncak buah karya konspirasi antara asing dan elite politik. Benar benar buah karya yang sangat dahyat untuk melahirkan sebuah komunitas terjajah lahir batin oleh segelintir orang.  Lebih hebat dan lebih jahat dibandingkan Cultursstelsel ( kerja paksa ) dizaman kolonialis Belanda. lebih jahat dari komunisme ( kerja kolektif ). Sangat jahat dan sangat zolim.!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-7077800647684406893?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/7077800647684406893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=7077800647684406893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7077800647684406893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7077800647684406893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/07/terjajah.html' title='Terjajah'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-y7BN5UexKhM/ThzeXoEjXoI/AAAAAAAABr4/1wkiiBQ-NHw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6190080506615211905</id><published>2011-07-10T00:45:00.010+07:00</published><updated>2011-07-10T08:37:18.817+07:00</updated><title type='text'>Oh Negeriku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-drMD3E35zzE/ThiURjpN8tI/AAAAAAAABqY/HfeNsp6rt-Q/s1600/bendera-indonesia.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-drMD3E35zzE/ThiURjpN8tI/AAAAAAAABqY/HfeNsp6rt-Q/s200/bendera-indonesia.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627410763746243282" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika Deng Xiaoping awal berkuasa di China, dia mengumpulkan seluruh cerdik pandai. Yang tersisa diseluruh china hanya 1000 orang. Sisanya mati karena revolusi kebudayaan. Pada waktu itu Deng tak gentar untuk membangun cina walau kas kosong dan banyak industry yang lebih banyak buruh dibandingkan produksi serta 90 % rakyat china hidup dibawah garis kemiskinan. Ketika ditanya, apa modalnya “ Dia jawab Taoism dan Confucianism. “ Komunisme harus berjalan diatas akar budaya china yang berlandaskan kepada Taoism dan Confucianism. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Ketika Iran melakukan revolusi dan menjadikan AS musuh utama, Iran tidak punya apa apa untuk membangun. Ladang minyak warisan Syah Iran tak bisa memompa minyak karena alat alatnya di embaro oleh AS/Barat . Kas Negara hampir kosong karena bantuan dana dari international di embargo, sementara dana keluarga syah di bekukan oleh AS. Khomeini ditanya apa modal Iran untuk membangun ? Jawabnya adalah Al Quran dan Hadith “ Ketika Ghandi melakukan revolusi damai bersama 99% rakyat india buta hurup dan miskin, orang bertanya apa modalnya untuk membangun india ? jawabnya adalah “Agama dan Budaya “ Ketika Indonesia merdeka, 90% rakyat hidup dibawah garis kemiskina. Ketika ditanya apa modalnya untuk membangun ? para pendiri Negara kita menjawabnya “ Agama dan Budaya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;China, India, Iran, adalah tiga Negara yang berhasil membangun dengan berlandaskan kepada akar ( agama ) dan budaya. Ini disebut dengan istilah geopolitik. Napoleon sebagai pencetus ide nasionalisme pernah mengatakan “ Rezim boleh berganti namun gunung tetap ditempatnya”. Artinya antara rakyat dan agama tidak bisa pisahkan. Fitrah manusia ketika diciptakan Allah diberi software NEED dan untuk mengelola NEED itu diperlukan agama. Agama sebagai akar dan budaya sebagai pohonnya. Tak akan hidup dan tegak pohon itu bila tidak ada akar. Inilah hakikat manusia. Agama berkata , adat memakai, maka jadilah dia sebagai sebuah program yang bernama idiologi. Idiologi inilah yang menjadi indentitias umat dan sekaligus eksistensi manusia sempurna..Bila kesempurnaan itu ada pada manusia maka segala hal didunia ini tidak ada yang sulit. Hanya butuh waktu, proses sunattullah akan berjalan dengan sendirinya untuk pemenuhan NEED itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Kesalahan terbesar bangsa kita adalah melepaskan akar ( agama ) dan budaya dalam membangun peradaban. Konsep sekular  melalui program demokratisasi, sebetulnya memenggal akar pohon kehidupan . Penghulu kampung , tetua adat , ulama , tak lagi sakti untuk didengar sebagai lembaga publik . Bahkan negara sekalipun tidak boleh terlalu banyak ikut campur soal bagaimana pasar bekerja. Demokrasi ala pasar bebas menjadikan siapapun boleh tampil berkuasa asalkan ada uang. Seleksi alamiah kepemimpinan lewat budaya tak lagi dikenal. Semua sudah ada platform yang baku tentang bagaimana untuk tampil secara instant sebagai pemenang dan terpilih. Dibalik idealisme demokratisasi , kebebasan pasar , gaung etika moral sengaja ditiupkan sebagai pemanis propaganda agar orang percaya. Bahkan mereka yang berada digaris depan penyokong demokratisasi dan kebebasan pasar ini terkesan sangat humbel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Makanya jangan kaget bila intelektual lulusan AS ,seperti SMI, Budiono, SBY,  lain lain merasa neoliberal bukanlah sesuatu ancaman. Karena kalau orang miskin pemaham agama dan budaya ( Geopolitik) , membaca literature dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Milton Friedman&lt;/i&gt; &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt; , nilai nilai yang ditawarkan sangat ideal bahkan cenderung utopis seperti " &lt;/span&gt;kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), dan kebebasan berperilaku (freedom of behavior)&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;. Keempat prinsip itu dibungkus etika moral, good governance dan lain sebagainya. Artinya untuk menjalankan keempat prinsip itu diperlukan kekuatan moral sebagai manusia yang free will. Segala efek keburukan dari keberaan keempat prinsip itu ditimpakan kesalahannya kepada rendahnya etika manusia. Tapi mereka lupa justru prinsip kebebasan itulah yang membuat manusia tidak beretika. Namun para pengikut &lt;i&gt;Milton Friedman &lt;/i&gt;tetaplah orang yang punya etika tinggi sebagai icon konsep utopis itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Perhatikanlah think thank kapitalis itu orangnya berprilaku humble. Tak kurang seperti Lawrence Summers arsitek liberalisasi Financial di AS  , Alan G, sebagai think thank pencetus hedge fund yang jadi mesin mendongkrak pasar uang AS dan sekaligus membangkrutkan AS, yang tetap hidup sederhana. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;Di Indonesia , kita semua lihat bagaimana SMI, Budiono, Dorojatun, dan lain lain. Mereka hidup sederhana. Tapi dampak dari pemikirannya , mereka telah menjadi arsitek pembunuh massal dan daya rusaknya lebih dahsyat dibandingkan korban perang dunia kedua. Anehnya , kita orang Indonesia kebanyakan ( yang masih terikat agama dan budaya) melihat SMI, Budiono, SBY didasarkan kepada citra humble itu. Tidak melihat akibat dari pemikirannya, yang berlandaskan kepada &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Milton Friedman&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="mso-ansi-language: IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Bagaimana merubah haluan negara &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;? Kalau lewat demokratisasi , keliatanya hampir tidak mungkin bisa muncul pemenang yang akan melakukan restore system. Karena tokoh neolib itu , citranya memang menawan. Pada diri mereka ada wajah surgawi, apalagi lewat kampanye sistematis bermodal besar. Akan muda sekali rakyat bodoh ( mayoritas ) dikibulin untuk memilih mereka. Jadi gimana caranya ? Saya ingat Tan Malaka dalam bukunya Aksi Massa” Revolusi bukanlah suatu pendapatan otak yang luar biasa, bukan hasil persediaan yang jempolan dan bukan lahir atas perintah seorang manusia yang luar biasa. Kecakapan dan sifat luar biasa dari seseorang membangun revolusi, mempercepat atau memimpinnya menuju ke kemenangan, tetapi ia tidak dapat menciptakan dengan otaknya sendiri”. Jadi kehendak Allah jualah nanti yang berlaku. Karena apabila kezoliman itu sudah melampaui batas maka azab Allah akan sampai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Nah mari kita berdoa seperti Firman Allah “Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami telah mentaati Pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami. Lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab Dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar. &lt;/span&gt;(QS Al Ahzab [33]: 67-68)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6190080506615211905?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6190080506615211905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6190080506615211905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6190080506615211905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6190080506615211905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/07/oh-negeriku.html' title='Oh Negeriku'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-drMD3E35zzE/ThiURjpN8tI/AAAAAAAABqY/HfeNsp6rt-Q/s72-c/bendera-indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-2696770991416922607</id><published>2011-06-19T13:26:00.010+07:00</published><updated>2011-06-19T18:42:45.922+07:00</updated><title type='text'>Khilafah ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7kJkJ8xWGss/Tf2W9YwOrGI/AAAAAAAABnY/_jmb0FkGIyo/s1600/Khilafah_by_artstuck.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7kJkJ8xWGss/Tf2W9YwOrGI/AAAAAAAABnY/_jmb0FkGIyo/s200/Khilafah_by_artstuck.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619813891389172834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Indonesia tidak akan merdeka bila tidak ada kesatuan dan persatuan. Sebagai pengikat maka dibuatlah falsafah negara bernama Pancasila. Terbukti Pancasila sebagai dasar proklamasi kemerdekaan Indonesia memang sakti mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Lantas gimana selanjutnya ? ternyata Pancasila tidak sakti untuk membuat orang berbaris dengan tertip setelah kemerdekaan. Bangsa Indonesia kembali “dijajah”dalam bentuk lain atau istilah yang dipakai oleh Soekarno&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Neocolonialism. Sampai kini suka tidak suka kita masih terjajah karena sistem yang dipakai untuk membangun peradaban negeri ini di design sesuai ketentuan international yang dikenal dengan Neoliberal. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Pan Islamic &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;berhasil mempersatukan negara yang berkomunitas islam sedunia tapi belakangan dipermalukan oleh kalahnya mesir dalam perang enam hari dengan Israel. Kini sudah &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;terbentuk &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;negara bersyariat Islam seperti Pakistan, Afganistan, Iran, namun tak menemukan kedamaian karena dizolimi dengan seenaknya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;oleh negara yang beraqidah lain, dan tetap saja terjajah dalam bentuk lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Apa penyebabnya setelah kejatuhan Khilafah Islam&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;, umat islam terus kalah dan kalah?. Begitu mudah dipersatukan dengan segala strategi dan taktik berjuang namun akhirnya ketika bersatu tetap menjadi kalah. Inilah yang menjadi pertanyaan besar saya sejak pertama kali berkecimpung ditengah tengah masyarakat. Ternyata jawabanya tidak perlu banyak tesis. Jawabannya ada pada ritual islam yang mewajibkan umatnya berjamaah, dengan dimpimpin oleh satu imam. Kenapa orang mau dipimpin oleh imam ? Ya karena begitulah perintah Allah dan Rasul. Ini soal keimanan. Saya acap sholat berjamaah di mosholla yang terletak di gedung perkantoran dan di Mall. Kadang imam sholat itu adalah cleaning service yang lengkap dengan seragamnya. Yang jadi makmun mungkin ada yang menejer, pengusaha , intelketual. Semua dengan khusu mengikuti perintah imam. Ketika ruku semua ruku dan ketika sujud semua sujud. Walau yang perintah itu adalah Cleaning service.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Kehadiran &lt;i&gt;Hisbut Tahrir&lt;/i&gt; tak lain adalah menjawab permasalahan bagaimana mempersatukan umat islam sedunia yang utuh dan kokoh dalam syariat Islam. Tidak ada lagi istilah Pan Islamic/ OKI &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;mempersatukan negara yang mayoritas Islam, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tak ada lagi Pancasila yang mempersatukan umat islam dengan non islam di Indonesia, tak ada lagi negara dan bangsa dibawah PBB yang mempersatukan negara didunia dengan berbagai bendera, tak ada lagi bendera partai, tak ada lagi Bank International for settlement yang mempersatukan semua bank central (termasuk bangsa dan negara yang mayoritas islam ), tak ada lagi kamu, saya dengan perbedaan mahzab. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Yang ada hanya Islam. Titik. Prinsipnya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;adalah Pancasila ( rukun Islam ) dan palsafahnya adalah rukun Iman. Penjabaran dalam tataran praktis ( sosekpolbud ) mengikuti apa kata Al Quran dan Hadith sebagai sumber kebenaran , kebaikan dan keadilan. Untuk menjamin terlaksana kesatuan langkah dan nafas sesuai dengan Al Quran dan hadith maka perlu adanya Imam. Imam ini disebut dengan khilafah atau kepemimpinan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Umat lain seperti Yahudi dengan paham derivative sekularnya tidak takut dengan perkembangan populasi umat islam. Mereka tidak takut islam dipersatukan oleh paham kebangsaan, Tidak takut bila islam dipersatukan dengan sekte. Tidak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;takut bila islam dipersatukan dalam sistem perbankan dan bisnis. Mengapa ? Karena paham kesatuan itu sudah di&lt;i&gt; trap&lt;/i&gt; dengan sistem demokratisasi, HAM dan liberalisasi yang akan mudah hancur dimakan waktu. Itulah mengapa gerakan &lt;i&gt;Hisbut Tahrir&lt;/i&gt; menjadi topik utama dibahas disemua pusat riset dan inteligent negara berpaham sekular. Termasuk oleh negara Indonesia. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Apa yang ditakuti oleh umat lain seperti Yahudi dengan derivative paham sekularnya adalah bila umat islam dipersatukan oleh Al Quran dan Hadih&lt;/i&gt;. Inilah ancaman bagi mereka,yang akan mereka lawan dengan kekuatan infrastruktur yang mereka miliki. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Dan ini adalah ladang ibadah bagi siapa saja untuk menghadapinya dengan iman, akhlak dan ilmu pengetahuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;i&gt;Kepemimpinan /Khilafah Islam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'trebuchet ms'; "&gt;Kita semua sepakat tentang khilafah. Kita jadikan itu sebagai ladang ibadah untuk berjuang menegakkannya. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Hanya khilafah yang bisa memastikan islam dijalankan secara kaffah. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Namun yang harus dicatat bahwa perjuangan khilafah adalah pernjuangan menegakkan sistem kepemimpinan dalam tataran global. Bukan hanya lokal. Karena islam itu ya globalisasi kehidupan dalam menegakan syariat islam. Ya misi Internationalisasi bukan nasional.. Disisi lain, agama lain , paham lain juga punya misi yang sama. Seperti Yahudi dengan misi new world order era. Ini menjadikan pertarungan yang tidak mudah. Namun kita sadar bahwa keberadaan yang lain itu tak lain adalah cara Allah untuk menguji keimanan kita. Karena kalau Allah berkehendak agar terbentuknya khilafah, tentu tidak sulit. Tinggal bilang kun fa ya kun. Ya kan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Nah, gimana caranya berjuang menegakkan khilafah itu? Menurut saya , harus dimulai dari semangat terbentuknya kepemimpinan lokal. Ada teman saya  yang menjadi ketua RT dan sekaligus menjadi imam Masjid dilingkungannya, juga pengusaha. Disetiap jumat dia memberikan ceramah tentang nilai nilai islam dalam kehidupan sehari hari dilingkungannya. Di perusahaan dia juga menanamkan nilai nilai islam kepada karyawan, mitra dan siapa saja yang bersinggungan dengannya. Ada juga pengusaha tergolong sukses dan namanya anyar sekarang , dia menjadi ketua asosiasi bisnis, dan mendapatkan kesempatan sebagai penceramah didepan umum. Pada waktu itulah dia bicara tentang nilai nilai islam. Dia teladankan bagaimana komitmennya untuk tidak mau mengambil deviden atas sahamnya diperusahaan tapi digunakan untuk pengembangan usaha dan mensejahterakan karyawan serta memberikan dukungan pembinaan usaha kecil. Ada juga teman saya dosen ekonomi tapi menjadi mentor terbangunnya organisasi pembinaan usaha kecil. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Dan banyak lagi contoh. Mereka itu secara tidak langsung telah menjadi pemimpin dilingkungannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Bila kepemimpinan dalam tataran lokal ini kita ibaratkan ring maka bila semua kita punya komitment untuk mendirikan khilafah islam maka akan terjadi kekuatan ring to ring. Kenapa ? karena dasarnya sama yaitu Al Quran dan Sunnah. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Tak penting dimanapun dia berada , apapun profesinya, konsepnya tetap sama yaitu AL Quran dan Hadith. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Model ring to ring ini bila dilakukan secara tertip maka akan meluas kelevel nasional dan international.. Maka saat itulah khilafah akan berdiri. Siapakah yang akan memimpin ? tentu akan terjadi seleksi efektif lewat kepemimpinan yang sudah terbentuk dari ring to ring itu. Siapapun &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;terpilih tidak akan menimbulkan masalah karena eksistensi mereka sudah teruji lewat putaran waktu. Dan kesadaran bahwa pemimpin itu bukanlah rezki tapi ujian Allah bagi orang beriman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;Tugas kita sebagaimana program HTI dengan dakwah khilafahnya harus mengkampanyekan ini dalam setiap level kepemimpinan yang kita pegang. Entah itu sebagai kepala Rumah Tangga, pemimpin daerah, pemimpin asosiasi profesi , pemimpin sosial keagamaan, pemimpin perusahaan, dan lain lain. &lt;/span&gt;Keteladanan dari pemimpin disetiap level itu harus membumikan AL Quran dan hadith agar orang awam yang dipimpinnya entah itu muslim/nom muslim dapat menjadikannya panutan sebagai pencerah untuk lahirnya kebaikan,kebenaran dan keadilan. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Bila ini dilaksanakan , hanya soal waktu proses sunattullah akan terlewati dengan benar untuk lahirnya &lt;i&gt;daulah islamiah&lt;/i&gt; sebagai rahmat bagi alam semesta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-2696770991416922607?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/2696770991416922607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=2696770991416922607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/2696770991416922607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/2696770991416922607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/06/khilafah.html' title='Khilafah ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7kJkJ8xWGss/Tf2W9YwOrGI/AAAAAAAABnY/_jmb0FkGIyo/s72-c/Khilafah_by_artstuck.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-9042779039858339788</id><published>2011-06-17T14:59:00.019+07:00</published><updated>2011-06-25T22:35:48.042+07:00</updated><title type='text'>Ulama ..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1ZhpY2u1oQQ/TfsJtu_0XeI/AAAAAAAABnI/79pcBmTjvUg/s1600/habib-hussein-dan-para-ulama-di-hadromaut-yaman2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1ZhpY2u1oQQ/TfsJtu_0XeI/AAAAAAAABnI/79pcBmTjvUg/s200/habib-hussein-dan-para-ulama-di-hadromaut-yaman2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619095641389293026" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benarlah sabda Nabi ” Akan datang pada suatu zaman di mana mereka tidak menghormati ulama kecuali karena bajunya yang bagus. Mereka tidak mendengarkan Alquran kecuali dengan suara bagus. Mereka tidak menyembah Allah kecuali pada bulan Ramadhan. Tidak ada lagi rasa malu pada wanita mereka. Mereka tidak puas dengan bagian yang sedikit. Mereka tidak puas pula dengan kekayaan yang melimpah. Mereka berusaha hanya demi perutnya. Agama mereka adalah uang. Wanitanya menjadi kiblat mereka (arah penyembah). Dan rumah-rumah mereka adalah masjid-masjid mereka. Mereka menjauh dari ulama sebagaimana anak biri-biri lari menjauh dari serigala.”***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dari zaman dulu kota dipagari oleh tembok tinggi. Bertujuan untuk melindungi diri dari serangan pihak luar. Hampir semua dinasti , membangun kota dengan tembok tinggi. Dari balik tembok itulah starategi dan taktik para elite kekuasaan dibangun untuk menjadi penakluk. Dari balik tembok itulah para elite bersembunyi dari rakyatnya sambil menikmati segala kemewahan hidup. Bila mereka keluar dari istana, melewati gerbang , maka rakyat diwajibkan menundukan kepala sebagai butki penghambaan. Tapi tahukah anda ? bahwa Madinah sebagai awal  pusat kekuasaan Islam yang menguasai wilayah taklukan sampai seluruh jazirah Arab tak ada tembok tinggi yang mengelilingi kota. Tak ada istana dengan pagar tembok tinggi. Tak ada kumpulan dayang cantik jelita membelai elite negeri itu. Tak ada tahta berjenjang berlian dan intan. Tak ada. Yang ada hanyalah kumpulan manusia berkaliber Ulama. Itulah yang senantiasi hadir disekitar Rasul. Mereka para sahabat yang menjadikan hidup untuk mencari rihdo Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Budaya memagar kota dan negara dengan Tembok telah berlalu. Serangan secara phisik tak lagi dianggap modern walau kadang diperlukan dengan hanya mengirim tentara bersenjata mesin untuk membunuh secara massal.Namun kebanyakan negeri belahan dunia manapun dipagari oleh UU anti teroris. Itu lebih arif katanya. Anehnya istilah teroris hanya diperuntukan bagi ulama atau pejuang syariat Islam. Ini musuh yang paling ditakuti. Seperti ketakutan bangsa China akan serangan bangsa Tsar Tsar dari Mongolia. Seluruh insfrastruktur negara dikerahkan untuk menghalau serangan kekuatan para ulama dan mujahid ini. Melalui soft pawer, kampanye dirancang untuk menghilangkan eksistensi dan subsatansi gerakan para Ulama ini. Melalui smart power,  dihadirkan pula ulama tandingan yang doyan popularitas untuk memastikan bahwa pemerintah peduli pada umat dan tidak mengabaikan agama. Melalui hard power, tantara/polisi terlatih dipersiapkan untuk membunuh atau menangkapi para ulama dan mereka yang mendukungnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun sejak berabad abad gerakan para ulama untuk melakukan dakwah tentang AL Quran dan Hadith tak pernah surut. Ini bagaikan patah tumbuh hilang berganti. Kekuatan yang dirancang begitu hebat   bagaikan tembok besar mengelilingi negara dari pengaruh ulama, tak bisa dibendung. Tuntutan dakwah bukan hanya bagi para ulama tapi siapa saja yang mengaku beriman wajib melakukan dakwah. Seperti Abu Bakar Baasir ,  sosok ulama yang lugas, yang menyampaikan Islam apa adanya. Ketika Islam dijelaskan secara kaffah, tak jarang membuat gerah penguasa dan tembok tebal bergetar. Padahal ketegasan Ustadz Abu dalam berdakwah, tak sampai mendesak penguasa agar turun dari tahtanya. Beliau hanya berdakwah  agar syariat Islam ditegakkan di negeri ini. Bahkan rujukannya pun selalu bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah. Dalam setiap tabligh-nya, Abu Bakar Baasir selalu menyampaikan taujih dan tadzkirohnya. Dambaannya agar Indonesia diatur oleh syariat Islam dan terwujudnya &lt;i&gt;baldatun thoyibatun wa robbun ghofur&lt;/i&gt; adalah bukti kepeduliannya terhadap negeri ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun apa yang ditakuti sebetulnya terhadap Ustandz Abu ?. Bahwa Abu Bakar Baasir berusaha menghancurkan tembok besar , tembok keangkuhan penguasa , agar semua orang bisa melihat apa yang dilakukan oleh para elite dibalik tembok besar itu. Makanya yang pantas ditemboki adalah  Ustandz itu sendiri agar kalamullah tak lagi membuat orang gelisah ketika berpesta.  &lt;/span&gt;Diriwayatkan dari Abu Sa'id r.a., beliau berkata, Rasulullah ﷺ telah bersabda, ““Janganlah salah seorang mencela dirinya sendiri.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang mencela dirinya sendiri?” Beliau menjawab: “Dia melihat perkara Allah diperbincangkan, lalu dia tidak mengatakan (pembelaan) kepadanya, maka Allah ‘azza wajalla akan berkata kepadanya kelak di hari Kiamat; ‘Apa yang mencegahmu untuk mengatakan begini dan begini! ‘ lalu ia menjawab, ‘Saya takut terhadap manusia’. Maka Allah pun berfirman: ‘Aku lebih berhak untuk kamu takuti’.” &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang dilakukan ulama membela Allah tak lain tak ingin mencela dirinya sendiri. Ulama tidak pernah bicara tentang politik, Ulama hanya ingin bagaimana peradapan dapat dibangun berdasarkan prinsip prinsip AL Quran dan Sunah. Karena perjuangan politik bukanlah drama moralitas tentang yang ”luhur” dan yang ”berdosa”. Apapun itu politik hanyalah sebuah strategi, dan tiap strategi bisa keliru. Jika ada yang tak keliru, maka itulah Ulama, &lt;span&gt;&lt;/span&gt;keberanian untuk berkata ”tidak” kepada yang lalim tapi punya bedil. Di dalamnya ada keberanian untuk gugur dan gagal, hanya untuk mencari ridho Allah sebagai kemenangan sejati. Dan bagaimana dengan Abu Bakar Baasir ? Dia hanyalah berbuat dengan kemampuannya membela Allah ketika orang lain melecehkan Allah. Ia tak takut kepada manusia kecuali kepada Allah semata. Tak takut pada penjara kecuali neraka. Tak takut didakwa teroris kecuali di laknat Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ulama di pasung dibalik jeruji besi, kitalah sebetulnya yang kalah karena &lt;i&gt;menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpi&lt;/i&gt;n, yang menTuhankan harta, wanita dan tahta... Karena &lt;span class="Apple-style-span"&gt;? ” Sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan ilmu dengan mencabutnya dari semua manusia, akan tetapi dengan menghilangkan ulama, sehingga ketika tidak ada lagi seorang alim, manusia akan menjadikan &lt;i&gt;orang-orang bodoh &lt;/i&gt;sebagai pemimpin. Yang ketika ditanya, mereka akan memberi fatwa tanpa didasari ilmu sehingga fatwa akan sesat dan menyesatkan (HR Bukhari).” &lt;/span&gt;Bagaimana masa depan bangsa bila dipimpin oleh orang orang bodoh ? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-9042779039858339788?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/9042779039858339788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=9042779039858339788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9042779039858339788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9042779039858339788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/06/ulama.html' title='Ulama ..'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1ZhpY2u1oQQ/TfsJtu_0XeI/AAAAAAAABnI/79pcBmTjvUg/s72-c/habib-hussein-dan-para-ulama-di-hadromaut-yaman2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-7070929484132247472</id><published>2011-06-12T10:33:00.008+07:00</published><updated>2011-06-12T11:02:00.914+07:00</updated><title type='text'>Sistem pendidikan.</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-M9mN58BBgfg/TfQz0yONaYI/AAAAAAAABm4/AL9xEQx0Y1U/s1600/educating.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-M9mN58BBgfg/TfQz0yONaYI/AAAAAAAABm4/AL9xEQx0Y1U/s200/educating.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617171617165437314" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Waktu sekolah dulu , sejak SLP sampai SMU saya tidak pernah mendapatkan nilai diatas 5 untuk pelajaran bahasa ( inggeris dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;). Ketika ujian kelulusan SLP , guru saya memberikan nilai 6 , jadi saya bisa qualified lulus. Begitu juga ketika tamat SMU, guru saya memberi nilai 6 ,sehingga saya qualified lulus. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Saya mungkin bersyukur karena dulu sistem pendidikan terkait dengan kebudayaan dan agama . Yang tahu percis saya berbudaya dan beragama ya Guru saya. Itulah indahnya kearifan lokal pendidikan &lt;/span&gt;( Bukan standarisasi nasional).  Karena &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;syarat lulusan sekolah kala itu adalah pendidikan moral pancasila dan agama tidak boleh dibawah enam ( merah ). Untuk dua mata pelajaran itu saya termasuk bagus ( maklum karena TK dan SD saya disekolah Agama ). &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Sehingga untuk mata pelajaran lain guru dapat memberikan “kebijakan “ agar &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;saya masuk qualifikasi lulus. Walau nilai pelajaran bahsa saya buruk tapi tidak membuat saya bodoh berkomunikasi dalam bahasa inggeris dan menulis dalam bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pendidikan bukan hanya soal menghafal dan berhitung untuk mendidik orang mampu menganalisa secara kualitatif maupun kuantitatif tapi juga kemampuan mengkayakan hati secara independen lewat pemahaman tentang agama dan budaya. Dalam suatu negara yang berniat membangun peradaban, maka idiologi adalah mata pelajaran utama. Pendidikan idiologi itu berbasis kepada budaya ( untuk negara sekular ) . &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Untuk negara islam maka design pendidikan itu bertumpu kepada Al Quran dan Hadith yang bijak terhadap budaya lokal. &lt;/span&gt;Dari sistem pendidikan seperti inilah akan terbentuk karakter bangsa /umat. Menjadi masyarakat pencerah tentang cinta dan kasih sayang. Tapi jangan pula dianggap ini mengabaikan pentingnya sains untuk membangun peradaban. Sains penting tapi harus diletakan bukan segala galanya. Ia hanya pelengkap. Pelajaran termahal dapat dilihat di AS. &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;California&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dikenal sebagai pusat pendidikan terbaik dibidang Ekonomi dan Tekhnology ternyata bangkrut karena tidak mampu bayar gaji PNS. Kebangkrutan itu disebabkan oleh sains yang dominan dan sains pula yang menghancurkan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Strategi pendidikan Nasional Indonesia setelah reformasi mengikuti design dari  Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD). &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Ini lembaga international yang dikenal sebagai penyokong utama program globalisasi dan kapitalisme dibawah bendera demokratisasi. OECD sebagi penggagas cetak biru pendidikan dinegara berkembang, memaksakan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;prinsip soal kapitalisme pendidikan. Bukan hanya soal biaya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;pendidikan yang harus dikurangi dari APBN (negara ) &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tapi juga paradigma sistem pendidikan yang harus dikeluarkan dari kebudayaan. &lt;/span&gt;Maka ketika reformasi tidak ada lagi Departement Pendidikan dan Kebudayaan, diganti dengan Kementrian Pendidikan. Ya, pendidikan kita sudah masuk SOP kapitalism yang semuanya ditentukan oleh rating. Kampus/Sekolah di Rating, Siswa/Mahasiswa di Rating , sebagai acuan masuk ke bursa kerja. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Tidak ada lagi egaliter pendidikan. TIdak ada lagi membumikan kebudayaan dan agama dalam pendidikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Apa yang terjadi ? demi rating, semua orang menghalalkan segala cara untuk mencapai terbaik. Termasuk mencontek agar lulus dengan cara culas untuk qualifed masuk bursa kerja dan poles image agar qualified masuk bursa Kampus bergengsi. Soal kualitas hanya sebatas procedural belaka. Substansi pendidikan untuk perbaikan etika dan moral terdulasi sedemikian rupa akibat sistem kompetisi yang dibangun. Maka generasi yang dibangun adalah generasi yang miskin empati. Individualis terbentuk seiring lahirnya budaya hedonisme. Semua sibuk dalam kegegemaran memoles diri menjadi masyarakat cepat saji.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Seperti Mi Instant , rasa soto tapi bukan soto. Rasa ayam tapi bukan ayam. Sarjana tapi bukan sarjana. Anggota dewan tapi bukan anggota dewan. Presiden tapi bukan presiden. Guru tapi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bukan guru. Tentara tapi bukan tentara. Pengusaha tapi bukan pengusaha. Substansi terhalau, yang ada hanyalah topeng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ya...setidaknya saya bersyukur tidak dididik diera sekarang. Andai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; mengikuti sistem sekarang, mungkin saya tidak pernah bisa tamat SMU , apalagi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kuliah. &lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sudah saatnya paradigma pendidikan dikembalikan kepada akar budaya bangsa dan kearifan lokal dengan menempatkan agama sebagai dasar membangun peradaban bangsa. Hanya dengan cara itulah kita bisa memperbaiki situasi yang sudah terlanjur jadi benang kusut , sekusut kita dalam berdiskusi menemukan solusi bagi masa depan bangsa kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-7070929484132247472?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/7070929484132247472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=7070929484132247472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7070929484132247472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7070929484132247472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/06/sistem-pendidikan.html' title='Sistem pendidikan.'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-M9mN58BBgfg/TfQz0yONaYI/AAAAAAAABm4/AL9xEQx0Y1U/s72-c/educating.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5797146220512939658</id><published>2011-06-09T07:52:00.003+07:00</published><updated>2011-11-20T11:26:03.375+07:00</updated><title type='text'>Riba</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-RbHf09s6o_c/TfAZp16I3lI/AAAAAAAABmQ/ST9X7fnRqqI/s1600/Riba.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RbHf09s6o_c/TfAZp16I3lI/AAAAAAAABmQ/ST9X7fnRqqI/s200/Riba.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616016941967269458" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Kalau anda bekerja sebagai karyawan itu pasti karena kebutuhan akan pemenuhan biaya hidup,  yang terus berkembang yang tidak hanya kebutuhan tapi kepuasaan. Dari itulah industri terbangun, dunia perdagangan terbentuk, sektor jasa tersedia. Semua itu tidak ada yang gratis, Anda harus bekerja keras untuk membayarnya dan keuntungan bayar membayar ini bergulir kepada negara dalam bentuk pajak untuk memenuhi kebutuhan lain agar anda bisa hidup nyaman dengan terpenuhinya kebutuhan yang tak bisa anda adakan sendiri. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Anda mendapatkan gaji dari kerja keras anda dan kemudian berawal dari pendapatan anda itulah sistem dibangun untuk memberikan jaminan bagi masa tua anda ketika pensiun dan tak lupa memberikan jaminan bagi kebutuhan perumahan serta kesehatan. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Keliatannya sekilas sistem seperti ini begitu idealnya. Dimana kebutuhan umum maupun kebutuhan pribadi terbentuk by design dalam komunitas modern. Benarkah ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Jaminan penghasilan , kesehatan dan perumahan, tidak datang dari langit. Ini datang dari hasil memeras kerja keras anda. Hasil design yang membodohi anda dengan diawali oleh ancaman rasa takut. Takut akan masa tua yang tidak aman, maka anda rela menyerahkan sebagian pendapatan anda untuk disisihkan bagi dana pensiun ( pensiun fund ) . Takut dari ancama penyakit, kecelakaan , bencana, anda harus rela menyerahkan sebagian pendapatan anda untuk asuransi (Insurance ). Takut tidak punya rumah untuk bernaung, anda harus bersedia menabung di bank agar qualified mendapatkan home loan. Tanpa anda sadari hasil kerja keras anda dikelola oleh segelintir orang didunia perbankan dan Sekuritas / Asset Management. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Karena dana pensiun , asuransi akan parkir didunia perbankan dalam bentuk Deposito dan juga di sekurities company dalam bentuk penguasaan saham dibursa. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Dana Pensiun mendulang laba dari bunga bank dan capital gain dan dividen penyertaan saham dibursa. Mereka menyebut ini sebagai prestasi mengembangkan dana agar tidak terdulasi oleh inflasi. Perusahaan asuransi mendulang laba dari dana premi lewat deposito bank dan juga penyertaan saham lewat bursa. Keuntungan mereka tidak untuk anda sepenuhnya. Karena mereka hanya punya kewajiban membayar berupa uang yang anda tanamkan lewat pemotongan gaji&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;anda dan sedikit berbagi berapa yang mereka peroleh dari pengelolaan uang anda itu. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Lebih hebatnya lagi, dana anda itu dianggap dana pribadi mereka. Dana itu diputar dalam berbagai kegiatan untuk membuat mereka semakin kaya dan kaya. Kenapa mereka bisa seperti itu ? karena sistem negara membenarkan. Ada sederet UU dan Peraturan yang membuat mereka semakin eksis dalam gurita sistem kekuasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Dari sistem tersebut diatas , maka sebetulnya ada konspirasi hebat antara pemerintah dengan corporate financial untuk mengalirkan darah bagi enterpreneur mendulang kekayaan lewat produksi dan jasa. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Mereka , adalah segelintir orang cerdas dan hidup diatas puncak piramida masyarakat. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Data Credit Suisse tahun 2010 menyebutkan jumlah mereka di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; hanya 60,000 orang. Hidup mereka sangat nyaman dan nikmat.Mereka bergelimang dengan status terhormat, kantor mentereng, pakaian bermerek, kendaraan bermerek, deposito /tabungan tak terbilang, singkatnya mereka adalah kelompok hedonisme yang miskin spiritual sosialnya. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Mengapa ? karena secara sistem mereka berada jauh sekali dari kita semua. Pendapatan mereka ratusan kali dari pendapatan orang kebanyakan. Andaikan mereka mengalami kegagalan akibat lembaga perbankan salah urus, atau perusahaan sekuritas kalah ”bermain ” dibursa, tidak usah kawatir. Negara akan mem bail out nya dari uang pajak yang anda bayar dan ini secara tidak langsung memenggal nilai uang anda sendiri (efek inflasi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jadi, jangan terkejut bila kita yang mayoritas hidup bagaikan tikus terjepit dalam perangkap. Seperti orang gila yang terisolisi dijeruji besi. Sadar atau tidak , kita yang tidak berdaya menerima sistem ini terbangun, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;sebetulnya telah memberikan peran besar terbangunnya sistem RIBA. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Padahal sebagaimana kita tahu dalam Islam bahwa RIBA adalah termasuk 10 dosa besar. Dosa yang bersanding dengan dosa besar lainnya seperti perbuatan Syirik, membunuh, melawan orang tua, Menfitnah wanita baik baik berbuat zina, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran, berputus asa dari rahmat Allah, merasa aman dari ancaman Allah , &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;berbuat zina. Ya, saya ingat kata orang bijak, membiarkan kesalahan lebih jahat dibandingkan pelaku kejahatan itu sendiri. Itulah sebabnya ,saya ogah jadi pekerja, ogah punya deposito.ogah berhutang berbunga. Ogah punya asuransi. Mungkin saya tak berdaya merubah keadaan tapi setidaknya saya bisa keluar dari sistem itu dan bertawakal kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5797146220512939658?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5797146220512939658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5797146220512939658' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5797146220512939658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5797146220512939658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/06/riba.html' title='Riba'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RbHf09s6o_c/TfAZp16I3lI/AAAAAAAABmQ/ST9X7fnRqqI/s72-c/Riba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5969379771167914002</id><published>2011-06-02T02:06:00.020+07:00</published><updated>2011-06-02T13:58:43.674+07:00</updated><title type='text'>Demokrasi ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ajEKQ6CTsKQ/TeaOm2dY_3I/AAAAAAAABlU/ld6EFZeBE5Y/s1600/emokrasi.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ajEKQ6CTsKQ/TeaOm2dY_3I/AAAAAAAABlU/ld6EFZeBE5Y/s200/emokrasi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613330783668862834" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Pancasila adalah fakta sejarah dan sekaligus sebagai dasar hukum tertinggi terbentuknya NKRI. Yang harus dipahami bahwa NKRI exist setelah adanya Proklamasi Kemerdekaan. Namun Bangsa Indonesia sudah ada sebelum NKRI itu terbentuk (Jadi beda dengan AS yang bangsanya barus exist setelah declarasi kemerdekaan AS). Bangsa Indonesia itu terdiri dari berbagai kerajaan ( didominasi kerajaan Islam ) yang nota bene diakui legitimasinya oleh negara didunia namun terjajah oleh system kolonialisme. Proklamasi hanya mengumumkan KEMERDEKAAN bangsa Indonesia dalam bentuk negara kesatuan. Makanya tidak dibutuhkan demokrasi atau PEMILU untuk melegitimasi negara.. Tapi atas dasar musyawarah dan mufakat dari sekelompok orang yang hikam / berilmu dan beretika tinggi ( hikmat bijaksana) sebagai wakil rakyat Indonesia. Siapakah sekelompok hikam itu ? budaya Indonesia jauh lebih hebat memilih para hikam itu karena strata masyarakat Indonesia disemua level mempunyai tokoh untuk terpilih. Mereka hadir lewat seleksi alamiah sebagai proses budaya dan agama. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Fakta sejarah pula bahwa Pancasila itu di create awalnya oleh tokoh Intetektual Islam dan Ulama yang berkeja keras membentuk Dasar Negara dan UUD , yang dikenal dengan Piagam Jakarta. Perubahan sila pertama menghilangkan kalimat syariat islam bagi pemeluknya tidak menghilangkan ruh Pancasila sebagai puncak itjihad ulama untuk membangun peradaban yang dirahmati Allah. Karena pada sila keempat tertuang ruh Islam yang menempatkan musyawarah dan mufakat (Q.S. Asy Syurâ [42]:38). Ini tidak ditentang oleh golongan agama lain. Tidak ditentang oleh semua suku. Tidak berbeda pendapat dengan semua tokoh pendiri negara ketika itu. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Dalam aspek tatanan hukum pada umumnya dan Hukum Tata Negara Indonesia pada khususnya, Pancasila merupakan Sumber Hukum Materiel Tertinggi, yang mengharuskan keseluruhan isi norma hukum positif mengacu kepadanya. Bilamana suatu norma hukum positif ternyata bertentangan dengan Pancasila, maka norma hukum tersebut tidak memiliki daya keberlakuannya sehingga harus dinyatakan sebagai tidak berlaku. Yang jadi masalah dalam sejarah kita, UUD 45 sebagai batang tubuh tidak ada korelasi dengan Pancasila ( pembukaan UUD 45 ). Pembukaan UUD 1945 ( Pancasila ) dikatakan berpihak kepada musyawarah , sedangkan Batangtubuh berpihak kepada voting (pemungutan suara) sebagai mekanisme pengambilan keputusan, padahal keduanya mengandung makna yang bertolak belakang. Masklum saja ahli hukum tatanegara Prof DR. Soepomo sebagai team perancang UUD 45 bukan Ahli agama yang tidak memahami makna tersirat dari Pancasila. Disamping itu tokoh Islam masiih membutuhkan waktu untuk membuat UUD 45 sementara proklamis kemerdekaan mendesak dilaksanakan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Itu sebabnya ketika Indonesia di proklamirkan, UUD 45 belum bisa dijadikan dasar negara dan semua pendiri negara sepakat akan memperbaikinya. Artinya UUD 45 belum dikatakan sempurna sesuai dengan Pancasila. Namun belum sempat diperbaiki, empat bulan setelah Indonesia di proklamirkan , pada 14 Nopember 1945 Indonesia memberlakukan system Perlementer dalam bentuk UUD RIS. Bahwa Indonesia negara kesatuan bukan negara Serikat. Ini jelas bertentangan dengan Pancasila. UUD RIS ini dibatalkan oleh Kabinet M Natsir. Kemudian tahun 1950 dibuat UUD (Sementara) yang semakin membuat kacau Undang Undang Dasar Indonesia , yang tanpa berlandaskan kepada Pancasila. Karena pemimpin dipilih lewat sistem pemilu ( demokrasi ) dengan suara terbanyak yang menjadi pemenang. Terbukti ketika Pemilu 1955, tidak satupun elite politik terpilih yang berhasil membuat UUD sesuai dengan Pancasila. Hingga akhirnya Konstituante sebagai team pembuat UUD di bubarkan oleh Soekarno. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Tahun 1955, Soekarno mengeluarkan dekrit kembali kepada UUD 45 namun sebagaimana kita ketahui bahwa UUD 45 tidak bisa dikatakan syah karena tidak sesuai dengan Pancasila. Namun Soekarno memaksakan diri untuk membuat MPR ( sementara ) sebagai infrastruktur Pancasila untuk menghasilkan lembaga musyawarah dan mufakat namun justru Soekarno menggunakan MPR ( sementara ) untuk melegitimasinya sebagai President seumur hidup. Ini lagi lagi, bertentangan dengan Pancasila yang mengutamakan azas musyawarah dan mufakat. Soeharto lewat MPRS yang direkayasa untuk musyawarah dan mufakat, berhasil menjatuhkan Soekarno sebagai President. Namun tetap menggunakan UUD 45 sebagai landasan kelak dia terpilih melalui keunggulan Golkar dalam PEMILU. Ketika Soeharto jatuh digantikan oleh Habibie, masih menggunakan UUD 45. Malah semakin jauh dari Pancasila dengan terjadinya peroses amandemen UUD 45 menjadi demokrasi lansung.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Ketika Gus Dur naik sebagai Presiden ( lewat voting ) jelas tidak sesuai dengan Pancasila. Begitupula dengan dijatuhkannya Gus Dur dan  terpilihnya Megawati sebagai presiden ,  UUD 45 masuk dalam proses  amandemen secara prinsipil yang semakin jauh dari Pancasila, semakin jauh dari azas musyawarah mufakat. Ketika SBY terpilih sebagai President lewat Pemilu Langsung maka terbentuklah wajah Indonesia yang benar benar keluar dari Pancasila, dimana MPR sebagai lembaga perwakilan untuk musyawarah dan mufakat mememilh pemimpin nasional  di hapus. Makanya janga kaget sejak proklamasi kemerdekaan, azas musyawarah dan mufakat tidak pernah digunakan. Kedaulatan kerakyatan berdasarkan perwakilan ( MPR- Ahlusy-syûrâ) untuk musyawarah dan mufakat tidak pernah terbentuk sampai hari ini. Lembaga ( MPR ) sebagai azas musyawarah mufakat tidak akan terbentuk selama sistem demokrasi ( Voting ) dipakai apalagi pemilu langsung. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; "&gt;Kalau Pancasila masih diakui maka bagaimana status hukum UUD yang kita jadikan dasar menempatkan orang jadi pemimpin ? Jadi siapakah sebetulnya pengkhianat nilai nilai proklamasi Kemerdekaan Indonesia ? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-5969379771167914002?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/5969379771167914002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=5969379771167914002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5969379771167914002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/5969379771167914002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/06/demokrasi.html' title='Demokrasi ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ajEKQ6CTsKQ/TeaOm2dY_3I/AAAAAAAABlU/ld6EFZeBE5Y/s72-c/emokrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-185284435766624590</id><published>2011-05-29T00:47:00.015+07:00</published><updated>2011-06-09T18:31:22.770+07:00</updated><title type='text'>Arafah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lQNaaJDKEFY/TeE13WEMbCI/AAAAAAAABk8/S7kI9MXdTaQ/s1600/arafah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lQNaaJDKEFY/TeE13WEMbCI/AAAAAAAABk8/S7kI9MXdTaQ/s200/arafah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611825835612597282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada waktu dipesawat saya pernah bertemu dengan orang Yahudi. Dia bilang begini. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebuah negara yang tak punya territory khusus namun dia terbentang dilima benua.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Mereka berbeda dalam rupa maupun pendapat. Mereka berbeda dalam banyak hal menyangkut sosekbudpol. Dari perbedaan itu mereka tertip walau tidak ada pemimpin tunggal seperti katholik dengan &lt;st1:place st="on"&gt;Vatican&lt;/st1:place&gt; nya. Tidak ada menteri maupun parlemen dalam negara itu. Tidak ada panglima tunggal. Tidak ada APBN tunggal. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Diantara komunitas dil&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;ima benua itu terstruktur satu bangunan yang sangat kokoh. Mereka melangkah kearah yang sama. Setiap tahun populasinya terus bertambah dan bertambah. Mereka &lt;i&gt;hidden power&lt;/i&gt; yang membuat resah siapa saja yang berbeda dengan mereka namun tak ada alasan akal sehat untuk membenci mereka. Bagaimanapun bila terjadi pertikaian karena perbedaan paham diantara mereka namun mereka cepat sekali bersatu ketika ada yang membelokan arah mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Yahudi sudah lama membangun negara seperti itu, katanya.. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, berbagai bidang strategis harus kami kuasai dan tidak memberikan peluang kepada selain kami. Kami menguasai dunia informasi karena dibutuhkan satu global system untuk alat propaganda jangka panjang dan massive. Kami menguasai seluruh lembaga keuangan dunia, karena dengan menguasai perekonomian global, roda kehidupan suatu bangsa lebih mudah kami kontrol, dan sekaligus membuka jalan menuju cita-cita &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;kembali ke tanah yang dijanjikan. Tujuan kami hanyalah mendirikan satu pemerintahan yang secara tersembunyi mampu mengatur dunia baru. Kami &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tidak perlu menguasai jabatan negara secara formal, tetapi mampu menempatkan orang kami dalam jajaran pengambil keputusan agar melaksanakan rencana-rencana kami. Di suatu negara, presidennya dapat siapa saja , tetapi jiwa pemerintahan, struktur budaya, serta perekonomiannya harus tunduk dan diperbudak oleh sistem kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Berjalannya waktu , lanjutnya, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;kami memang berhasil. Tapi hanya berhasil menguasai pemimpin dan elite negara dikawasan itu. Untuk membelokan arah komunitas, sampai kini kami tidak berhasil. Bahkan kalau bisa dikatakan kami tidak menghasilkan apapun. Padahal kami menggunakan segala kepintaran dan kekuatan dana maupun militer untuk mencapai seperti itu. Program globalisasi, liberalisasi, demokratisasi dan lain sebagainya sengaja kami plesetkan agar merusak arah dari negara itu. Tapi tidak pernah berhasil membelokan arah mereka. Bahkan, lanjutnya,  globalisasi dimaknai negara itu sebagai program internationalisasi mereka menguasai lima benua, liberalisasi dimaknai mereka sebagai kebebasan terstruktur mencapai tujuan secara efektif. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Demokratisasi dimaknai mereka sebagai wahana kebersamaan mencapai tujuan bersama. Setiap upaya kami untuk memecah mereka justru membuat mereka semakin bersatu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Saya tanya mengapa anda kawatir dengan negara seperti itu. Dia jawab , bagaimana tidak kawatir.? Negara itu telah memotong setiap langkah kami. Telah membuat kerja keras kami sia sia. Kamilah yang seharusnya menguasai dunia dan menjadi pemimpin dunia, bukan negara itu. Katanya geram. Bukankah anda terkenal sebagai bangsa yang cerdas.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan, dana, media massa. Tentu tidak sulit bagi anda untuk mengalahkannya. Demikian kata saya. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Bagaimana kami mau hadapi mereka. ? Katanya bingung. Mau head to head ? ya tidak bisa. Kalau ada &lt;i&gt;pemimpin&lt;/i&gt; , ya kita bisa bunuh &lt;i&gt;pemimpinnya&lt;/i&gt;. Tapi ini &lt;i&gt;tidak ada pemimpinnya&lt;/i&gt;. Kalau ada tentara ,kami bisa hadapi dengan tentara, tapi ini tentara engga ada. Kalau ada elite pengendali kekuatan politik , tentu akan mudah kami pengaruhi. Tapi ini tidak ada. &lt;i&gt;Ini virtual state&lt;/i&gt; ! katanya dengan putus asa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Yang jadi pertanyaan &lt;span&gt;&lt;/span&gt;siapakah yang mempersatukan arah mereka ? tidak ada satupun tesis pengetahuan modern bisa menjelaskan bagaimana mereka bisa bersatu kesatu arah ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Yahudi itu terdiam agak lama. Mungkin dia tak minat lagi bicara dengan saya. Tapi masih ada satu pertanyaan mengganjal dalam diri saya. Negara apakah itu. ? Apakah benar ada virtual state yang dimaksud dia ? Ketika saya tanyakan itu, dia menoleh kearah saya dengan wajah murung. "&lt;/span&gt;Itulah NEGARA ISLAM ". Setiap tahun mereka berkumpul di Arafah sebagai repliksi eksistensi mereka di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; benua, yang walau berbeda beda tetap satu tujuan, jawabnya. Saya tersenyum. Dia bingung sambil bertanya ” Are you Muslim ”. Tanpa menjawab namun dalam hati saya berkata “ Bagaimana anda mau lawan, wong &lt;i&gt;Pemimpinnya&lt;/i&gt; ALLAH. Apakah ada kekuatan didunia ini yang bisa menandingi ALLAH. ? &lt;/span&gt;Inilah Mujizat Al Quran yang membuat umat Islam bersatu walau berbeda suku, ras, budaya, mazhap, bangsa :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Al-Quran&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Al-Hujurat (49): 13 “ &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;     &lt;/span&gt;menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Karena perbedaan itu tak seharusnya saling menjelekan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;karena Allah telah mengingatkan dalam Firmannya “Janganlah satu qaum (kumpulan lelaki) mengejek qaum (kumpulan lelaki) yang lain. Jangan pula (kumpulan perempuan) mengejek (kumpulan) perempuan yang lain, karena boleh jadi mereka (yang diejek) lebih baik daripada mereka (yang mengejek) (QS Al-Hujurat [49]:11). Karena Allah berfirman &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;"Sesungguhnya umatmu&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;umat&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;yang satu" (QS Al-Anbiya' [2l]: 92, dan Al-Mu'minun [23]: 52). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Kehebatan Peradaban islam akan terjelma melalui fastabiqul khairah  ( Al Baqarah : 148 dan Al Maidah 48) melalui akhlakul karimah ( Al A'raaf 199). Ya, masing masing suku , ras, bangsa , individu dipersilahkan Allah untuk berkompetisi  dan yang paling baik adalah yang paling takwa. Hanya melalui perbedaanlah,  kompetisi terbentuk dan pemenang akan muncul. Ini sunattullah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-185284435766624590?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/185284435766624590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=185284435766624590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/185284435766624590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/185284435766624590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/05/arafah.html' title='Arafah'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lQNaaJDKEFY/TeE13WEMbCI/AAAAAAAABk8/S7kI9MXdTaQ/s72-c/arafah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-7371037191776989480</id><published>2011-05-22T02:44:00.005+07:00</published><updated>2011-05-22T10:53:02.601+07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-o4nEqvGgeT8/TdgW2aB5aMI/AAAAAAAABkA/KJ2A40IbOPA/s1600/politik.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-o4nEqvGgeT8/TdgW2aB5aMI/AAAAAAAABkA/KJ2A40IbOPA/s200/politik.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609258459845978306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dalam salah satu dialogh, Almarhum Saban Sirait pernah berkata “ Kita ( politisi ) adalah pemain. Pemain dimedan persepsi, bahwa politik itu soal kekuasaan. Pada setiap kekuasaan pasti ada kepentingan. “. Saya pernah mendengar salah satu anggota Dewan yang kebetulan Partainya menjadi pemenang pemilu. Dia berkata ” Republik ini sekarang kita yang punya. We win we take all ”.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Apakah mereka berpikir bahwa politik adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan dunia akhirat? &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Apakah mereka sadar bahwa jabatan politik adalah jabatan yang duduk diatas bara api ? Kalau dari sikap dan gaya mereka mendapatkan kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan, maka tahulah kita bahwa semua harapan ideal kekuasaan itu hanyalah omong kosong. Politik adalah bisnis. Pada setiap business ada uang dan kerakusan. Ada transaksional diantara elite politik. Ada bisik bisik dalam canda dan tawa dibalut aroma maksiat untuk berbagi diantara mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Lantas masih adakah nasionalisme ? Di era multi partai dan dunia politik yang pragmatis , idiologi sudah masuk keranjang sampah. &lt;/span&gt;Nasionalism sudah basi untuk dibicarakan. Apalagi dikemukakan dalam derap kebijakan negara. Politik adalah wahana bisnis yang tentu &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dikelola secara bisnis pula. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemain adalah orang yang cerdas membaca peluang &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dan sangat paham bersikap layaknya businessman yang tak sepi dari seni berkompetisi. &lt;span lang="ES" style="mso-ansi-language: ES"&gt;Diwahana ini Negara tergantung kepada capital dan capital tergantung pada pasar. Ini jalinan yang tak bisa dipisahkan. Sebuah realita dimana kapitalisme mendikte semua kehidupan dari sejak bangun tidur sampai terlelap tidur. Negara adalah MNC yang bekerja berdasarkan profit oriented. Jangan tanya soal charitiy atau berbagi sesuai amanat UUD 45 pasal 33. Jangan tanya Palsafah negara soal Ketuhanan yang Maha Esa yang mengharamkan money didalam politik kesatuan dan persatuan. Jangan tanya kalau tidak ingin kecewa.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="ES" style="mso-ansi-language: ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Di etalase  &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;&lt;/span&gt;itu bendera partai &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;diletakkan dengan jarak tertentu. &lt;/span&gt;Kalau bukan jarak fisik, ia jarak dari keseharian kita. Mereka tampak mengimbau karena mereka, seperti satu adegan film Avatar, bukan bagian dari malam dan siang kita yang lazim. Marx pernah berbicara tentang ”festishisme komoditas”: ketika komoditas jadi jimat, benda yang dianggap punya kesaktian, atau, dalam bahasa Portugis, feitiço. Di depan etalase &lt;i&gt;Emiglio Zegna&lt;/i&gt;, yang memajang kemeja dan pantalon yang necis, kita tak tahu siapa Emiglio Zegna. Kita tak peduli apakah itu nama sang desainer atau nama seorang aktor yang dipinjam untuk jadi merek. Kita mungkin kagum kepada desainnya, tapi tak peduli siapa yang merancang. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Kita bahkan tak merasa perlu tahu siapa yang punya toko. Di pikiran kita hanya sederet pantalon, sederet jas, sederet hem. Apa yang dikatakan Marx tepat di sini: benda-benda itu kini menampilkan ”sifat metafisik yang halus” dan ”kesantunan theologis”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Ya, suka tidak suka, biang persoalan ada pada sistem. Ini dunia kapitalis. Politik Kapitalisme, dengan kemampuannya merayakan apa yang visual, mencoba menebus sesuatu yang hilang. Ia &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;lahir bersama penaklukan dunia dan kehidupan, yang menghabisi pesona akhlak mulia, dan aura sang Kiyai yang dulu dirasakan hadir—gejala yang terkenal dalam sebutan Max Weber sebagai Entzauberung der Welt. Sejak awal abad ke-19, ketika benda-benda dipajang di toko-toko besar, sebuah sistem bernama demokrasi menempatkan orang ramai sebagai konsumen yang dibuat takjub. Dengan teknik pemasaran yang piawai, sebetulnya menghidupkan ilusi walau prosesnya berangkat dari perhitungan rasional. Akal sehat dikalahkan oleh hasrat.  Ilusi  itu bekerja karena bergolaknya hasrat. Ada yang akan menyebutnya ”nafsu”: bagian dari bawah-sadar yang hanya kita temui di saat yang tak bisa direncanakan, yang tentang sumbernya kita cuma bisa bilang, ”Entah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Era kini kita datang ke bilik suara Pemilu tak ubahnya pergi ke Mall. Kita datang ke bilik suara milihat gambar. Kita hanya melihat poster terpampang, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;ada deretan wajah tersenyum berjas Army. Ada sebagian kita kenal , wajah yang acap &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;muncul di TV dalam Sinetron. Sebagian kita tidak kenal dengan pasti. Kita memilih pergi ke sana dan tertarik karena kita hidup di antara fantasi, mimpi, hasrat, yang sudah mengisi diri kita, bertaut dengan hal-hal yang telah membentuk impian sosial. Antara aku dan calon pemimpin &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dalam etalase politik itu ada satu proses perantaraan, terutama oleh media—majalah Dewi, Esquire, Kosmopolitan, Pentas Dangdut, iklan kecap KS, dan entah apa lagi—yang membentuk pelbagai markah: merek, gaya, potongan bentuk, bahkan mall itu seluruhnya menandai ”kecantikan” atau ”kegantengan” atau ”kepatutan”. Semuanya menggoda Seperti lirik KD ” Pilih lah aku” dan kemudian kamu harus ikhlas dikibuli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Namun kita tahu dan sadar bahwa &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;pesona visual dari kapitalisme-lewat-etalase itu punya dua sifat. Yang pertama, ia tak punya kedalaman atau tidak membumi. Ia datar seperti etalase, tanpa misteri. Yang kedua, ia dibebani kesementaraan yang dibungkus oleh hasrat disebut ”hasrat” karena ia tak terpuaskan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-7371037191776989480?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/7371037191776989480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=7371037191776989480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7371037191776989480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7371037191776989480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/05/nasionalisme.html' title='Nasionalisme ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-o4nEqvGgeT8/TdgW2aB5aMI/AAAAAAAABkA/KJ2A40IbOPA/s72-c/politik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-8819357120928527320</id><published>2011-05-20T08:59:00.002+07:00</published><updated>2011-05-20T09:01:03.150+07:00</updated><title type='text'>Kebersamaan...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HtKUExCmANs/TdXLVpoR8HI/AAAAAAAABjw/i6Tvl7NkaVk/s1600/kebersamaan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HtKUExCmANs/TdXLVpoR8HI/AAAAAAAABjw/i6Tvl7NkaVk/s200/kebersamaan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608612483772313714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hari ini , saya menikmati kehidupan dalam komunitas saya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Keluar rumah , saya berjalan kaki ke pangkalan Ojek. Baru melihat saya nongol ditikungan jalan, tukang Oject yang lagi mangkal langsung semua berdiri dan selalu diiringi dengan senyuman. Biasanya mereka adu cepat menawarkan diri dalam suasana berkompetisi. Namun kali ini , mereka serentak menawarkan ojek salah satu temannya. ” Pak Haji, naik ojek dia aja ” kata mereka serentak. Saya tidak tahu mengapa begitu. Dengan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bismillah, saya ikut saja. Dalam perjalanan, tukang ojek itu cerita tentang uang sekolah anaknya belum bayar. Dalam hati saya tersenyum. Tahulah saya mengapa teman temannya minta agar saya naik ojek dia. Setelah turun dari ojek, saya membayar ongkos oject dan tip untuk uang sekolah anaknya. Tahap awal perjalanan, saya menyaksikan kebersamaan dari komunitas terkecil dilingkungan terdekat saya. Mereka tahu temannya punya masalah dan mereka peduli dengan temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Dari pinggir jalan raya, saya naik angkot. Seperti biasanya, supir angkot tidak akan pergi sebelum penumpang penuh. Siang itu udara cukup panas. Tapi tidak ada satupun penumpang angkot yang mengeluh dengan ulah supir angkot yang tak beranjak pergi sebelum penuh. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Setelah cukup lama menanti, akhirnya supir angkot menyerah untuk terus berangkat walau penumpang belum penuh. Dalam perjalanan menuju terminal, matanya dengan awas melirik disetiap mulut gang. Berharap ada penumpang yang melambaikan tangan minta ditunggu. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Feeling nya cukup kuat, bila dia yakin ada calon penumpang akan keluar dari gang, dia akan menunggu dengan sabar. Kembali kami para penumpangpun harus ikhlas menunggu dalam kepanasan.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada gerutu atau kesal. Apa yang saya rasakan bahwa komunitas ”bawah” terlatih sabar dengan sarana ala kadarnya. Pemberi jasa maupun penerima jasa , sadar sesadarnya untuk saling memaklumi. Memang aturan tertip dijalan dilanggar, namun Polisi hanya melihat tanpa berbuat sesuatu untuk menegur. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Hukum boleh berkata tapi realita menghapus hukum itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Setelah turun dari Bus Way di terminal Pasar Baru, saya berjalan kaki ke Mesjid Istiqlah untuk sholat Lohor. Dekat &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;lapangan banteng, langkah saya terhenti melihat disamping halte dua &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;orang anak manusia sedang makan siang. Satu bungkus nasi dimakan berdua. Mereka tidak memperdulikan hilir mudik orang berjalan. Siang ini mereka menikmati makan siang dari rezeki yang mereka terima. Saya melihat dari kejauhan ada temannya menghampiri mereka yang langsung ditawari makan. Nasi bungkus itu yang hanya berisi tempe dan tahu, dibagi untuk tiga orang. Maka pesta makan siang berlangsung &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dengan keringat mengalir dikening mereka. Mereka makan dengan lahapnya. Saya tahu bahwa mereka adalah kelompok urban yang hidup melata di Jakarta dengan tanpa penghasilan tanpa hope. Tapi mereka tetap bertahan, karena...kebersamaan. Saling berbagi dengan iklas. Sedikit didapat ,sedikit itulah dibagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Seusai sholat lohor, saya makan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;siang di warteg dekat Mesjid Istiqlal. Selama saya makan saya melihat orang sehabis makan hanya &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dicatat oleh tukang warteg tanpa membayar sama sekali. Ketika saya tanya, petugas warteg itu mengatakan itu catatan bon ( hutang makan ) yang akan dibayar kelak. Tentu setelah yang berhutang punya uang ( entah dari mana karena tidak punya sumber panghasilan tetap ) . Saya tertegun. Sebuah jalinan kebersamaan yang luar bisa dan hampir tidak ditemui dalam dunia kapitalis. Komunitas yang akrab lahir batin. Pedagang warteg itu telah bertindak sebagai undertaker dan juga provider sosial &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tanpa ada insetif permerintah, tanpa UU dan Peraturan. Walau setiap hari ada petugas kota memungut retribusi namun dia sadar hanya masalah waktu tempatnya akan digusur oleh PEMDA demi ketertiban kota dan tentu hutang pelanggan akan sulit ditagih. Dia mengambil resiko demi komunitasnya terdekatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Saya membaca koran di tangga Mesjid Istiqlal. Ada artikel menarik tentang seseorang yang mantan pedagang kaki lima, mengorganisir pedagang kaki lima untuk membangun Mall Modern. Tidak ada bantuan pemerintah, tidak ada bantuan perbankan, tidak ada bantuand developer komersial. Mall terbangun berkat kebersamaan pedagang kaki lima. Maka jadilan Mall modern pertama di Indonesia yang dibangun oleh komunitas pedagang kaki lima. Mal terbangun untuk menampung komunitas PKL dan otomatis mereka terangkat dari status informal menjadi formal. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Saya termenung., hari ini, saya melihat dan merasakan, mengetahui dengan pasti sebuah realita tentang negeri yang saya cintai. Kalau Rakyat china dan Jepang, hebat dalam kebersamaan, maka Rakyat Indonesia lebih hebat. Kalau rakyat AS dan Eropa hebat soal kreatifitas , rakyat Indonesia lebih kreatif dan gigih dalam besyariat. Mengapa ? Rakyat negara lain &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;hebat karena system politk dan elitenya qualified. Tapi Indonesia elite politiknya brengsek namun rakyatnya tetap mampu mandiri. .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jadi, andaikan Indonesia memiliki elite politik yang qualified lahir batin untuk kepentingan rakyat, saya yakin Indonesia adalah negara hebat terhebat didunia. Tidak usah ada program kemandirian karena rakyat memang sudah mandiri. Yang diperlukan kini adalah pemerintah yang mandiri dari segala pengaruh kekuatan asing. Engga percaya ? silahkan para &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;angota Dewan , President, Menteri, Gubernur, Bupati, turun langsung ditengah tengah masyarakat bawah yang merupakan mayoritas populasi negeri ini. Saya yakin kesimpulannya akan sama dengan saya. Jadi tidak perlulah studi banding ke luar negeri.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Membangun itu melihat kedalam bukan keluar dan tentu dengan niat baik , yaitu amanah kerena mencari ridho Allah.. Ya kan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-8819357120928527320?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/8819357120928527320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=8819357120928527320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8819357120928527320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8819357120928527320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/05/kebersamaan.html' title='Kebersamaan...'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HtKUExCmANs/TdXLVpoR8HI/AAAAAAAABjw/i6Tvl7NkaVk/s72-c/kebersamaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-8861754339934509650</id><published>2011-05-12T21:38:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:38:03.628+07:00</updated><title type='text'>Mind corruption</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-IAzUFpyA6_I/TcvxVFmxznI/AAAAAAAABi4/lu7sMggaXGU/s1600/corruption.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-IAzUFpyA6_I/TcvxVFmxznI/AAAAAAAABi4/lu7sMggaXGU/s200/corruption.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605839505777086066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Menurut hukum di Indonesia bahwa kebijakan public tidak bisa diadili. Artinya bila Mentri, Gubernur, Bupati, Walikota, Presiden , membuat keputusan dengan Surat berlabelkan Republik Indonesia maka seburuk apapun dampaknya ditengah masyarakat maka itu tidak bisa diadili. Hukum kita hanya mengenal hukum positip. Bila karena keputusan itu pejabat mendapatkan keuntungan pribadi berupa uang dan memperkaya diri maka itu dapat dijadikan tersangka dan akhirnya terpidana. Mengapa kebijakan pejabat publik itu tidak bisa diadili? Karena setiap kebijakan dibuat berdasarkan sumber hukum yang jelas dan berjenjang. Lengkap pula dengan istilah ”mengingat ” ” menimbang” dengan bahasa pilosopis dan bahasa hukum. Ya, sebuah cara procedural untuk memastikan hukum manusia adalah hukum Tuhan yang bebas dari kesalahan. Baik kah itu ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Mind corruption atau korupsi pemikiran ternyata jauh lebih dahsyat daya rusaknya dibandingkan korupsi uang. Atau kalau ingin dibuat lebih praktis bahwa kejahatan korupsi uang karena adanya korupsi pemikiran. Nah, mind corruption itu dalam bentuk kebijakan , dalam keputusan berlabelkan Republik Indonesia. Cobalah perhatikan, ditengah budaya brengsek para elite, acap kita tahu tentang kebijakan pemerintah yang pada gilirannya menguntungkan pihak tertentu. Selalu kebijakan tu datang berkat loby dari orang atau kelompok yang punya kepentingan. Kepentingan itu bisa bersifat politik,uang atau kekuasaan. Para petani betapa sulitnya mendapatkan keuntungan lebih dari hasil kerja kerasnya karena kebijakan import bibir, import pestisida, import pupuk dan import beras. Pengusaha angkutan dan supir merasa terpenggal pendapatannya karena kebijakan kenaikan harga BBM tanpa diberi hak untuk menaikkan tarrif secara pantas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Sistem kapitalisme adalah mind corruption yang berskala predator. &lt;/span&gt;Sistem ini mengenal buy low sell high and pay later. Mereka yang menguasai tekhnologi menuntut diadakannya perlindungan akan hak paten.Pejabat yang berkuasa memenuhi hak mereka dengan UU dan peraturan , lengkap dengan ancaman penjara bagi yang melanggar. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Tapi pada waktu bersamaan , pemilik paten menjadikan tekhnologi sebagai cara untuk memeras konsumen. Mereka bebas menentukan harga sesukanya, dengan alasan kebebasan pasar ( free market). Perhatikanlah , tak ada satupun linked produk ( bahan pendukung industri , pertanian, IT , pertambagan ) yang tak dikuasai oleh pemilik tekhnologi. Mereka adalah Trans National Corporation (TNC). Mereka kuat dibidang riset dan pendanaan. Dengan sistem kapitalisme mereka hidup menjadi diktator ekonomi dan memaksa semua negara tunduk dengan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;Bukan hanya dalam bidang tekhnologi linked produk, Dalam dunai keuangan pun sama. Semua produk investasi pasar uang dan modal berbasis kepada kekuatan lingkaran pemilik modal kelas dunia. Tak mungkin saham bisa laku deras bila tidak di underwrite oleh Fund Manage kelas dunia. Tak laku asuransi dijual bila tidak didukung reinsurance kelas dunia. Tak laku clearing house bila tidak didukung oleh international clearing house. Tak laku mata uang bila tidak didukung oleh mata uang asing seperti Dollar, euro. Semua itu tidak datang dengan sendirinya. Ia datang karena kekuatan yang melahirkan kebijakan oleh pejabat Publik. Yang dapat kita rasakan adalah semakin tergantung kita dengan kekuatan modal dan tekhnologi ,yang sebagian besar mereka orang kafir. Mereka menjajah kita lewat pemuasan akan barang dan jasa. Semakin hari semakin membuat kita semakin tergantung seiring dengan semakin mahal barang dan jasa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Negara yang kita cintai terjebak dalam permainan ala kapitalisme itu. Uang sudah diperdagangkan, Riba sudah menjadi permisif. Ketamakan sudah menjadi air susu ibu. Individualisme menjadi kepribadian untuk aman dalam putaran waktu. Ya, mind corruption , memang dahsyat menghancurkan peradaban. Itu semua karena pejabat public tidak melihat hakikat mereka terpilih mengemban amanah. Mereka hanya bercermin kepada realiitas yang harus tunduk tanpa berbuat apapun. Maka jadilah masyarakat dan bangsa terjajah dalam segala hal. Sangat sulit kemerdekaan dibidang ekonomi dapat tercipta ditengah budaya mind corruption ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-8861754339934509650?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/8861754339934509650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=8861754339934509650' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8861754339934509650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8861754339934509650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/05/mind-corruption.html' title='Mind corruption'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-IAzUFpyA6_I/TcvxVFmxznI/AAAAAAAABi4/lu7sMggaXGU/s72-c/corruption.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-6245602136498545831</id><published>2011-05-11T12:05:00.006+07:00</published><updated>2011-05-11T12:13:35.888+07:00</updated><title type='text'>OPIC</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9R7WUn3jCGY/TcoZXu6uGdI/AAAAAAAABig/D5FcGHDh9vg/s1600/opic.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9R7WUn3jCGY/TcoZXu6uGdI/AAAAAAAABig/D5FcGHDh9vg/s200/opic.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605320581738011090" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;James Monroe adalah President AS kelima. &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; deklarasi yang dikeluarkannya , yang sampai kini menjadi dasar bersikap bagi setiap &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Presiden&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, yaitu “ Amerika tidak bisa didikte oleh negara manapun. “ Deklarasi ini dikeluarkannya berkaitan dengan dominasi Eropa terhadap Amerika ketika itu. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Sikap ini juga dipakai oleh Soekarno ketika AS mencoba mendikte &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dan Soekarno berkata &lt;i&gt;” Go to hell your aid."&lt;/i&gt;Apa yang dilakukan oleh Soekarno tak lain percis sama dengan sikap Amerika. Karena sebetulnya sedari muda Soekarno sangat terinspirasi dengan para pahlawan AS. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Keitka itu , didunia hanya ada dua negara besar yang bisa berkata lantang terhadap dominasi negara asing., yaitu Amerika dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Setelah Soekarno tidak lagi berkuasa, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tidak lagi garang seperti sikap Soekarno. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menjadi Follower dalam segala hal. Lantas apa penyebabnya ” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sebetulnya penyebabnya sederhana saja yaitu ”uang ”. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; elite politik paska Soekarno hanya percaya bahwa untuk meng eskalasi pembangun diperlukan uang banyak. Untuk mendapatkan uang itu maka mereka berhutang. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Dengan istilah program bantuan pembangunan namun sebetulnya adalah program penjajahan secara halus lewat ikatan hutang piutang.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Tentu berbagai pra syarat yang ditetapkan oleh negara kreditur harus diikuti oleh &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Berbagai kebijakan nasional tak bisa lagi dilepaskan dari campur tangan asing ( negara kreditur). Walau ada juga &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;program bantuan lewat lembaga multilateral seperti World bank dan IMF namun keberadaan lembaga itu tak bisa dipisahkan oleh kekuatan AS dan Barat. Jadi lewat jalur manapun dana bantu pembangun pasti berujung kepada dominasi AS dan Barat. Dipermukanan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; nampak&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;maju, pembangunan bergerak cepat dan sampai disebut sebagai macan &lt;st1:place st="on"&gt;Asia&lt;/st1:place&gt;. &lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;Namun kehebatan pertumbuhah ekonomi itu dalam hitungan hari hancur karena krisis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;Soeharto jatuh, group reformasi bangkit mengambil alih rezim. Dalam proses reformasi IMF pun ikut tersingkir dari platform pembangunan Indonesia. Belakangan IMF ikut terkena masalah akibat terjadinya global crisis 2008. IMF pun terkena reformasi oleh para anggotanya. AS tak lagi sebagai penguasa suara di forum IMF. China sudah masuk sebagai anggota penentu. AS dan Barat juga tak lagi berkuasa penuh terhadap Worldbank walau kantor pusatnya masih di Washington. Amerikapun kini menghadapi masalah crisis anggaran dan moneter yang parah. Lantas berhentikah kekuatan AS mengontrol negara lain lewat uang ? Oho tidak. IMF boleh di reformasi, Kekuatan suara di World bank boleh lemah. Namu AS punya banyak saluran untuk menggunakan smart power nya mengontrol negara lain. Harap dicatat bahwa , ya AS adalah suatu bangsa tapi sebagai sebuah negara , kekuatan sebenarnya ada ditangan segelintir orang yang menguasai uang. &lt;/span&gt;Kekuatan itu kini bersembunyi dibalik OPIC ( Overseas Private Investment Corporation)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;OPIC adalah suatu lembaga independent dibawah pemerintah AS.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Lembaga ini didirikan tahun 1971 yang tugas utamanya adalah mendekung kebijakan global AS untuk penguasaan pasar global dalam rangka meningkatkan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;produksi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dalam negeri AS dan menampung angkatan kerjannya. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;OPIC bertindak sebagai collateral provider dan Fund Provider namun senyatanya OPIC hanyalah gateway. Sementara pemilik dana dan collateral adalah para anggotanya. Nah anggotanya ini sangat rahasia. Bahkan negara yang butuh dana lewat OPIC diharuskan menerbitkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hutang ( Obligasi ) berdasarkan 144 A Sec Act yang non disclosed. Pembeli &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hutang ( bond ) itu adalah anggota OPIC sendiri. Bukan hanya pembeli &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hutang, sampai kepada underwriting bond pun adalah anggota OPIC sendiri. OPIC juga terlibat dalam investasi langsung dengan memberikan jaminan kepada project untuk menarik dana dari pasar uang. Sudah ribuan project diseluruh dunia yang dibiayai oleh OPIC.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Sebagian besar pembeli obligasi valas RI adalah OPIC. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada awalnya lembaga ini hanya berfocus pada hubungan business to business. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Tak ada kebijakan politik yang masuk dalam OPIC. Tapi sejak peran AS mulai melemah di IMF dan World bank maka OPIC semakin mendapat tempat dalam kebijakan international AS, khususnya dinegara berkembang. OPIC &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;menetapkan TOR ( term of reference ) sebagai dasar bagi setiap negara yang membutuhkan dana dan collateral dari OPIC. Dalam TOR itu diharuskan setiap negara untuk memenuhi standard compliance yang diinginkan oleh OPIC, diantaranya, negara harus membuka pasar seluas luasnya, ,menghilangkan proteksi terhadap industri local, mem privatisasi BUMN, membuka peluang penguasaan resource bagi investor asing , memotong anggaran social , menigkatkan peran pasar dan kapitalisme dalam menyusun Undang Undang dan Peraturan, menjauhkah kekuatan idiolgy dan agama dari negara. Intinya negara harus menjadikan Demokrasi sebagai harga mati dengan nilai nilai yang ditetapkan oleh AS untuk kepentingan hegemoninya terhadap negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seharusnya kita bersikap seperti AS dan Soekarno untuk menolak setiap hegemoni negara lain terhadap kita, itulah yang baik ditiru dari AS namun yang baik itu tak bisa kita tiru…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-6245602136498545831?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/6245602136498545831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=6245602136498545831' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6245602136498545831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/6245602136498545831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/05/opic.html' title='OPIC'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9R7WUn3jCGY/TcoZXu6uGdI/AAAAAAAABig/D5FcGHDh9vg/s72-c/opic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-7256120052394620266</id><published>2011-04-29T07:13:00.005+07:00</published><updated>2011-08-14T12:10:38.488+07:00</updated><title type='text'>Rezim Hutang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fnm1CTMFpD4/TboC7Xk5bmI/AAAAAAAABhk/Cds3GvNrB0g/s1600/debt.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fnm1CTMFpD4/TboC7Xk5bmI/AAAAAAAABhk/Cds3GvNrB0g/s200/debt.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600792305552944738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kehebatan negara modern dengan kemajuan sains ternyata menyimpan masalah yang serius dari waktu kewaktu yaitu masalah ketidakstabilan ekonomi ( imbalance economic ). Masalah itu selalu berputar kepada tiga hal yaitu &lt;i&gt;inflasi&lt;/i&gt; ,&lt;i&gt; pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran&lt;/i&gt;. Sejak awalnya masalah inflasi menjadi musuh nomor satu bagi negara manapun.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Keberadaan Bank Central yang didukung oleh para ahli ekonomi bekerja siang dan malam mengendalikan inflasi itu. Inflasi tak lain adalah seni negara merampok rakyat lewat pencetakan uang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan jaminan masa depan diatas asumsi asumsi ideal . Bila asumsi tidak tercapai maka uang itu terbang melayang ditengah masyarakat tanpa ada jaminan apapun.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Makanya orang pintar terutama para produsen dan pedagang yang tahu ulah culas pemerintah ini menyikapinya dengan menaikan harga barang. Tentu yang korban adalah konsumen. Terjadi gelombang krisis ekonomi dari masa kemasa tak lain dimana inflasi terakumulasi sedemikian besarnya akibat asumsi asumsi ideal tidak pernah tercapai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Walau semua negara dengan para ahli ekonomi tahu bahwa inflasi adalah musuh kemakmuran namun mereka tidak pernah mampu melakukan solving problem langsung kepada akar masalah. Ibarat tubuh sakit maka yang diobati rasa sakit bukan penyebab sakit itu.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Akibatnya tidak pernah pernah bisa lari dari penyakit.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Lantas apa akar masalahnya ? Lebih kepada konspirasi antara orang kaya dengan penguasa. Ini yang tak bisa disentuh untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;oleh negara. Karena mungkin kekuasaan itu ada karena bertautnya paham feodal.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Bila dulu pemerintah mencetak uang secara langsung dan kemudian ditebar kerakyat lewat barang dan jasa. Namun lama lama orang kaya melihat penguasa dengan seenaknya mencetak uang sementara mereka bekerja keras untuk mendapatkan uang. Makanya terjadi konsesus antara orang kaya dan penguasa.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yaitu pemeritah boleh cetak uang tapi orang kaya juga harus mendapatkan bagian. Toh yang ditampok kan rakyat., Ya harus sama sama lah menikmatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lantas bagaimana caranya konspirasi ini dapat terjadi ? caranya adalah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pemerintah menerbitkan Obligasi ( Bond ) dan dijual kepada orang kaya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Obligasi ini tidak 100% diserap oleh orang kaya. Ya hanya sebatas kemampuan orang kaya yang ada saja. Sisanya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;atau sebagian besar dibeli oleh Bank&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Central. Nah dari mana Bank Cental dapatkan uang untuk beli Obligasi ini ? Ya dari cetak uang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Loh kan inflasi ? Tidak usah kawatir, para ahli ekonomi sudah menghitung dengan baik berdasarkan tingkat suku bunga yang harus dibayar oleh Pemerintah.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Darimana pemerintah dapatkan uang untuk bayar hutang dan bunga?&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Ya, Dari pajak. Apa jadinya bila asumsi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pendapatan pajak tidak tercapai hingga tidak mampu bayar hutang dan bunga ? Oh, tidak usah kawatir, pemerintah akan terbitkan bond lagi untuk berhutang dan pasar&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;akan meyerapnya. Begitulah seterusnya. Hingga jadilah rezim hutang.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Semakin maju negara semakin canggih rezim hutang meng cretate system berhutang. Kini rezim itu sudah menglobal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Akumulasi hutang ini tentu adalah cermin dari keculasan rezim.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Yang berdampak pada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tingkat harga kebutuhan yang terus merangkak sampai pada tahap dimana tingkat pendapatan rakyat tidak mampu lagi mengejarnya. Membuat orang miskin semakin miskin dan kelompok menengah menjadi miskin. Namun tidak bagi orang kaya yang sudah kaya. Karena setiap proses pencetakan uang dan inflasi , mereka dilibatkan untuk mendapatkan rente lewat pasar uang yang sengaja di create oleh penguasa. Juga mereka dilibatkan pemerintah dalam ekspansi kredit lewat sistem perbankan. ' Mereka dibutuhkan oleh pemerintah sebagai cara untuk mengatasi Penganguran melalui kegiatan produksi. Dari kegiatan produksi ini diharapkan akan menghasilkan laba untuk akhirnya membayar pajak kepada negara. Maka neraca pembayaran negara dapat terjaga." demikian alasan pemerintah.  Namun target dan asumsi mengatasi pengangguran dan keseimbangan neraca pembayaran tidak pernah terjadi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Justru yang terjadi adalah krisis demi krisis yang tak pernah tuntas diselesaikan, dengan semakin besarnya jurang sikaya dengan simiskin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Akar masalah ini sudah diperingatkan oleh Allah “&lt;i&gt;Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila...”.&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah: 275).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Anda bias bayangkan bagaimana bentuk manusia yang kemasukan setan dan gila ? Begitulah permisalan yang diberikan Allah kepada penguasa atau negara yang mencetak uang lewat mekanisme penerbitan surat hutang berbunga ( riba ) dan mereka orang kaya yang menikmati bunga itu. Kenapa mereka sampai begitu kelakuannya padahal mereka tahu akibatnya. Tololkah mereka ? “&lt;i&gt;Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaha: 124)&lt;/i&gt;. Ya karena mereka berpaling dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Allah.  Islam mereka musuhi dan bila perlu diciptakan bad image bahwa Islam itu adalah teroris dan tak pantas mengatur sebuah negara.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Makanya walau mereka bergelimang kekuasaan dan harta namun penghidupan mereka sempit. Krisis akan terus terjadi dan akan semakin membesar dan terus membesar.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-7256120052394620266?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/7256120052394620266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=7256120052394620266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7256120052394620266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/7256120052394620266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/04/rezim-hutang.html' title='Rezim Hutang'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fnm1CTMFpD4/TboC7Xk5bmI/AAAAAAAABhk/Cds3GvNrB0g/s72-c/debt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-9156237926092680976</id><published>2011-04-26T10:05:00.012+07:00</published><updated>2011-04-26T11:27:54.693+07:00</updated><title type='text'>Budaya ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bLuIxXGRXT0/TbY3F50NWeI/AAAAAAAABhM/fCb3wO7G1zw/s1600/batik1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bLuIxXGRXT0/TbY3F50NWeI/AAAAAAAABhM/fCb3wO7G1zw/s200/batik1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599723761240463842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Apa sih yang dimaksud dengan budaya?. Demkian tanya teman saya ketika terjadi pembicaraan soal maraknya budaya asing masuk ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Bagi saya budaya adalah prilaku manusia untuk bersikap dan berbuat terhadap segala asek kehidupan dimana dia tinggal, yang diperoleh lewat belajar. Belajar ini tidak harus dari bangku sekolah tapi bisa dari mana saja.. Orang minang berkata ” alam takambang jadi guru.” . Ketika Allah menciptkan bumi dan makhluk bernama manusia &lt;span&gt; &lt;/span&gt;maka Allah pun menciptakan system pembelajaran budaya untuk hidup dibumi.. Ingat kisah waktu qabil putra adam usai membunuh Habil, dia melihat dua burung bertikai dan salah satunya mati. Burung yang hidup mengais ngais tanah. Setelah itu menarik buruk yang mati itu kedalam tanah yang sudah digali. Itulah yang dicontoh oleh Qabil untuk menguburkan Habil. Artinya alam mengajarkan manusia untuk berbudaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Seorang Arkeologh Belanda bernama Dr. Jan Laurens Andries Brandes pernah menulis hasil penelitiannya bahwa terdapat &lt;span&gt; &lt;/span&gt;10 jenis unsur kebudayaan asli Jawa (Indonesia) sebelum ada pengaruh dari bangsa asing, yaitu: teknik bercocok-tanam dengan sistem irigasi, pelayaran, astronomi/ ilmu perbintangan, organisasi sosial/ sistem pemerintahan yang teratur, wayang, gamelan, batik, metrum, pengecoran logam, sistem transaksi dengan menggunakan mata uang logam. Artinya jauh sebelum tekhnologi modern ada , orang jawa sudah berbudaya. Begitupula suku lainnya. Siapa yang mengajarinya? Ya Allah, dengan menyediakan alam lingkungan sebagai pembelajaran bagi manusia untuk hidup dibumi. Karena proses pembelajaran itu bersumber dari Alam maka budaya itu menghidupi masyarakat untuk bertahan terhadap pengaruh alam itu sendiri. Bahkan manusia dapat memakmurkan dirinya dari segala keterbatas phisik yang dimilikinya. Manusia survive dilingkungannya karena lingkungannya mengajarkan untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Budaya itu menyatu dengan alam. Ini fakta. Seperti cara berpakaian , cara berbicara dan lain sebagainya tak bisa dipisahkan dengan geographis. Orang yang tinggal di daerah tropis berbeda pakaiannya dengan orang yang tinggal di subtropis. Orang yang tinggal didaerah pesisir, logat &lt;span&gt; &lt;/span&gt;bahasanya berbeda dengan orang yang tinggal di daerah pegunungan. Bandingkanlah logat bicara orang Sunda dengan orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;cirebon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Atau bandingkan logat bicara orang Pariaman dengan orang Agam. Pasti berbeda. Yang satunya lembut bagaikan angin pegunungan yang sepoi sepoi dan satunya lagi keras seperti deru angin dan ombak dipinggir pantai. Bayangkanlah Sunda dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Cirebon&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hanya berjarak sejengkal ( masih jawa barat juga ). Pariaman dan Agam masih satu propinsi yaitu Sumatera Barat. Berbeda jarak sedikit saja , sudah begitu berbeda soal budaya apalagi jaraknya jauh. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Artinya antara manusia dan alam tempat tinggalnya tidak bisa dipisahkan. Dia melekat seperti gelas dengan tatakan.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Singkron sekali,. Begitulah Allah mendesign kehidupan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Belakangan ini banyak orang berkata bahwa kemajuan Negara lain disebabkan oleh kebudayaan. Mereka menganggap kemunduran &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; karena budaya &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebagai penghambat kemajuan. Makanya tesis modern yang dijadikan rujukan pembangunan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; lebih banyak berasal dari luar Indonesia. Para cerdik pandai yang duduk di birokrasi dan parlemen semakin hari semakin tidak mengenal Indonesia.. Mereka lebih asyik memahami budaya asing lewat studi banding ke luar negeri, baca buku terbitan universitas Luar negeri. Dengan itulah  UU dibuat, Program dibuat untuk sebuah negara bernama Indonesia.  Dan bila program itu tidak jalan, mereka menyalahkan rakyat , menyalahkan budaya Indonesia yang tidak sama seperti bangsa lain. &lt;/span&gt;Bahkan kemajuan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Eropa, Amerika dijadikan pembanding. Ini jelas ke blinger. Bagaimana mungkin budaya orang yang tinggal disubtropis , dipaksakan untuk diterapkan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang tropis? &lt;span&gt;&lt;/span&gt;Ini jelas antara cangkir dan tatakan tidak singkron. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;membuat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mundur dan terkesan kalah bersaing dengan dunia luar lebih disebabkan karena kebijakan nasional tidak lagi membumi. Karakter bangsa telah terkikis lewat pencerahan budaya dari luar yang notabene tidak sesuai dengan manusia &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Mungkin sebagian orang menuduh kesimpulan saya ini picik. Apalagi dikaitkan kemajuan IPTEK negara lain. Saya katakan bahwa IPTEK juga adalah proses budaya tapi tidak bisa digeneralkan IPTEK cocok bagi semua orang yang berbeda wilayah.. Contoh. Obat kimia , kemajuan IPTEK dibidang Pharmasi di Barat memang lahir akibat geographisnya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;miskin flora fauna hayati, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tapi tidak untuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang kaya akan sumber tanaman obat alami. Demokrasi di AS , memang paling cocok untuk AS yang pluralis dan penduduknya sebagian besar berasal dari banyak bangsa dengan geographis berbeda. Tapi tidak cocok untuk &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang walau berbeda suku namun tetap berasal dari satu wilayah dibawah khatulistiwa. .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Contoh lain , seperti kebijakan petumbuhan ekonomi nasional sebagai cara untuk mendistribusikan pemerataan ekonomi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang terjadi,? Justru melepaskan rakyat dengan lingkungannya. Hutan ditebang, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kayunya dijual, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tanahnya di gerus untuk tambang dan dirubah ekosistemnya dengan tumbuhan komersial berjenis sama ( Sawit dll ). Tapi pada waktu bersamaan masyarakat yang tinggal dilokasi itu ikut tersingkir dari alamnya. Kalau mereka tidak bisa bersaing dengan pendatang soal memanfaatkan alamnya , ini memang beda chemistry nya. Bagi orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; , kekayaan alam yang luar biasa itu disikapi dengan biasa. Karena itu sudah menjadi bagian dari mereka. Tapi bagi orang yang tinggal didaerah yang tidak sekaya &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; alamnya , melihat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; seperti serigala lapar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hancurnya alam dan ekosistem tanpa memberikan kemakmuran bagi bangsa Indonesia tak lain adalah kesalahan dari segelintir orang yang merusak lewat kebijakan politik. Daya rusaknya sangat sistematis. Tercabutnya akar budaya, hilangnya karakter bangsa yang gemar bergotong royong untuk berproduksi, yang santun, cinta kasih dalam musyawarah mufakat. Kini tergantikan oleh individualisme, konsumerisme, berkompetisi untuk yang kuat menang. Akibatnya kita menjadi bangsa yang gagal menjadi dirinya sendiri. Kita tidak lagi berdiri diatas pijakan kita. Seharusnya kebijakan publik itu membumi dengan budaya lokal ( geopolitik ). Atau istilah romatisnya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;pembangunan yang berlandaskan kepada kearifan local namun tak terasing dengan dunia luar. &lt;/span&gt;Atau visi &lt;i&gt;The world's local country&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Membangun dengan budaya local namun berkelas dunia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-9156237926092680976?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/9156237926092680976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=9156237926092680976' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9156237926092680976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/9156237926092680976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/04/budaya.html' title='Budaya ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bLuIxXGRXT0/TbY3F50NWeI/AAAAAAAABhM/fCb3wO7G1zw/s72-c/batik1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-259450701868899788</id><published>2011-04-17T08:57:00.004+07:00</published><updated>2011-04-17T21:41:16.919+07:00</updated><title type='text'>Nasabah Prioritas</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2YTO4TuVV9g/TapLEZjz5rI/AAAAAAAABfs/hgLoVduY83c/s1600/passion2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2YTO4TuVV9g/TapLEZjz5rI/AAAAAAAABfs/hgLoVduY83c/s200/passion2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596368025913910962" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalau anda punya deposito di luar negeri , katakanlah di Hong Kong atau di Swiss, dan anda adalah nasabah “prioritas” di Citibank maka anda dapat menarik dana tunai sesuai kebutuhan anda di kantor cabang Citibank di Jakarta. Artinya anda tidak perlu mentrasfer dana anda diluar negeri itu ke rekening anda di Jakarta. Ada cara yang bsa dilakukan Citibank untuk mensiasati cross border transfer antar negara, yang memungkinkan dana disatu tempat namun dapat mobile tanpa harus dipusingkan dengan compliance pengiriman dana yang disyaratkan oleh Patriot Act. Ini merupakan salah satu layanan &lt;i&gt;private banking&lt;/i&gt; untuk mereka yang berkelas &lt;i&gt;“priority”&lt;/i&gt;. Karena namanya saja sudah “priority” atau di Indonesiakan namanya “prioritas” maka layanannyapun ya prioritas. Anda tidak diharuskan antri untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mendapatkan layanan, Setiap nasabah Prioritas ditangani oleh bank officer yang ditunjuk sebagai penghubung. Segala kebutuhan layanan akan dilayani secara priabdi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Layanan private banking memang sangat digemari oleh kalangan tertentu, utamanya mereka yang memiliki uang banyak namun tak ingin terdeteksi oleh otoritas hukum karena alasan tertentu. Menurut data &lt;i&gt;Merrill Lynch &amp;amp; Capgemini &lt;/i&gt;dua tahun lalu bahwa jumlah mereka ini di Indonesia hanya 18,000, yang memiliki dana dibank diatas USD 1 juta. Mereka adalah para pribadi maupun perusahaan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 9pt; color: rgb(34, 34, 34); "&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mereka berlindung dari kehebatan system perbankan mengemas produk yang dijamin kerahasiaannya oleh UU. Dalam buku &lt;i&gt;Passion, Profit and Power,&lt;/i&gt; Marshal Silver menyebutkan bahwa 1 orang didunia menguasai 50% uang beredar atau 5% orang didunia menguasai 85% uang beredar. Itu juga berlaku di Indonesia. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hebatnya walau AS mempunyai aturan ketat soal Money Loundry seperti Patriot Act namun tidak berlaku bagi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;nasabah “prioritas “ ini. Dan harap dicatat bahwa Citibank itu dimiliki mayoritas sahamnya oleh Pemerintah AS. Semua lembaga keuangan kelas dunia terhubung dengan the Fed system. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sekali anda menjadi nasabah “prioritas”maka officer bank akan terus membujuk anda untuk masuk program investasi yang memberikan janji laba diatas rata rata bunga bank. Mereka akan menemui anda dengan kehebatan meyakinkan atas &lt;span&gt; &lt;/span&gt;suatu produk investasi. Apa yang ditawarkan itu bukanlah produk bank mereka tapi produk dari manager investasi kelas dunia. Apabila anda tertarik, maka selanjutnya proses settlement diatur oleh pejabat bank itu sendiri. Anda tinggal isi Form maka laba akan mengalir kedalam rekening anda sesuai Perjanjian pengelolaan dana. Kadang skema investasi ini dibuat sangat rumit namun bisa &lt;span&gt; &lt;/span&gt;membuat nasabah berpikir “to good to be true” Mengapa ? dana anda tetap dibank. Saldo anda tidak berkurang. Namun laba akan terus masuk menambah saldo anda. Percayakah anda ? tentu anda percaya karena yang bicara adalah pejabat bank yang tentu reputasi dan integritasnya tidak diragukan. Ya kan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tapi karena nasabah yang tergolong “prioritas” itu adalah mereka yang sudah kaya dan sangat kaya. Disamping itu , kebanyakan dana didapat dari usaha rente dan korup, maka mereka tidak begitu tergiur dengan iming iming produk investasi yang ditawarkan petugas bank. Kalaupun mereka tertarik , itupun jumlah penempatan dana atas produk investasi itu tidak begitu significant jumlahnya. Mereka sadar bahwa apapun itu ada resikonya. Namun karena jumlah nasabah prioritas yang terlibat cukup banyak maka secara keseluruhan totalnya menjadi besar. Hampir tidak pernah ada nasabah prioritas yang rugi akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Karena semua transaksi itu dilakukan dengan perjanjian yang ketat dan transfarace. Ada dalam fasal perjanjian tersebut menyebutkan tentang “ &lt;i&gt;Non Disclosed&lt;/i&gt; “. Jadi memang dirancang untuk suatu deal penuh kerahasiaan dan bukan ruang bagi pengadilan / kepolisian &lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk membukanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Setidaknya kasus Citibank dengan melibatkan MD, membuka mata publik bahwa ada dunia lain yang tak nampak dipermukaan namun mereka menguasai 90% uang beredar di republik ini. Mereka segelintir orang diruang “prioritas”, tersembunyi rapat dibawah perlindungan UU yang di create oleh Wakil Rakyat di DPR. Tentu mereka menikmati limpahan kemewahan hidup sambil menonton pentas  para aparat pemerintah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan parlemen bicara tentang penuntasan kemiskinan , penyediaan lapangan kerja , penegakan hukum, anti korupsi, dan bla bla...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language:IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-259450701868899788?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/259450701868899788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=259450701868899788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/259450701868899788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/259450701868899788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/04/nasabah-prioritas.html' title='Nasabah Prioritas'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2YTO4TuVV9g/TapLEZjz5rI/AAAAAAAABfs/hgLoVduY83c/s72-c/passion2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-8779152930540249440</id><published>2011-04-09T10:21:00.006+07:00</published><updated>2011-04-12T08:33:52.371+07:00</updated><title type='text'>Republik  Rakyat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dhYs7bMIsWs/TZ_RrILtUPI/AAAAAAAABeQ/IcuzTrvbiwA/s1600/china.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dhYs7bMIsWs/TZ_RrILtUPI/AAAAAAAABeQ/IcuzTrvbiwA/s200/china.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593419801078616306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ada cerita seorang pemuda tamatan SMU berhasil menjatuhkan seorang bupati. Itu terjadi di China. Karena ketika terjadi bencana longsor didaerahnya, pemuda itu melakukan riset melalalui website kementrian tentang berapa anggaran pemerintah yang diberikan kepada bupati untuk menjaga lingkungan hidup, bagaimana SOP nya dan bagaimana pengawasannya. Dia juga mempejari proses tender pembangunan jalan, irigasi dan lain lain. Hasil risetnya itu ditulisnya lewat blog ( QQ) yang membahas bagaimana pelanggaran yang dilakukan oleh bupati dalam mengelola lingkungan hidup. Tulisannya itu dilengkapi dengan data online yang dia dapat lewat database pemerintah. Elite Partai Komunis memberikan penghargaan kepada pemuda itu dan akhirnya dia diangkat sebagai ketua Badan Pengawas Lingkunga Hidup tingkat kabupaten. Semua itu berkat IT System yang diterapkan oleh pemerintah china dalam pengelolaan negara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;E-Government adalah suatu sistem IT yang berbasis IP yang memungkin publik dapat mengaksesnya dengan cepat, murah dan dimana saja. Kita sampai sekarang belum sampai pada tahap ini. Walau dunia IT sudah berkembang sampai kedalam saku celana orang ( Cellphone ) namun pemerintah masih sibuk berwacana dan sibuk kebakaran jenggot soal pornographi didunia maya yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diakses oleh anak remaja. &lt;span lang="SV"&gt;Kita saat sekarang sangat tertinggal visi E-Government ini sebagai alat peningkatan ekonomi nasional. Utamanya dalam pengelolaan negara yang efisien dan efektif. Saya ingin memberikan gambaran soal bagaimana China membangun E Government. Karena kunci keberhasilan pembangunan china dewasa ini tak bisa dilepaskan oleh peran pemerintah yang otoriter memaksakan program IT berbasis IP diterapkan dalam system pengelolaan Negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagaimanakah China membangun E-Government ?. &lt;span lang="SV"&gt;Dalam pembangun E- government ini tidak dilakukan dengan satu malam. Lewat proses yang terancana dan sistematis. Tahap pertama adalah menghubungkan 800-1000 kantor pemerintahan kedalam Internet. Tahap kedua adalah merubah sistem administrasi manual menjadi electronic based. Ketiga adalah merancang seluruh system administrasi dan pelayanan pemerintah menjadi ”paperless ” Itulah tiga tahap pembangunan E-Government di China yang diluncurkan pada tahun1999 dibawah bendera the Government Online Project. &lt;/span&gt;Project ini ditangani oleh China Telecom and the State Economic and Trade Commission ( SETC’s). Apakah program ini langsung bisa diterapakan? Tidak. Walau Partai Komunis berkuasa penuh namun mereka sadar sistem ini harus diterima dimasyarakat sebagai bentuk program emansipasi /partisipasi aktif publik dalam pembangunan dan juga turut mengawasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pusat Informasi Ekonomi ( Economic Information Center ) yang meliputi 40 Departement/ Kementrian di tingkat Pusat terhubung dengan seluruh propinsi /kabupaten/kecamatan/kota, terlibat aktif mempromosikan program ini agar mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Training SDM atas PNS&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berbasis IT ini dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang dengan procedure yang ketat dibawah pengawasan kader partai diseluruh level. Juga pemerintah China menggelar pembangunan infrastruktur secara nasional dengan meningkatkan kapasitas backbone nasional berupa satelite, fiberoptic , menydiakan gateway berskala raksasa, dukungan software untuk semua aplikasi layanan public dan administrasi pemerintah termasuk e-commerce.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Semua layanan publik seperti KTP, SIM, Passport, Perizinan usaha disemua bidang, Pengadaan barang pemerintah, Keimigrasian, perpajakan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan secara data base online. Juga seluruh lembaga riset terhubung kedalam database onlie . Seluruh informasi tersebut  menjadi web cintent ( tidak termasuk yang terkatagori rahasia negara ) yang dapat diakses oleh siapapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;China menyebut project E-government ini sebagai Golden bridge ( jembatan emas.) &lt;span lang="SV"&gt;Ya sebuah project yang mengantarkan china dari satu tempat yang serba gelap ketempat yang terang benderang. &lt;/span&gt;Tidak ada lagi the first hand information untuk exclusive person. &lt;span lang="SV"&gt;Informasi menjadi hak rakyat untuk mengetahuai secara cepat dan murah. Tidak ada satupun perpindahan penduduk dari satu tempat ketempat lain tidak terdeteksi oleh pemerintah. Karena semua registrasi hotel, apartement, harus terhubung dengan database pemerintah. &lt;/span&gt;Tidak ada satupun saldo rekening bank perusahaan maupun pribadi yang tidak dapat diakses oleh pemerintah. Karena setiap registrasi banking, asuransi, pasar modal, terhubung dengan database nasional. Maka jangan kaget bila tindakan korupsi dapat diselesaikan oleh pengadilan dengan cepat tanpa orang bisa berkelit dengan banding yang membuat kasus menjadi kabur.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Karena tidak ada satupun tindakan aparat pemerintah yang tidak terdeteksi oleh IT system.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ini benar benar Republik&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Rakyat , yang memberikan akses kepada rakyat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;utuk mengetahui setiap hal yang menjadi haknya secara real time.  Namun tetap memberikan hak bagi negara untuk memastikan agar Internet tidak disalah gunakan untuk media pornographi, penghasutan SARA, perjudian. Selebihnya memberikan kemudahan kepada rakyatnya mendapatkan pelayanan first class tanpa padang kelas. Makanya rumor atau propaganda sesat media massa tidak laku di China karena sistem informasi yang terbuka membuat mereka cerdas menilai mana informasi sampah dan mana informasi yang benar. Di Negara kita, E-government masih sebatas wacana, yang ada hanyalah meng komputerkan admnistrasi dan belum menjadi platform nasional yang berbasis IT secara terpadu. Walau reformasi dengan value demokrasi bicara tentang transfaranci pengelolaan negara namun pemerintah dan elite tidak siap mendesign birokrasi berbasis IT system untuk menjadi meritokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-8779152930540249440?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/8779152930540249440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=8779152930540249440' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8779152930540249440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/8779152930540249440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/04/republik-rakyat.html' title='Republik  Rakyat'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dhYs7bMIsWs/TZ_RrILtUPI/AAAAAAAABeQ/IcuzTrvbiwA/s72-c/china.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-305381238268798233</id><published>2011-04-03T08:04:00.010+07:00</published><updated>2011-04-03T10:53:45.915+07:00</updated><title type='text'>Pemerintah dan Rakyat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-K4KMy9D018o/TZfIHqBscwI/AAAAAAAABdI/j0OqYFnFfNU/s1600/AS.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-K4KMy9D018o/TZfIHqBscwI/AAAAAAAABdI/j0OqYFnFfNU/s200/AS.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5591157496269796098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Amerika berkali kali dilanda krisis tapi baru kali ini Amerika tidak gesit keluar dari krisis. Bahkan keliatan proses recovery yang dijalankan oleh team Obama tidak menghasilkan sesuatu yang significant. Kalau mendengar pendapat ahli ekonomi , pastilah jawabanya selalu penuh optimisme bahwa AS akan segera keluar dari Krisis sebagaimana sebelumnya.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Tentu mereka melihat indikator pada pasar modal dan pasar uang. Sayapun cenderung berpikir seperti itu. Tapi kemarin setelah membaca laporan dari Lembaga Riset Investasi di Amerika, saya mempunyai sudut pandang lain tentang perkembangan ekonomi AS kedepan bila dikaitkan dengan ketahanan masyarakat sebagai pilar utama kekuatan bangsa AS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada saat sekarang di AS, tingkat rasio ketergantungan rakyat terhadap Pemerintah mencapai 35%. Ini rasio tertinggi sepanjang sejarah AS. Tahun 2000 rasio ketergantungan rakyat hanya 21 % . Tahun 1960 ketika Amerika menghadapi krisis hebat, rasio tingkat ketergantungan rakyat hanya 10%. Menurut laporan riset itu , ternyata ada hubungan kuat antara rasio tingkat ketergantungan itu terhadap daya tahan ekonomi AS. Laporan itu menyebutkan bahwa upaya recovery economi periode sebelumnya tidak sehebat upaya sekarang tapi proses recovery itu berlangsung cepat sekali dan bahkan membuat AS bisa lebih kuat dari sebelum terjadi krisis. Artinya apa ? ketika masalah terjadi, bencana terjadi, kekuatan masyarakat sendiri yang melakukan perbaikan karena tingkat ketergantungan kepada pemerintah memang kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari Indikasi data riset itu, jangan kaget bila rasio penduduk yang ikut memilih dalam pemilihan president, pemilihan gubernur, pemilihan anggota senat, kongres semakin tinggi pula. Mencapai puncaknya ketika Pemilu menempatkan Obama sebagai President. Ini merupakan indikator betapa semakin banyak rakyat AS yang berharap besar kepada pigur pemimpin untuk menyelesaikan masalah mereka. Apalagi kelompok menengah di AS sebagian besar adalah mereka yang hidup dari dukungan konsesi pemerintah dan mereka yang mendapatkan penghasilan dari pemerintah. Masyarakat seperti ini bukanlah aset tapi beban bagi pemerintah yang semakin lama semakin berkurang powernya menanggung beban yang notabene tidak memberikan kontribusi bagi upaya perbaikan menyeluruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;China paham betul ketika mereka melakukan reformasi ekonomi, yang pertama mereka lakukan adalah melepaskan ketergantungan rakyat kepada pemerintah. Sebagian besar&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;BUMN yang tidak ada hubungannya dengan Public Service Obligation&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;( PSO) di tutup. Sementara BUMN yang tingkat&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;PSO nya dibawah 40% di privatisasi. Sisanya yang rasio PSO nya diatas 70%&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ditingkatkan dukungannya dan diperluas misinya untuk mengawal rakyat dari serangan kekuatan modal dan terkhnologi dalam&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berhadapan pasar bebas. Deng ketika&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mencanangkan reformasi menyebut kebijakannya sebagai bentuk lahirnya ”emansipasi ” rakyat kepada negara untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan. Pemerintah hanya memberikan kanal untuk tersalurnya emansipasi agar rakyat mampu mengorganisir dirinya sendiri ' untuk menyelesaikan masalahnya dan meraih kemakmuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Di Indonesia dari tahun ketahun , dari satu rezim ke rezim berikutnya , sifat ketergantungan rakyat kepada pemerintah memang di design semakin besar. Bahkan kita selalu berharap bergantinya rezim akan terjadi perubahan seperti mitos tentang ”satro paningit”. Makanya jangan kaget Pemilu menjadi pesta termahal didunia. Bahkan tak sepi dari keributan. Setelah itu , kembali ribut bila harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal Pemerintah bukanlah Tuhan yang bisa berkata &lt;i&gt;kun faya kun&lt;/i&gt;,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bukan pula dongeng lampu aladin yang bisa berkata "&lt;i&gt;abrakadabra "&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pemerintah hanyalah kumpulan orang yang terdidik baik tapi tak siap mandiri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Lantas apakah pantas kita berharap kepada kumpulan orang seperti ini untuk menjadi &lt;i&gt;undertaker&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;provider&lt;/i&gt; kebutuhan kita ?&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kita harus merubah mindset ini , jangan lagi tergantung kepada pemerintah. Jangan!. Agar kita menjadi bangsa yang kuat, pilih pemimpin yang amanah , dan setelah dipilih ; jangan puji, jangan kultuskan, jangan berharap banyak. Bangunlah kebersamaan dari kalangan terdekat dan bergerak semakin melebar dalam lingkaran kokoh saling menolong, bergotong royong untuk jadi komunitas yang dirahmati Allah.   Bukankah sebagian besar penduduk Indonesia, adalah komunitas Islam yang di design oleh Allah untuk berjamaah tanpa tergantung kepada manusia kecuali kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language: SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-305381238268798233?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/305381238268798233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=305381238268798233' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/305381238268798233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/305381238268798233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/04/pemerintah-dan-rakyat.html' title='Pemerintah dan Rakyat'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-K4KMy9D018o/TZfIHqBscwI/AAAAAAAABdI/j0OqYFnFfNU/s72-c/AS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-376711741269032604</id><published>2011-03-29T08:46:00.002+07:00</published><updated>2011-03-29T08:53:31.193+07:00</updated><title type='text'>Komunitas?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wZvvbnYvG1k/TZE6JDxHMbI/AAAAAAAABcU/OF2Ruvqi2PI/s1600/china.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wZvvbnYvG1k/TZE6JDxHMbI/AAAAAAAABcU/OF2Ruvqi2PI/s200/china.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589312539848028594" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Di china, mereka gemar sekali berkelompok dan bergotong royong menyelesaikan masalahnya. Tak penting siapa yang akan mengkoordinirnya , bagi mereka yang penting ada orang yang mau memimpin kelompok itu. &lt;span lang="SV"&gt;Orang china itu dalam ring terkecil mereka mengorganisir dirinya lewat system arisan. Antar kelompok arisan ini mereka membentuk perkumpulan berdasarkan bidang profesi ( antar petani kol, antar petani beras , antar pengrajin dan lain lain ). Dari perkumpulan berdasarkan bidang profesi ini mereka membentuk lagi perkumpulan berdasarkan kecamatan. Dari kecamatan membentuk perkumpulan kabupaten. Begitu seterusnya. Tapi susunan perkumpulan ini tidak terstruktur sebagaimana design pemerintah seperti dikita dalam sistem INKUD denga KUD. Di China sistem itu tumbuh alamiah ( budaya). Makanya strukturnya seperti jaring laba laba. Peneliti barat mengatakan ini sistem ring to ring. Dari satu lingkaran kelingkaran berikutnya dalam ikatan yang kokoh atau seperti sarang lebah, dimana diantar lingkaran itu ada palka. Dalam hal palka ini berisi para cerdik pandai yang menjadi penghubung antar ring dengan ring itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ketika pemerintah memberikan kebijakan agar rakyat boleh berkelompok membangun kawasan perumahan. &lt;span lang="SV"&gt;Maka segera kekuatan ring to ring itu bergerak cepat. Para mentor dari kalangan kampus dan tokoh masyarakat tampil menjadi pencerah atas program pemerintah itu. Para ketua arisan, ketua kelompok, ketua wilayah memasarkan Kupon kepemilikan rumah kepada anggotanya masing masing. Hasil penjualan kupon itu tidak dipakai untuk membangun rumah. Tapi dananya di pool dan ditempatkan sebagai jaminan di bank untuk mereka mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank. Di China bunga bank sangat murah. Untuk kegiatan ini bunga bank tidak lebih 1,5% per tahun. Bank bukan hanya memberikan kredit juga membantu struktur pendanaan lewat turn key project. Setelah project selesai dibangun maka kupon itu di tukar dalam bentuk obligasi bagi hasil ( revenue Bond ). Revenue Bond ini diperjual belikan sebagai alat investasi oleh perkumpulan tingkat propinsi dan pusat. Disini nampak dana orang kaya dikota mengalir ketingkat bawah secara sistematis tanpa dipaksa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hasil penjualan Revenue Bond itulah dijadikan alat pelunasan hutang kepada Bank. Nilai revenue bond akan terus meningkat dipasar seiring peningkatan nilai kawasan itu. Atau sama saja seperti kita pegang sertifikat rumah dalam nilai pecahan kecil. Kalau harga rumah naik maka revenue bond juga akan naik nilainya. Hampir semua sarana dan prasarana didalam kawasan dibangun dengan konsep seperti itu. Contoh., Kelompok industri pengolahan pangan ( Makanan kaleng, kripik, dan lain lain ) , ingin membangun zona industri. Maka kelompok arisan petani akan otomatis menjadi pembeli revenue bond itu karena mereka tahu bahwa kawasan industri itu akan digunakan oleh perusahaan yang akan menjadi pembeli produk pertanian mereka. Antar kelompok arisan itu juga punya hubungan vertikal dan horisontal dengan berbagai kelompok arisan lainnya , yang berbeda beda wilayah, bidang profesi , bidang kegiatannya. Inilah sebagai financial resource. Dari mereka untuk mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sistem jaring laba laba itu sangat kuat menghalangi kekuatan luar yang ingin mengontrol mereka. Sangat sulit ritel modern yang kuat modal  bisa menembus ini. Ini bisa terjadi karena antar orang berilmu dengan orang awam bergandengan tangan , antar orang kaya dan miskin saling bergandengan tangan, antara industri dan pemasok bergandengan tangan, antara dunia usaha dan perbankan bergandengan tangan. Antara semuanya terhubung dalam ikatan saling mengikat diri secara rumit namun fleksibel. Tidak ada UU atau Peraturan pemerintah untuk menghasilkan design seperti ini. Dia ada karena budaya China yang suka bergotong royong , hidup hemat, bekerja keras, setia dengan teman, menghargai orang yang lebih tua, menghormati orang berilmu dan cinta kepada mereka yang lemah. Dari komunitas seperti inilah , konsep apapun yang sesuai dengan akar budaya mereka , akan diterima dan dilaksanakan secara otomatis. Pemerintah China, paham betul bagaimana mengelola komunitas diatas 1 miliar itu tanpa terjebak dengan konsep dari dunia barat , dengan segala konsep nilai nilai demokrasi. Buktinya hanya butuh 30 tahun, china sudah menjadi kekuatan nomor dua didunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Seharusnya Indonesia lebih hebat dari china soal membangun komunitas. Karena Agama dan budaya kita mengajarkan soal kebersamaan. Sholat, kita di sunnahkan ( juga diwajibkan ) berjamaah. Andai dari kekuatan jamaah antar kelurahan bisa menjadi ring terkecil untuk menjadi ring tingkat kecamatan dan terus sampai kepusat. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dari kegiatan mesjid ini sebetulnya banyak hal dapat digalang kekuatan bukan hanya sholat. Sudah seharusnya mesjid tidak hanya dipakai sebagai ajang melaksanakan ritual sholat tapi juga ajang berkumpul membahas masalah keseharian, cara mengorganisir diri disegala bidang, khususnya upaya kemandirian. Jangan lagi berharap dari uluran tangan pemerintah untuk makmur. Jangan ! Kemajuan china bukanlah karena pemerintahnya cerdas tapi rakyatnya yang cerdas !&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-376711741269032604?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/376711741269032604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=376711741269032604' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/376711741269032604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/376711741269032604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/03/komunitas.html' title='Komunitas?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-wZvvbnYvG1k/TZE6JDxHMbI/AAAAAAAABcU/OF2Ruvqi2PI/s72-c/china.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-3365956748836350384</id><published>2011-03-24T11:19:00.005+07:00</published><updated>2011-03-24T14:20:10.027+07:00</updated><title type='text'>Harga Minyak ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-40ew-_bXWqs/TYrGgYs4SKI/AAAAAAAABa0/li8Ds6-cP9Q/s1600/minyak.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-40ew-_bXWqs/TYrGgYs4SKI/AAAAAAAABa0/li8Ds6-cP9Q/s200/minyak.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587496547395324066" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kalau harga minyak naik siapakah yang untung ? Negara ? tidak. ! yang pasti untung adalah corporasi yang bergerakan dibidang exploitasi minyak. Nah dibalik corporasi kelas dunia ini ada private fund yang menjadi pemegang saham dan sekaligus pengendali harga saham dibursa dan juga harga minya dibursa. Demikian kata seorang fund manager kepada saya ketika dinner kemarin. Ditengah kapitalis yang melilit dunia sekarang adalah tolol bila masih ada pemerintah berpikir menjadi undertaker harga minyak sesuai dengan daya beli masyarakat. Ini zaman dimana negara mengurus semua sudah lewat. Ini zaman dimana pemilik dan pengedali private fund sebagai penguasa dunia. Mereka mengatur kemana arah bandul kebijakan politik dunia dan sekaligus creator dibalik berbagai crisis didunia untuk memaksa negara negara didunia mendukung exit strategy mereka menguasai dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kenaikan harga minyak dunia yang merupakan hasil koreksi kurs mata uang dollar, akan terus berlanjut seiring semakin limbungnya ekonomi AS. Seiring semakin menciutnya produksi nasional AS. Apakah ini juga skenario global dari pemain private fund. Tanya saya. Biang persoalan adalah krisis di AS berujung kepada kebijakan Quantitative Easing ( QE) yang memungkinkan AS mencetak uang lewat sistem. Ini berakibat kepada inflasi gigatic terhadap Kurs mata uang AS. Walau secara makro AS bisa sedikit menahan kenaikan harga kebutuhan masyarakatnya , itupun berhasil sebagian besar karena indusri china masih bisa memasok dengan harga murah.Tapi minyak yang dikelola oleh TNC kapitalis dengan resouce fund dari sistem kapitalis tidak bisa didikte dengan kebijakan apapun untuk ditekan harganya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Harap dicatat seluruh resource minyak di Timur Tengah, termasuk di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; sebagian besar di kontrol 7 big player ”private Fund ”melalui TNC mereka dibidang perminyakan. Belum lagi bila AS berhasil mencengkramkan tangannya di Afganistan maka resource minyak raksasa di Asia Tengah dapat dialirkan menggunakan pipa &lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk menuju laut lepas lewat pelabuhan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Krisis pangan sengaja di create oleh sebagian besar group TNC&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dibidang pangan dibawah pengendali Private Fund untuk semakin menyulitkan dunia dalam upaya peningkatan produksi agro &lt;span&gt; &lt;/span&gt;for fuel energy ( bio fuel ). &lt;span lang="SV"&gt;Krisis radiasi nuklir akibat gempa dan tsunami dijadikan propaganda luas untuk menghentikan upaya perluasan penggunaan energy nuklir sebagai sumber energi alternative. Singkatnya ada agenda yang terencana dan sistematis untuk membuat seluruh dunia tergantung dengan energi fosil ini. Para pemain private fund sadar bahwa energi fosil tak akan bertahan lama tapi ini bukan soal masa depan , ini soal cara efektif mengontrol dunia dalam satu agenda new world order era&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ungkapan teman ini mengingatkan saya di tahun 2007 bulan Agustus ketika dentang kematian Lehman brother bergaung kencang di Wallstreet dengan delisting nya Lehman di board market, seorang Fund Manager di &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;New   York&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; &lt;span&gt; &lt;/span&gt;mengirim email kesaya berisi pesan. ”US have largest oil deposit&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Gull Island in Prudhoe Bay and ANWR (Arctic National Wildlife Refuge) in Alaska, the Bakken Formation in the Dakotas and the Rocky Mountain shale oil. Below the &lt;st1:place st="on"&gt;Rocky Mountains&lt;/st1:place&gt; are two trillion barrels of oil. Can you imaging ,what happen our future. Everything are ready to exploration but now , wait ! Data kepemilikan dibalik penguasaan resource minyak ini ada dibawah 7 pemain dana private kelas dunia,yang juga sebagai pengendali the FED.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Saya sempat terkejut dengan email Fund Manager &lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu. Apalagi dilampirkan peta wilayah minyak dan summary second opinion dari Consultant Ahli perminyakan kelas dunia. Saya rasa informasi ini adalah top confidential namun juga tak sulit untuk dianalisa oleh orang awam pada saat itu tentang ada apa dibalik ganjang ganjing pasar uang dunia. &lt;span lang="SV"&gt;Setelah itu proses penyehatan Keuangan Global dari 2007 terus berlanjut mengarah kepada semakin melemahnya mata uang dollar termasuk Euro. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Seharusnya team ekonomi Indonesia menyadari ini semua sedari awal ketika krisis terjadi, agar dapat membuat perencanaan pembangunan yang menghindarkan Indonesia terjebak dalam agenda besar para pemain private fund ini. Sudah seharusnya angka angka APBN disusun dengan memperhatikan geopolitik dan geostrategis agar Indonesia tidak masuk dalam cengkraman &lt;i&gt;neocolonialism.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tapi apa hendak dikata, justru pemerintah berencana untuk menghapus subsidi BBM melalui PP. Team Dewan Energi Nasional sedang bekerja giat untuk menyusun PP itu. Walau dilatar belakangi dengan konsep hebat tentang program renewal energy namun tetap saja ini pengakuan akan hak private fund group untuk menimba laba tak terbilang melalui Natural Resource Oil , dan akhirnya menguasai dunia sesuai agenda besar mereka, dimana semua penduduk planet bumi ini harus menghamba dan tergantung pada kekuatan the Private Fund group akan pemenuhan energi untuk berproduksi, juga berkonsumsi. Akhirnya kita ingin bertanya" siapakah sebetulnya tuan dari pemerintah sekarang ini ? rakyat  atau private fund group  ? Biarlah waktu nanti akan menjawabnya...Kita hanya bisa berdoa kepada Allah untuk masa depan yang lebih baik ,karena hanya itu yang dapat kita lakukan ditengah ketidak berdayaan kita melawan sistem culas ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4366832256298243069-3365956748836350384?l=culas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://culas.blogspot.com/feeds/3365956748836350384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4366832256298243069&amp;postID=3365956748836350384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3365956748836350384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4366832256298243069/posts/default/3365956748836350384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://culas.blogspot.com/2011/03/harga-minyak_24.html' title='Harga Minyak ?'/><author><name>Erizeli Bandaro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01925231835467388002</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5SBMPGOF0vs/TABesQKVfYI/AAAAAAAAAg0/QEa_vDHW4Tc/S220/meHK.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-40ew-_bXWqs/TYrGgYs4SKI/AAAAAAAABa0/li8Ds6-cP9Q/s72-c/minyak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4366832256298243069.post-5030305904184851855</id><published>2011-03-16T08:28:00.004+07:00</publishe
